Mengenal Teknologi Deepfake, Si AI Canggih Pengubah Wajah

Dibaca Normal: 3 menit aja
Deepfake

Beberapa waktu silam, jagat dunia maya sempat dihebohkan dengan kemunculan video pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, yang menimbulkan banyak kontroversi. Dalam video berdurasi sekitar 8 menit tersebut, sang bos Facebook membocorkan skandal penggunaan data yang dilakukan oleh perusahaannya kepada publik. Setelah diusut, video tersebut hanyalah salah satu produk buatan teknologi deepfake.

Apa Itu Deepfake?

Deepfake adalah suatu jenis media berupa video yang telah dimanipulasi dengan menggabungkan gambar dan suara dari orang tertentu menggunakan bantuan teknologi rekayasa digital. Istilah deepfake sendiri merupakan gabungan dari kata deep learning dan fake. Sesuai dengan namanya, deepfake merupakan suatu jenis teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang memanfaatkan sistem deep learning dalam proses pengaplikasiannya.

Konsep dasar dari teknologi deepfake sendiri kurang lebih serupa dengan kemampuan edit gambar yang dimiliki oleh banyak software digital seperti Adobe Photoshop dan Krita. Bedanya, kalau Photoshop hanya mampu mengubah media dalam bentuk gambar, software deepfake digunakan untuk memanipulasi video.

Baca Juga
Memahami Fobia Generasi Milenial: dari FOMO hingga Jomblo

Cara Kerja Teknologi Deepfake

Dengan menggunakan algoritma kompleks dari deep learning, teknologi deepfake bekerja dengan cara mempelajari struktur wajah seseorang dari berbagai angle. Lewat video dan gambar dari target, deepfake mampu membuat kompleks data yang nantinya dapat digunakan untuk menciptakan duplikasi wajah orang tersebut agar bisa dimanfaatkan untuk membuat video palsu sesuai keinginan.

Teknologi deepfake 1

Pemindaian struktur wajah sebagai kompleks data menggunakan Kecerdasan Buatan (sumber: analyticsinsight.com)

Berbeda dengan fitur face swap yang tersedia pada aplikasi seperti Instagram, deepfake mampu mendeteksi serta menyempurnakan wajah seseorang agar pas dan benar-benar menyatu dengan target yang dituju. Gak hanya wajah saja loh, tingkah laku, mimik wajah, hingga cara berbicara seseorang juga bisa dimanipulasi oleh teknologi deepfake hingga terlihat seperti aslinya.

Fitur-fitur yang ada pada wajah seseorang dapat disalin dan dipindahkan ke target berkat adanya teknik machine learning yang dinamakan autoencoders dan generative adversarial networks (GANs). Dengan menggunakan metode GANs, gambar dipindai untuk mencariflaws untuk diperbaiki agar hasilnya terlihat lebih sempurna.

Baca Juga
Rahasia di Balik Kecerdasan Buatan yang Serba Tahu

Kontroversi Si Manipulator Wajah

Kemampuan manipulasi wajah yang dimiliki oleh teknologi deepfake menjadi sebuah inovasi yang cukup mengguncang dunia sejak kemunculannya ke publik. Kesuksesan pengembangan teknologi ini kemudian membuatnya tersedia secara masal. Sekarang, semua orang bisa mengaksessoftware deepfakecukup berbekal koneksi internet dan komputer yang memadai.

Teknologi deepfake 2

Rekayasa deepfake dari Donald Trump (sumber: merdeka.com)

Hal inilah yang kemudian menjadi kontroversi di antara para pemimpin dunia. Khususnya setelah kemunculan video-video palsu dari tokoh seperti Mark Zuckerberg, Barack Obama, dan Donald Trump yang beredar luas di internet. Banyak ahli yang mengkhawatirkan keamanan dari kehadiran teknologi deepfake untuk masyarakat luas.

Teknologi ini dapat digunakan untuk membuat orang-orang percaya suatu hal menjadi nyata meskipun sebenarnya tidak sama sekali, ungkap Peter Singer, yang merupakan seorang ahli strategi cybersecurity dan pertahanan dari New America think tank.

Ketakutan yang sama juga disuarakan oleh Senator Florida dari Partai Republik, Marco Rubio, yang menyamakan teknologi deepfake sebagai sama berbahayanya dengan bom nuklir. Ia menyatakan bahwa video palsu buatan deepfake dapat mempengaruhi politik nasional dan menghancurkan sebuah negara.

Meskipun demikian, teknologi deepfake juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan di berbagai macam industri. Contohnya di dunia perfilman nih. Pada saat shooting, aktor yang mengalami cidera bisa digantikan oleh double stunt dengan menggunakan menggunakan wajah sang pemain saat proses editing. Selain jadi lebih efisien, biaya produksi juga dapat ditekan dan pastinya akan menguntungkan bagi sang pembuat film.

Artikel Terkait
Game & Teknologi

6 Perusahaan Developer Game Indonesia yang Mendunia

Game & Teknologi

7 Fitur Teranyar Android 10, Bisa Bikin Caption Otomatis Loh!

Game & Teknologi

6 Mobile Game Paling Ditunggu Tahun 2020

Game & Teknologi

5 Aplikasi untuk Mewujudkan Resolusi di Tahun 2020

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link