Mengenal Apa Itu Copyright, Anak Kreatif Wajib Tahu

Dibaca Normal: 5 menit aja
apa itu copyright

Siapa pun bisa membuat konten digital di internet dengan mudah. Baik itu dalam bentuk gambar, musik, video, hingga tulisan. Namun ada hal yang harus kamu perhatikan nih, yaitu copyright. Apa itu copyright? Yuk simak penjelasannya.

Dalam proses kreasi suatu karya, baik berupa karya digital maupun dalam wujud fisik, ada komponen penting yang tidak boleh sampai terlupakan untuk kamu lakukan. Komponen tersebut adalah perlindungan terhadap karya yang kamu ciptakan secara legal.

Siapa sih yang mau hasil karyanya digunakan oleh sembarang orang dengan bebas tanpa permisi? Sudah capek buatnya, eh malah dipakai tanpa minta izin dulu. Hal ini tentu mengesalkan, GenK.

Supaya kamu terlindungi dari kejadian semacam itu, maka kamu wajib mengetahui yang namanya copyright.

Apa itu copyright? Penting gak sih kamu membuat copyright?

Cari tahu jawaban selengkapnya di bawah ini, GenK.

Apa Itu Copyright?

apa itu copyright 1

Ilustrasi copyright (sumber: legaldocsbyme.com)

Para penikmat konten digital di internet seperti video di YouTube atau musik bebas, pasti familiar dengan yang namanya copyright. Tulisan ini pasti sering banget kamu temui saat menggunakan atau menyaksikan konten-konten yang beredar di dunia maya. Tapi tahu gak apa itu copyright sebenarnya?

Copyright atau dalam istilah Bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan Hak Cipta, adalah hak yang berlaku secara otomatis atas hasil ciptaan yang telah diwujudkan dalam bentuk nyata. Hak ini diberikan kepada Pencipta atau Pemegang Hak Cipta dari karya yang telah dibuat.

Hak Cipta memegang peranan yang penting untuk mengatur distribusi dan penggunaan sebuah karya yang dihasilkan oleh seseorang. Ini terkait dengan proses penggunaannya secara umum, seperti siapa saja yang dapat memakai, menyalin, mempublikasikan, serta menjual suatu karya cipta.

  • Fungsi Copyright

apa itu copyright 2

Ilustrasi Hak Kekayaan Intelektual (sumber: smallbiztrend.com)

Penggunaan copyright atas sebuah karya bertujuan untuk melindungi para Pencipta, dari kemungkinan penyalahgunaan dan penyelewengan hasil ciptaan yang dimiliki. Contohnya nih, desain yang kamu buat digunakan secara bebas oleh orang tanpa minta izin ke kamu, pasti kesal dong.

Untuk itulah, Hak Cipta hadir sebagai bagian dari Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), dengan tujuan untuk membantu kamu mengatur dan memantau jalannya proses penciptaan serta penggunaan sebuah karya. Dengan demikian, karya yang ada dapat terus dipertahankan, serta meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi.

Urusan soal Hak Cipta ini tidak main-main loh, GenK, karena sudah langsung berurusan dengan hukum. Di hampir setiap negara di dunia, urusan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, termasuk copyright, diatur secara legal. Di Indonesia sendiri, regulasi tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.

Dengan adanya aturan ini, kamu akan merasa lebih aman karena hasil karyamu dapat terlindungi dengan baik. Jadi saat ada yang menggunakan ciptaanmu secara ilegal, kamu bisa melayangkan tuntutan secara hukum dan mendapatkan ganti rugi atas karyamu.

  • Karya-karya yang Dapat Diberikan Copyright

apa itu copyright 3

Contoh copyright di sebuah website (sumber: futprimitive.com)

Jenis-jenis hasil ciptaan yang dapat diberikan copyright adalah karya yang telah memiliki bentuk fisik, atau yang dapat dilihat, didengar, maupun dirasakan secara langsung. Jadi bukan hanya sebatas ide atau gagasan semata yah.

