Mirip Tapi Tak Sama, Perbedaan Podcast dan Radio yang Perlu Kamu Ketahui

Dibaca Normal: 7 menit aja
podcast adalah

Kamu tim radio apa tim podcast? Loh, emang beda? Tentu berbeda, GenK. Dua bentuk media berbasis audio ini telah menjadi pilihan banyak orang sebagai hiburan maupun sumber belajar. Podcast adalah tren yang sekarang mulai banyak dilirik dan radio juga tetap gak kalah tenar. Mau tahu selengkapnya? Yuk kita simak!

Radio telah menjadi media komunikasi dan sumber hiburan sejak berpuluh-puluh tahun silam. Nah, selain radio juga, ada juga sumber hiburan dan informasi baru yang belakangan semakin populer, podcast. Meski baru muncul beberapa tahun yang lalu, podcast adalah channel yang mulai banyak digemari oleh khalayak ramai.

Berbeda dengan radio, podcast menawarkan kemudahan dalam pembuatannya. Kamu bisa membuat podcast sendiri dengan alat-alat sederhana tanpa proses yang rumit layaknya radio. Tertarik untuk belajar membuat podcast yang mudah? Simak melalui artikel berikut ini, GenK.

Sebelum kamu belajar membuat podcast, kamu mesti tahu dong jenis-jenisnya yang bisa kamu pilih. Terus apa perbedaanya dengan radio? Daripada penasaran, silahkan langsung dibaca.

Baca Juga
Belajar Coding Mudah dengan 6 Bahasa Pemrograman untuk Pemula

Podcast vs Radio

podcast adalah 1

Podcast vs radio (sumber: afterthelevels.com)

Mirip tapi tak sama. Begitulah perumpamaan perbedaan antara podcast dan radio.

Meskipun sama-sama berbentuk audio, kedua konten ini memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan loh, GenK.

Apa aja tuh? Ini dia, GenK:

1. Topik Bahasan

podcast adalah 2

Gambar topik (sumber: stpetersnewman.co.uk)

Saat memutar radio, biasanya kamu suka dengerin apa nih, GenK?

Musik?

Curhatan orang?

Atau kabar lalu lintas?

Nah, ciri khas pertama yang membedakan podcast dan radio adalah pada topik kontennya.

Radio biasa memiliki cakupan bahasan yang lebih luas daripada podcast. Mulai dari politik, kuliner, gaya hidup, kesehatan, pendidikan, musik dan film, semua dapat oleh dalam satu stasiun radio.

Hal ini dikarenakan radio dibatasi oleh wilayah geografis tempat stasiun radio tersebut berada serta format yang digunakan oleh stasiun tersebut.

Sementara podcast adalah channel yang topik bahasannya jauh lebih spesifik dan tidak terikat oleh batasan seperti radio. Konten podcast memiliki potensi pendengar yang lebih banyak karena bisa didengarkan dari manapun di seluruh dunia.

Podcast yang ideal biasanya membahas topik yang belum pernah atau jarang dibahas. Konten-konten spesifik yang dibicarakan biasanya mengambil sisi unik dari suatu topik yang belum pernah dibahas di media mainstream.

Kamu bisa menemukan topik yang spesifik. Seperti cara menjahit dengan menggunakan teknik tertentu hingga rahasia di balik kisah drama Korea.

Baca Juga
Melihat Cara Kerja Video Mapping, Dekorasi Memukau dengan Permainan Cahaya

2. Waktu Pemutaran

podcast adalah 3

Gambar waktu pemutaran (sumber: abc.net.au)

Salah satu perbedaan yang paling menonjol dari radio dan podcast adalah waktu pemutarannya.

Walaupun keduanya dapat didengarkan kapan saja, kamu hanya akan mendengarkan apa yang sedang berlangsung saat itu di radio tanpa bisa mengetahui apa yang telah dibahas atau diputar sebelumnya.

