Seni Rupa & Desain

Keluar dari Gaya Desain yang Lama? Perlu atau Tidak Ya?

gaya desain

Back to Basic Design

Pernah belajar soal dasar-dasar desain? Kapan, GenK? 

gaya desain 5

Contoh basic design (sumber: pexels.com)

Buat kamu mahasiswa desain, pasti pernah diajarkan soal dasar-dasar. Walau saat itu kamu sudah paham sekalipun, dosen tetap memaparkan materi-materi dasar.

Seharusnya ini bukan menjadi hal yang menjengkelkan, karena kamu bisa mendapat ilmu yang sangat berharga sebelum bermetamorfosis menjadi desainer andal.

Seperti yang dikutip di dalam artikel Medium, When you’re stuck and not improving as a designer, let’s get back to basics (13/7/2017). Kembali ke dasar bukan berarti mengalami kemunduran. Contohnya saat kamu bermain trampolin. Untuk dapat melompat lebih tinggi, kamu harus mulai dulu dari titik yang sangat rendah.

Semakin bawah, maka lompatan kamu semakin tinggi pula, GenK.

Permainan trampolin ini menjadi gambaran betapa pentingnya mempelajari dasar-dasar desain grafis, seperti titik, garis, bentuk, dan masih banyak lagi.

Belajar dari buku desain grafis? Bisa.

Belajar dari internet? Bisa juga. 😉

Apa pun medianya yang penting harus mudah untuk kamu pahami. Mana tahu kamu bisa melihat baik dan buruk gaya kamu dari sudut pandang yang berbeda. Sehingga kamu jadi tahu apa saja yang harus diperbaiki dan dipertahankan untuk kedepannya saat membuat karya.

Mulai dengan Gaya yang Simpel

Jika sudah selesai mempelajari dasar, coba terapkan teori tersebut dengan gaya desain kamu. Ketika desainmu terlihat berantakan, ini saatnya untuk kembali ke gaya simpel, contohnya penggunaan warna hitam dan putih.

Cukup gunakan warna itu dulu, karena ini saatnya mengenali diri kamu lagi dan karya yang akan kamu buat.

Coba buat desain yang bagus dari kedua warna tersebut dan bentuk dasar desain grafis tanpa menambah apa pun. Kamu dapat bermain kombinasi dengan ukuran, jarak, layout, kolom, dan proporsi.

gaya desain 6

Contoh desain yang simpel (sumber: pexels.com)

Untuk masalah tipografi kamu bisa bermain dengan jenis huruf, ukuran, line height, jarak, dan huruf kapital.

Dari sana kamu bisa melakukan eksplorasi lebih lanjut dan mendalam. Menggali ide-ide emas yang berbeda dari sebelumnya.

Setelah semuanya, coba tanyakan kepada dirimu sendiri.

Apakah desain saya masih membutuhkan tambahan lain?

Adakah elemen lain yang bisa saya gunakan untuk memberi tahu apa yang saya coba katakan?

Elemen seperti apa lagi yang bisa membantu saya untuk menyampaikan karakteristik brand dari klien dengan baik?

Jika jawabannya adalah iya, silakan tambahkan apapun yang kamu butuhkan. Mulailah dengan menambahkan satu warna, kemudian satu gambar, dan elemen lainnya.

Tidak perlu buru-buru, GenK, karena proses kreatif membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dibutuhkan eksplorasi secara berkala dan memperbanyak referensi sebagai gudang inspirasi.

About author

Related posts
Seni Rupa & Desain

Daftar Aplikasi Ilustrasi Gratis Di Laptop, Cocok Buat Belajar!

Seni Rupa & Desain

Problematika Interpretasi Seni Rupa para Apresiator Muda

Seni Rupa & Desain

Cara Desain Poster di Canva untuk Bikin Konten Keren dan Menarik

Seni Rupa & Desain

Tips Mendesain Karakter, Yuk Dicoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *