Tata Cara Membagikan Angpao yang Baik dan Benar

Dibaca Normal: 5 menit aja
Tahun baru imlek 4

Tahun Baru Imlek 2020 sebentar lagi akan tiba. Hayo, siapa nih yang sudah gak sabar pengen dapetin amplop merah dari sanak keluarga terdekat? Eits, tapi tahukah kamu, ternyata membagikan angpao itu ada tata cara khususnya loh. Jadi gak cuma sekadar masukin uang terus langsung dibagikan doang. Yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah!

Angpao merupakan salah satu elemen penting dalam perayaan Imlek yang paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Dalam kebudayaan Tionghoa sendiri, angpao (bahasa Mandarin: h籀ngbo) merupakan tradisi pemberian hadian berupa uang dalam amplop berwarna merah. Amplop merah inilah yang disebut dengan istilah angpao, jadi bukan uang yang menjadi isinya.

Budaya memberikan angpao telah berkembang dengan pesat dan meluas ke hampir berbagai belahan dunia dengan banyak populasi diaspora dan komunitas Tionghoa, termasuk di Indonesia. Meskipun kerap dikaitkan dengan Imlek, angpao juga kerap diberikan pada acara lainnya, seperti pada saat kelahiran bayi, pernikahan, hingga pesta kelulusan loh.

Sebagai bagian dari budaya yang telah ada selama ratusan tahun, kini pemberian angpao telah menjadi simbol universal dari rezeki berlimpah dan juga kemakmuran. Nah, ternyata dalam ritual pemberian angpao yang sebenarnya, ada beberapa aturan dan tata cara yang mesti kamu ikuti agar makna dan nilai tradisi dapat tersampaikan dengan baik. Apa aja tuh? Silakan disimak ulasannya berikut!

1. Amplop Merah, Simbol Keberuntungan di Tahun Baru

Saat bicara soal Imlek dan angpao, warna merah pastinya menjadi hal pertama yang terlintas di pikiran banyak orang. Dalam kebudayaan Tionghoa, merah merupakan warna favorit yang dominan digunakan dalam hampir setiap aspek kehidupan. Alasannya adalah makna keberuntungan dan berkah melimpah yang dibawa oleh warna yang satu ini.

Warna merah dipercaya mampu mendatangkan keberuntungan serta menjauhkan si penerima amplop dari hal-hal yang tidak baik sepanjang tahun. Jadi yang paling penting dari budaya memberikan angpao adalah amplop merahnya itu sendiri, bukan uang yang ada di dalamnya. Makanya, saat kamu menerima angpao, jangan cuma disimpan uangnya saja, amplopnya juga wajib dijaga dengan baik.

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, angpao tak hanya diberikan pada saat perayaan Tahun Baru Imlek saja. Kamu juga bisa menemukan amplop serupa di banyak acara lain seperti selamatan rumah baru, pernikahan, kelahiran bayi, bahkan duka cita. Bedanya untuk acara duka cita, amplopnya berwarna putih yang disebut pweepao.

2. Pemberi dan Penerima Angpao

Topik unik yang sering dibahas dan sudah menjadi rahasia publik di kala perayaan Imlek adalah siapa yang bisa memberi dan menerima angpao. Pada umumnya, angpao diberikan oleh sanak saudara atau keluarga yang telah memiliki penghasilan sendiri sebagai bentuk berbagi rezeki kepada orang lain. Berdasarkan adat yang ada, kewajiban memberikan angpao hanya berlaku untuk orang yang sudah menikah saja. So, kalau kamu masih jomblo, kewajiban tersebut otomatis tidak berlaku.

Tahun baru imlek 1

Budaya memberikan angpao antar keluarga (sumber: finance.yahoo.com)

Tradisi memberikan angpao biasanya dilakukan dalam lingkungan keluarga, atau terkadang ke setiap anak kecil yang ditemui selama Tahun Baru Imlek. Pemberian angpao antara keluarga juga dilakukan tanpa mengenal batas usia. Dari anak kecil sampai orang tua, angpao dapat tetap diberikan bahkan ketika kamu sudah menikah loh, begitu pula sebaliknya. Anak yang sudah bekerja dan menikah juga memiliki kewajiban untuk memberikan angpao kepada kedua orang tuanya.

Baca Juga
Memahami Fobia Generasi Milenial: dari FOMO hingga Jomblo

3. Uang yang Diberikan

Selain pemberi dan penerima angpao, uang yang diberikan juga punya kategori khusus yang mesti diperhatikan loh. Karena bentuknya berupa amplop, uang kertas merupakan pilihan utama yang digunakan dibanding jenis uang koin. Tak hanya itu, uang kertas yang digunakan juga biasanya dipilih yang masih baru dengan bentuk yang masih sempurna, bersih, dan bebas kusut. Makanya, jangan sampai heran jika kamu melihat antrian panjang di berbagai bank setiap menjelang Tahun Baru Imlek.