Untuk itu para penyiar radio seringkali mengulangi beberapa kalimat tertentu untuk memastikan pendengar mengetahui jenis konten apa yang sedang berlangsung saat itu.

Beda halnya dengan podcast. Serupa dengan lagu yang bisa diputar kapan saja nih, GenK. Kamu bisa mendengarkan podcast mulai dari awal, kapanpun kamu mau. Kalau kamu belum paham apa yang dikatakan oleh penyiar podcast-nya, kamu cukup memutar ulang bagian yang kamu inginkan untuk mendengarkan kembali bagian tersebut.

3. Durasi Waktu

podcast adalah 4

Gambar durasi waktu (sumber: tracksmart.com)

Nah, durasi waktu untuk radio dan podcast juga berbeda loh, GenK..

Sekali siaran radio, kamu hanya punya waktu beberapa menit saja.Sementara bagi kamu yang memiliki banyak ide konten untuk dibagi, podcast adalah surga kamu, GenK.

Kamu bebas menentukan durasi setiap episodenya sesuai dengan keinginanmu. Mulai dari beberapa menit hingga berjam-jam, loh! Semua kendali ada di tanganmu, GenK!

Tapi kamu harus pastikan juga kalau konten yang kamu buat di podcast-mu berkualitas agar para pendengar tidak bosan dengan apa yang kamu sampaikan yah!

4. Hak Cipta Musik

podcast adalah 5

Gambar hak cipta musik (sumber: musicsoiree.com)

Siapa yang suka mendengarkan musik lewat radio nih?

Ini dia salah satu fitur radio yang paling banyak disukai orang, apalagi kawula muda kayak kamu, GenK. Kalau kamu suka memutar musik lewat radio, kamu mungkin akan sedikit kecewa saat mendengarkan podcast.

Saat mendengarkan podcast, kamu jangan berharap akan ada lagu yang diputarkan di sela-sela pembicaraan yang dibawakan oleh sang penyiar.

Hal ini terkait dengan hak cipta lagu yang tidak bisa sembarangan diputar untuk konten-konten dalam bentuk podcast.

Eits, meskipun kamu tidak bisa mendengarkan lagu melalui podcast, kamu bisa lebih fokus untuk memproduksi konten menggunakan suaramu sendiri. Harus siap-siap untuk banyak ngomong yah, GenK!

5. Konten Antibasi

podcast adalah 6

Gambar konten (sumber: mojoactive.com)

Ini dia yang bikin podcast menjadi salah satu pilihan menarik bagi kamu yang ingin mencoba mendengarkan konten menarik dan berkualitas.

Saat kamu sedang mendengarkan radio yang menyiarkan mengenai sebuah cerita drama, lalu tiba-tiba kamu kebelet untuk pipis. Pada saat kamu balik dari kamar mandi, siaran drama tersebut sudah selesai.

Pasti sebel dong!

Nah, hal tersebut tidak akan kamu alami saat mendengarkan podcast, GenK. Seperti yang kami bahas sebelumnya, kamu bisa memilih untuk mendengarkan podcast kapanpun tanpa ada batasan waktu.

Kamu bisa memilih untuk mendengarkan konten episode 1 dari podcast yang keluar di tahun 2010 hingga konten terbaru yang baru saja diluncurkan dua minggu yang lalu, loh!

Baca Juga
5 Rekomendasi Aplikasi Presentasi Selain Power Point

Jenis-Jenis Podcast

Popularitas podcast semakin meningkat di tahun 2019 ini, GenK. Semakin banyak orang yang tertarik untuk mendengarkan podcast. Dengan demikian, semakin banyak pula pilihan podcast yang bisa kamu dengarkan.

Bagi yang kamu yang tertarik untuk membuat podcast-mu sendiri, kamu harus tahu dulu jenis-jenisnya.

