Apa Saja yang Akan Berubah di Hidup Kita dengan Adanya Jaringan 5G?

Dibaca Normal: 8 menit aja ★
teknologi jaringan 5g

Lagi asyik main game online tapi jaringannya lemot? Padahal HP kamu sudah pakai 4G. Hmm Sepertinya kamu butuh upgrade ke 5G. Internet super cepat anti-lemot yang bikin kamu betah bermain internet.

Setelah pertama kali ditemukan pada tahun 1980-an, teknologi jaringan nirkabel seluler terus berkembang dengan sangat pesat. Penggunaan teknologi jaringan 4G masih menguasai pasar telekomunikasi saat ini. Tapi, sudah ada nih pendatang baru yang siap membawa kita ke masa depan.

5G, teknologi yang banyak ditunggu ini menjanjikan banyak hal yang dapat membantu kita dalam berbagai hal. Bukan cuma kecepatannya yang luar biasa, 5G juga dapat merubah aspek-aspek dalam kehidupan kita loh.

Yuk kita simak bersama!

Bagaimana Perkembangan Dari 1G Hingga Ke 5G?

5G 1

Lini masa teknologi jaringan seluler (sumber: quora.com)

Mengenal teknologi 5G tak lengkap rasanya jika tidak membahas para pendahulunya nih. Seperti namanya, ada 4 generasi yang telah terlebih dahulu berkembang dan mengawali evolusi dari jaringan seluler yang kita gunakan hari ini.

Sistem komunikasi nirkabel mobile telah melalui beberapa tahapan evolusi, sejak kemunculannya pertama kali pada awal tahun 1980-an. Dengan meningkatnya permintaan koneksi dari seluruh dunia, standar komunikasi mobile juga turut mengalami kemajuan untuk mendukung para penggunanya.

Ayo kita lihat tahapan evolusi teknologi nirkabel untuk komunikasi mobile.

Baca Juga
3 Tools Wajib untuk UI Design yang Bisa Kamu Akses Gratis

1. Generasi Pertama – 1G

5G 2

Telepon dengan jaringan 1G pertama (sumber: bbc.co.uk)

Generasi pertama jaringan mobile dikembangkan oleh perusahaan telekomunikasi asal Jepang, Nippon Telephone and Telegraph company (NTT), di Tokyo pada tahun 1879.

Lalu pada pada awal tahun 1980, popularitasnya naik di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Finlandia, Inggris, dan Eropa. Sistem pertama ini menggunakan sinyal analog, dan memiliki banyak kelemahan karena keterbatasan teknologi.

  • Fitur utama:

  • Frekuensi 800 MHz dan 900 MHz
  • Bandwidth: 10 MHz (saluran duplex 666 dengan bandwidth 30 MHz)
  • Teknologi: Switching analog
  • Modulasi: Frequency Modulation (FM)
  • Mode layanan: hanya suara
  • Teknik akses: Frequency Division Multiple Access (FDMA)
  • Kekurangan sistem 1G:

  • Kualitas suara yang buruk karena banyaknya gangguan
  • Daya tahan baterai yang buruk
  • Ukuran ponsel yang besar dan tidak praktis untuk dibawa-bawa
  • Kurangnya sistem keamanan (telepon dapat disadap dengan modulator FM)
  • Terbatasnya jumlah pengguna dan jangkauan sel
  • Tidak bisa roaming dengan sesama penggunanya
  • Sistem 1G paling populer pada tahun 1980-an:

  • Advance Mobile Phone System (AMPS)
  • Nordic Mobile Telephone System (NMTS)
  • Total Access Communication System (TACS)
  • European Total Access Communication System (ETACS)

2. Generasi Kedua – 2G

5G 3

Ponsel seluler dengan jaringan 2G (sumber: straitstime.com)

Generasi kedua sistem komunikasi mobile mulai memperkenalkan teknologi digital terbaru untuk transmisi nirkabel, yang dikenal dengan Global System for Mobile communication (GSM). Teknologi GSM inilah yang menjadi cikal bakal pengembangan standar nirkabel.

Dengan standar inilah, berbekal kecepatan hingga 14.4 hingga 64kbps, layanan Short Message Service (SMS) dan email pun dapat digunakan. Jadi inilah awal mula lahirnya SMS, GenK. Interim standard 95 merupakan merek terkemuka yang menggunakan teknologi ini.