Bukan hanya uang yang digunakan, nominal yang diberikan juga disesuaikan dengan beberapa aturan khusus nih. Aturan utama yang wajib diperhatikan adalah nominal uang yang dimasukkan ke dalam amplop. Nominal uang untuk angpao biasanya berjumlah ganjil dan kelipatannya, seperti 20, 600, 800, dan seterusnya. Hal ini dikarenakan penggunaan angka ganjil di dalam angpao/pweepao kerap ditujukan untuk acara duka cita.

Jumlah yang diberikan dalam angpao biasanya disesuaikan berdasarkan status seseorang dalam keluarga. Anggota keluarga yang lebih tua pada umumnya selalu menerima jumlah yang lebih besar dibanding anggota keluarga yang lebih muda. Angkanya pun bervariasi tergantung kemampuan finansial masing-masing pemberi angpao, yang biasanya disesuaikan dengan pendapatan individu.

Tahun baru imlek 2

(sumber: cifnews.com)

Masih soal nominal uang dalam angpao, aturan lain yang tak boleh sampai tertinggal adalah larangan penggunaan angka 4. Dalam kepercayaan Tionghoa, angka merupakan angka yang membawa pertanda buruk. Penyebabnya terletak pada kata empat (s, ) dalam bahasa Mandarin yang pelafalannya mirip dengan kata mati (s, 甇). Berbanding terbalik, angka 8 (fa, ) justru dipercaya sebagai pembawa keberuntungan karena pelafalannya yang mirip dengan kata (fa, ), yang berarti kekayaan.

4. Aturan Saat Memberi dan Menerima

Pemberian angpao dalam lingkup keluarga dianggap sebagai sebuah tradisi istimewa yang dilakukan secara khusus setiap perayaan Tahun Baru Imlek. Anggota keluarga yang lebih tua, seperti kakek dan nenek, maupun orang tua biasanya akan duduk di kursi atau berdiri. Para anggota keluarga yang lebih muda lalu akan mengantre dengan rapi untuk menerima angpao.

Baik pemberi dan penerima mesti memakai kedua tangan untuk memegang angpao, sambil menunduk atau pada posisi yang lebih rendah ketika menerima amplop. Jabat tangan juga tak boleh sampai tertinggal sebagai bentuk rasa terima kasih atas angpao yang diberikan. Setelah menerima angpao, jangan langsung membuka amplop tersebut di depan orang memberikan. Simpanlah terlebih dahulu angpao yang kamu dapatkan hingga selesai acara atau pada saat sang pemberi telah pergi.

Namun seiring waktu berjalan, kamu dapat menemukan tradisi pemberian angpao lainnya yang berkembang di masyarakat. Di Indonesia misalnya, kamu dapat menemukan pohon sakura buatan yang digunakan untuk menggantung angpao setiap menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Para tamu dan keluarga yang hadir dapat bebas mengambil angpao yang menggantung di pohon dengan jumlah uang yang bervariasi di dalamnya.

Baca Juga
Menuju Cashless Society, Dompet Digital Indonesia Makin Berkembang

5. Tradisi Tahun Baru Imlek Kekinian: Angpao Digital

Di era digital yang serba cepat dan praktis ini, kamu dapat menemukan banyak inovasi terkini yang dapat mempermudah beragam aktivitasmu, termasuk dalam urusan perayaan Imlek loh. Kemudahan tersebut salah satunya hadir dalam bentuk dompet digital. Tren transaksi finansial berbasis digital yang tumbuh pesat dalam waktu belakangan ini turut membawa dampak budaya yang signifikan ke berbagai macam aspek kehidupan.

Sekarang, kamu tidak usah repot-repot pergi ke toko-toko buku atau para penjual pernak-pernik Imlek untuk membeli angpao. Cukup transfer lewat dompet digital aja, kamu sudah bisa langsung mengirimkan uang dengan praktis dan cepat ke orang terkasih. Eits, jangan salah, beberapa aplikasi juga menyediakan fitur desain visual angpao. Jadi kamu bisa tetap mengirimkan uang tanpa meninggalkan nuansa Tahun Baru Imlek yang khas tersebut.

Tahun baru imlek 3

WeChat red envelope (sumber: blog.wechat.com)

Aplikasi asal Negeri Tirai Bambu, WeChat, menjadi pelopor teknologi angpao digital yang berkembang pesat di kalangan penggunanya. Cukup masukkan nominal yang diinginkan, kamu sudah bisa langsung mengirimkan uang dalam red envelope bak angpao asli ke penerima yang diinginkan. Kamu juga bisa menambahkan ucapan ke sang penerima langsung saat mengirimkan uang.

 

Artikel Terkait
GenK LIFE

Kenapa Generasi Milenial Masa Kini Sangat Perfeksionis?

GenK LIFE

7 Cara Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi Saat Bekerja

GenK LIFE

Yuk Cek Tipe Milenial Kamu Lewat Indonesia Millennial Report 2020

GenK LIFE

Teknik Pomodoro, Kerja Produktif dengan Waktu yang Efektif

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link