Apakah kamu akan membuat acara talkshow dengan mewawancarai orang? Atau kamu ingin menceritakan kisah hebat orang dari bidang tertentu? Bahkan mungkin hanya sekedar meluapkan apa yang ada di pikiranmu saja?

Terlepas dari alasanmu untuk membuat podcast, kamu wajib memahami setiap bentuknya, GenK. Karena masing-masing punya format yang berbeda satu sama lain. Ini dia jenis-jenis yang harus kamu tahu:

1. Jenis Interview

podcast 7

Contoh podcast interview (sumber:podbean.com)

Ini dia bentuk podcast yang paling umum dijumpai, one-on-one interview. Bentuk ini memang paling gampang dibuat. Cukup dengan mikrofon dan internet, kamu sudah siap untuk membuat sebuah podcast, GenK.

Kamu bisa memilih bentuk ini untuk membicarakan topik khusus yang memang membutuhkan seorang ahli. Jadi saat kamu membahas sebuah topik, kamu dapat berdiskusi dengan orang lain.

Kelebihan bentuk ini adalah para pendengarmu bisa mendengarkan suara lain selain milikmu. Jadi gak gampang bosan. Topik yang dibahas pun bisa menjadi lebih objektif. Apalagi jika orang yang kamu interview adalah seorang ahli di topik tersebut.

Tips rekaman

Untuk membuat podcast bentuk ini, ada beberapa opsi rekaman mesti kamu perhatikan nih, GenK.

  • Telepon. Rekamlah interview-mu melalui smartphone dengan aplikasi untuk perekam panggilan. Hasil rekamannya nanti dapat kamu sinkronisasikan melalui komputermu saat proses editing.
  • Skype. Jika kamu tidak memiliki smartphone, bisa juga pakai Skype di komputermu untuk menghubungi akun Skype orang tersebut. Kamu bisa menggunakan fitur Skype call recording tool untuk merekam hasil percakapan kamu. Lalu tinggal masukan di podcast deh.
  • One-on-one. Opsi ini bisa menjadi pilihan jika kamu dapat bertemu langsung dengan narasumbermu. Letakan mikrofon tepat di depan sang narasumber. Pastikan juga suaranya terdengar jelas yah.

2. Jenis Solo

podcast adalah 8

Contoh podcast solo (sumber: castos.com)

Seperti namanya, podcast yang satu ini hanya dilakukan oleh kamu seorang nih. Waktunya kamu untuk bersinar, GenK!

Pada dasarnya jenis ini akan berbentuk seperti obrolan biasa dengan para pendengarmu. Cocok banget jika kamu punya pendapat menarik tentang sebuah isu yang sangat spesifik. Bisa ngomongin tentang musik, ataupun bisa juga coba stand-up comedy.

Kamu dapat memberikan komentar dan pendapatmu mengenai sebuah isu. Bahaslah topik pilihanmu dari sudut pandang yang unik dan menarik.

Meskipun terdengar mudah, jenis yang satu ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Ada beberapa hal yang bisa menjadi tantanganmu saat proses rekaman.

Kamu harus bisa memastikan para pendengar tidak bosan dan dapat memahami apa yang ingin kamu sampaikan. Kuncinya adalah pada alur rekamanmunih, GenK. Hal ini bisa kamu siasati dengan menyiapkan narasi sebelumnya.

3. Jenis Panel

podcast 9

Contoh podcast panel (sumber: chocchildren.org)

Untuk variasipodcast yang lebih menarik, pilihlah jenis panel. Serupa dengan bentuk interview, kamu akan melakukan semacam diskusi dengan orang lain nih. Bedanya pada jumlah narasumber yang lebih banyak dibanding pada jenis interview.

Bentuk ini juga dapat direkam dengan metode yang sama dengan interview. Opsi yang bisa dipilih baik melalui sambungan telepon atau Skype. Dapat juga bertemu langsung dengan para narasumber.