  • Fitur utama:

  • Sistem digital
  • Layanan SMS
  • Sistem keamanan yang lebih baik
  • Transmisi suara yang telah di-encrypted
  • Internet pertama
  • Kekurangan sistem 2G:

  • Mobilitas yang terbatas
  • Jumlah pengguna yang terbatas

Baca Juga
5 Aplikasi Pengubah Suara PC untuk Live Streaming

3. Generasi Ketiga – 3G

5G 8

Video call dimulai dari jaringan 3G (sumber: androidauthority.com)

Generasi ketiga sistem komunikasi mobile diawali dengan pengenalan UMTS – Universal Mobile Terrestrial / Telecommunication System. Pada teknologi inilah, video calling dapat digunakan pada ponsel seluler.

Ponsel pintar (smartphone) pun juga turut menjadi populer di seluruh dunia. Berbagai fitur aplikasi kemudian dikembangkan seperti multimedia chat, email, video calling, games, dan media sosial.

  • Fitur utama:

  • Video calling
  • Aplikasi seluler
  • Streaming TV
  • Penggunaan peta dan location tracking
  • Pesan multimedia
  • Kekurangan sistem 3G:

  • Harga lisensi teknologi yang mahal
  • Tingginya biaya untuk infrastruktur beserta peralatan untuk implementasinya
  • Harga ponsel yang mahal

4. Generasi Keempat – 4G

5G 4

Hampir setiap smartphone telah mendukung 4G (sumber: newatlas.com)

Sistem 4G merupakan generasi penerus dari teknologi 3G yang dikembangkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Teknologi ini menawarkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi dan mampu melakukan layanan multimedia yang lebih kompleks.

Pada generasi ini, teknologi nirkabel Long-Term Evolution (LTE) digunakan untuk meningkatkan kecepatan transfer data. Jadi tulisan 4G LTE di layar HP kamu menunjukan kalau kamu sudah menggunakan teknologi paling anyar dari generasi keempat ini.

  • Fitur utama:

  • Data transfer rate hingga 1Gbps
  • Fitur keamanan yang ditingkatkan
  • Streaming video dan games dengan resolusi High Definition (HD)
  • Kekurangan sistem 4G:

  • Biaya pengembangan infrastruktur pendukung cukup tinggi
  • Harga spektrum masih mahal di kebanyakan negara

5. Generasi Kelima – 5G

Keluaran terbaru dari teknologi jaringan nirkabel adalah pada generasi kelimanya, yaitu 5G. Walaupun masih dalam tahap perkembangan dan belum tersedia secara masal, 5G menjanjikan perubahan yang lebih baik dari teknologi generasi sebelumnya.

5G 5

Teknologi pendukung 5G (sumber: YouTube IEEE Spectrum)

Sistem yang digunakan untuk jaringan 5G tersusun atas beberapa komponen teknologi yaitu:

  • Milimeter Waves

Peralatan elektronik yang kita gunakan sehari-hari seperti ponsel dan TV menggunakan frekuensi radio yang sangat spesifik. Biasanya berada di bawah 3Ghz. Namun dengan semakin banyaknya perangkat yang menggunakan data di frekuensi radio yang sama, kecepatan internet pun juga akan semakin menurun.

Untuk menjawab tantangan ini, para peneliti menguji coba penggunaan gelombang radio yang lebih pendek pada kisaran frekuensi 30 sampai 300 Ghz. Dengan menggunakan jangkauan frekuensi baru ini, jumlah bandwidth jaringan juga akan turut meningkat bagi lebih banyak perangkat, GenK.

Namun ada satu kelemahan dari penggunaan milimeter waves, yaitu pada keterbatasan penyebaran jaringannya. Millimeter waves tidak dapat menembus tembok bangunan, serta dapat terserap dengan mudah oleh pepohonan dan juga hujan nih.

Baca Juga
Yuk, Kenali Teknologi Resolusi Layar yang Kamu Pakai Sehari-hari

  • Small Cell

Untuk mengatasi keterbatasan penggunaan millimeter waves tadi, maka digunakanlah teknologi berikutnya, yaitu small cell. Jaringan teknologi ini menggunakan alat yang lebih kecil untuk memancarkan sinyal yang diterima dari tower seluler biasa. Jadi kayak tower mini gitu, GenK.

Small cell akan ditempatkan dalam jumlah yang lebih banyak di berbagai pelosok tempat untuk memudahkan transfer sinyal dari pemancar pusat. Tak perlu khawatir lagi saat berada di dalam bangunan yang akan menghambat sinyal HP kamu.

  • Massive MIMO (Multiple Input Multiple Output)

Teknologi selanjutnya yang tak kalah penting dalam sistem infrastruktur jaringan 5G adalah massive MIMO. Penggunaan massive MIMO akan meningkatkan kekuatan transmisi jaringan seluler hingga 22 kali lipat.

Hal ini dimungkinkan karena jumlah antena yang terintegrasi dalam massive MIMO jauh lebih banyak dan dapat disusun pada satu menara pemancar. Akan tetapi, penggunaan antena yang banyak dalam satu waktu akan menyebabkan gangguan sinyal karena proses yang terjadi pada waktu bersamaan.

  • Beamforming

Ini dia teknologi yang menjadi solusi dari penggunaan massive MIMO di atas, GenK, beamforming. Fungsi dari perangkat satu ini adalah sebagai pengatur arus lalu lintas sinyal yang masuk ibarat traffic light yang kamu temui di jalan.

Pada proses jaringan seluler biasanya, sinyal akan dipancarkan ke berbagai arah oleh menara pemancar, sementara pada beamforming sinyal akan dikirimkan secara spesifik ke tiap-tiap pengguna. Metode ini jauh lebih efisien dan dapat menanggulangi terjadinya gangguan sinyal pengguna.

  • Full Duplex

Full duplex menjadi komponen pendukung lainnya untuk menggantikan sistem jaringan saat ini yang mirip dengan walkie talkie. Pasti ingat dong, bagaimana dulu saat menggunakan walkie talkie kamu harus bergantian saat berbicara dan mendengar.

Prinsip dasarnya adalah pada transmisi data yang merambat melalui frekuensi radio yang sama. Untuk mengatasinya, sistem full duplex menggunakan transistor silikon agar pertukaran sinyal yang ada dapat berjalan bersamaan pada jalur yang sama.

Baca Juga
Tutorial Cara Merekam Layar Laptop di Windows 10 dan Mac

Perkembangan 5G di Berbagai Negara

5G 6

Peta penyebaran 5G di dunia (sumber: lifewire.com)

Meskipun teknologi 5G baru saja mulai santer diperbincangkan pada akhir tahun lalu, banyak negara sudah mulai bersiap dan berlomba-lomba untuk mengembangkan jaringan terbaru ini.

Penguasaan teknologi ini tentu penting untuk mendukung kemajuan sistem telekomunikasi di suatu negara. Bukan cuma itu, integrasi 5G dengan beragam teknologi lainnya juga dapat membawa pertumbuhan yang pesat bagi sebuah negara.

Amerika Serikat

Amerika Serikat menjadi salah satu negara pemimpin dalam hal pengembangan teknologi 5G. Tak mau kalah dengan pesaing utamanya, Cina, Amerika Serikat telah merancang kerangka implementasi 5G untuk kebutuhan nasionalnya.

Beberapa perusahaan telekomunikasi seperti Verizon, AT&T dan Sprint, sudah mulai menyediakan akses ke beberapa pelanggan di kota-kota besar tertentu di Amerika. Tak mau ketinggalan, T-Mobile juga telah mematangkan strateginya untuk merilis jaringan 5G di wilayah Amerika secara masif mulai tahun 2020 mendatang.

Cina

Jika kamu mendengar nama Cina dalam beberapa waktu belakangan, kamu pasti mengetahui akan isu yang dihadapi oleh negara tersebut. Berita utama yang datang dari Negeri Tirai Bambu muncul setelah isu keamanan yang dihadapi oleh perusahaan telekomunikasi terkemuka, Huawei.

Sebagai salah satu pionir di bidang teknologi 5G, Huawei dengan gencar-gencarnya terus mengembangkan sistem rancangan terbaru pada produk-produk buatannya. Isu mengenai keamanan ponsel seluler buatan perusahaan berbasis di Shenzen itu marak terdengar setelah tuduhan yang dilayangkan oleh Amerika Serikat.

Indonesia

Perkembangan teknologi 5G di Indonesia juga sudah mulai menunjukan tren yang positif nih, GenK. Beberapa perusahaan seperti Telkom Indonesia telah menjalankan penelitian dan uji coba untuk membawa teknologi ini ke Tanah Air. Bahkan salah satu implementasinya sudah digunakan pada transportasi saat Asian Games 2018 tahun lalu loh.