Nah, kalau untuk yang rekaman langsung jangan lupa mikrofonnya. Usahakan untuk menyediakan satu mikrofon untuk setiap narasumber. Jadi hasil rekaman suaranya bisa lebih jelas. Rekaman dengan satu mikrofon dengan banyak sumber suara dapat menurunkan kualitas rekaman, GenK.

Tips rekaman

Hal yang harus diperhatikan saat menggunakan bentuk ini adalah pada alur diskusinya. Supaya pembahasan para narasumber tidak saling bertabrakan, buatlah susunan alur diskusinya. Susunlah alur sesuai dengan topiknya, diselingi dengan transisi setiap sehabis sesi. Tidak usah sungkan untuk sesekali menimpali saat narasumber berbicara agar lebih terkesan natural, GenK.

Jangan lupa juga, sebelum mulai, perkenalkan dahulu setiap narasumbermu yah. Tujuannya supaya para pendengar tahu identitas dan latar belakang setiap narasumber yang hadir.

Jika kamu memilih untuk berdiskusi melalui telepon atau Skype, ingatlah untuk mengaktifkan fitur perekam suara. Ada baiknya kamu meminta narasumbermu untuk turut mengaktifkannya, GenK. Buat jaga-jaga kalau fitur rekamanmu tidak berhasil.

Jadwal para narasumber juga gak kalah penting untuk kamu pertimbangkan. Sesuaikanlah jadwal rekaman yang dapat dihadiri oleh semua narasumber.

Baca Juga
6 Rekomendasi Kursi Gaming Murah Terbaik Anti Kantong Jebol

4. Jenis Storytelling (fiction & non-fiction)

podcast 10

Contoh podcast narasi fiksi (sumber: tredhunter.com)

Bagi kamu yang punya banyak pengalaman dan cerita menarik, ini dia jenisyang tepat untukmu.

Bentuk utama yang digunakan adalah berupa narasi dalam topik pilihanmu. Narasi yang digunakan berbentuk cerita fiksi maupun non-fiksi yang kamu telah persiapkan.

Untuk cerita narasi fiksi, kamu dapat menceritakan cerita orisinil buatanmu atau hasil saduran dari sumber buku. Sementara untuk yang non-fiksi, kamu dapat menceritakan pengalamanmu akan topik tertentu. Berbeda dengan bentuk solo yang terfokus dengan pendapatmu akan isu tertentu.

Kekuatan utama dari bentuk storytelling adalah pembawaanmu dalam bercerita. Gunakanlah nada naik turun dan suara yang cocok dengan karakter yang akan kamu bawakan.

Narasi juga menjadi persiapan wajib nih. Apalagi untuk narasi non-fiksi. Ceritanya harus benar-benar matang dan tertata. Posisikan dirimu ibarat seorang narator pada film-film fiksi, GenK.


Sekarang kamu bisa menentukan karakteristik yang sesuai denganmu, GenK. Kamu bisa jadi tim radio atau tim podcast. Dua-duanya memiliki keunikan dan tantangannya masing-masing. Selamat berkreasi!

Polling

Ditulis Oleh

Wahyu Ramadhan adalah alumnus dari jurusan Bahasa Prancis, Universitas Gadjah Mada. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Hobi menulisnya berkembang sejak ia duduk di bangku SMA hingga sekarang. Dengan menulis, ia dapat belajar banyak hal baru dan berbagi ilmu yang dimilikinya dengan orang banyak. Pemuda yang menyukai warna merah ini senang membaca buku dan belajar hal baru dengan ditemani segelas susu atau jus jambu.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Game dan Teknologi

6 Rekomendasi Kursi Gaming Murah Terbaik Anti Kantong Jebol

Game dan Teknologi

6 Rekomendasi Mouse Gaming Murah Terbaik di Bawah 200 Ribu

Game dan Teknologi

Trik Android untuk Mengembalikan File yang Terhapus

Game dan Teknologi

7 Rekomendasi Situs Download Font Keren Gratis dan Legal

            Thank u, next!