Korea Selatan

Selain Cina, Korea Selatan menjadi salah satu negara terdepan yang turut mengembangkan teknologi 5G, GenK. Hal ini tentu tidak mengherankan mengingat beberapa raksasa perusahaan teknologi dunia berasal dari Negeri Ginseng ini.

Tiga perusahaan telekomunikasi, SK Telecom, LG Uplus, dan KT berkolaborasi untuk memboyong teknologi 5G Korea Selatan akhir tahun 2018 kemarin. Dengan diawali dengan beberapa bisnis tertentu, layanan 5G perlahan mulai tumbuh subur dengan pembangunan infrastruktur pendukung di kota-kota besar.

Perubahan yang Datang Akibat 5G

5G 7

Aplikasi 5G untuk autonomous vehicle (sumber: forbes.com)

Kedatangan teknologi 5G tentu akan membawa dampak yang besar dalam berbagai bidang industri, bukan hanya telekomunikasi tentunya. Mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, manufaktur, transportasi, dan banyak industri lainnya akan mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Jaringan 5G menjadi salah satu kunci utama dalam era Industri 4.0. Berbagai teknologi yang berkembang di era baru ini memerlukan sistem jaringan data yang paripurna untuk mendukung proses berjalannya dengan lancar. Teknologi tersebut diantaranya adalah Internet of Things (IoT) autonomous vehicle, hingga Virtual Reality (VR).

  • Internet of Things (IoT)

Salah satu teknologi utama dalam Industri 4.0 ini akan menghubungkan berbagai perangkat dan peralatan melalui internet. Untuk dapat mendukung berkembangnya IoT, jaringan internet yang cepat tentu mutlak menjadi kewajiban.

Integrasi IoT dengan teknologi 5G dapat dimanfaatkan di berbagai bidang untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses. Contoh pada bidang kesehatan adalah proses operasi yang dapat dilakukan dari jarak jauh. Jadi para ahli bedah tidak perlu berada di dekat pasien untuk dapat melakukan operasi, GenK.

  • Autonomous vehicle

Kendaraan yang dapat berjalan sendirinya seperti mobil self-driving produksi Tesla juga memerlukan koneksi internet yang mumpuni agar dapat berjalan dengan baik.

Jaringan 5G akan mendukung integrasi autonomous vehicle untuk saling berkomunikasi di jalan agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas. Transmisi data secara cepat dan masif hanya dapat terjadi jika jaringan 5G telah digunakan secara masif.

  • Virtual Reality (VR)

Para pecinta dunia virtual pasti akan terbantu dengan adanya jaringan 5G. Teknologi serba bisa ini dapat berkembang dengan lebih cepat dengan aplikasi di bidang-bidang strategis berkat internet super cepat.

Apalagi kamu yang suka main game canggih, VR akan membuat pengalaman bermainmu menjadi lebih baik. Selamat tinggal lagging, dan halo bermain lancar tanpa gangguan.


Potensi yang dimiliki oleh teknologi 5G sangat besar dalam kehidupan kita nih. Hampir semua bidang akan terkena dampak dari berkembangnya teknologi mutakhir satu. Tapi tetap ingat, bijaklah dalam menggunakannya untuk kebutuhanmu. Sudah siap untuk menyambut 5G?

Ditulis Oleh

Wahyu Ramadhan adalah alumnus dari jurusan Bahasa Prancis, Universitas Gadjah Mada. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Hobi menulisnya berkembang sejak ia duduk di bangku SMA hingga sekarang. Dengan menulis, ia dapat belajar banyak hal baru dan berbagi ilmu yang dimilikinya dengan orang banyak. Pemuda yang menyukai warna merah ini senang membaca buku dan belajar hal baru dengan ditemani segelas susu atau jus jambu.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Game dan Teknologi

5 Aplikasi Pengubah Suara PC untuk Live Streaming

Game dan Teknologi

Tips dan Trik Cara Merawat Baterai Laptop Biar Awet

Game dan Teknologi

7 Rekomendasi Tablet Murah Terbaik Harga 2 Jutaan

Game dan Teknologi

8 Rekomendasi Aplikasi Podcast Terbaik untuk Android dan iPhone

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link