Karya-karya tersebut dapat berasal dari berbagai bidang seperti berikut:

  1. Beragam hasil cipta seni dan desain seperti gambar, lukisan, kolase, patung, ukiran, hingga batik beserta karya tradisional serupa seperti kain songket dan kain ikat;
  2. Berbagai karya sastra dan tulisan seperti buku, pamflet, terjemahan, bahkan program komputer (software);
  3. Segala produk fotografi dan sinematografi;
  4. Kreasi pertunjukan yang meliputi penampilan teatrikal, pantomim, pewayangan, dan koreografi;
  5. Musik atau lagu beserta teks, atau liriknya;
  6. Bentuk-bentuk arsitektur;
  7. Peta

Cara Mendapatkan Hak Cipta

apa itu copyright 4

Ilustrasi membuat copyright (sumber: vennershipley.co.uk)

Pemberian Hak Cipta biasanya harus dilakukan secara legal dengan mendaftarkan karya ke badan yang berwenang. Buat kamu yang ingin memberikan perlindungan terhadap mahakaryamu, kamu dapat melakukannya dengan mengajukan permohonan perlindungan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Tenang saja, prosesnya tidak serumit yang kamu bayangkan kok, yang paling penting kamu mempersiapkan segala syarat yang diminta.

Setelah mendapatkan Hak Cipta secara resmi, kamu akan mendapatkan kendali penuh atas hasil karyamu, GenK. Kamu bisa mengatur penggunaan hasil ciptaanmu, termasuk membatasi penggandaan karya oleh umum.

Untuk menegaskan perlindungan yang diberikan dari copyright, kamu bisa menggunakan simbol 穢 di hasil karyamu, seperti di awal teks atau pun di ujung gambar. Namun khusus ciptaan berbentuk musik atau lagu, maka simbol 簧 yang dipakai. Simbol ini digunakan untuk menandakan bahwa karya tersebut berbentuk rekaman (recording).

Hak Cipta yang diberikan biasanya memiliki durasi masa berlaku yang telah ditentukan. Durasi waktunya bisa berbeda-beda di setiap negara, tapi pada umumnya adalah seumur hidup si Pencipta, ditambah 70 tahun setelah kematiannya.

Setelah durasi itu berakhir, karya tersebut harus didaftarkan kembali agar dapat tetap tercatat secara resmi sebagai hasil karya yang dilindungi oleh Hak Cipta.

Baca Juga
Kenapa Kita Mengalami Dejavu?

Tips Membuat Konten yang Tidak Melanggar Hak Cipta

Buat kamu yang masih kebingungan mengenai urusan pembuatan Hak Cipta, gak perlu khawatir lagi, kami akan kasih tahu kamu beberapa tips supaya konten yang kamu buat tidak terkena isu copyright.

1. Konten video

apa itu copyright 5

Copyright di YouTube (sumber: medium.com)

Buat kamu yang merupakan seorang content creator berbentuk video, kamu harus mempertimbangkan penggunaan elemen-elemen dan komposisi dalam video yang kamu buat.

Perhatikanlah elemen yang digunakan untuk menyusun videomu, seperti gambar dan musik. Gunakanlah material yang tidak memiliki Hak Cipta agar kamu tidak terkena kasus pelanggaran copyright. Terutama buat kamu yang menggunakan platform YouTube.

Salah satu hal yang paling sering menjadi kendala saat mempublikasikan sebuah video adalah pada musiknya, baik itu musik latar atau sound effect. Maka dari itu kamu wajib tahu cara mendapatkan musik tanpa copyright, GenK.

Baca Juga
Tips Memilih Buku Referensi Skripsi

2. Konten musik

apa itu copyright 6

Ilustrasi copyright musik (sumber: whatiscopyright.org)

Jenis karya lainnya yang paling sering terkena kasus copyright adalah karya musik. Jika kamu pernah melakukan rekaman cover lagu lalu diunggah ke internet, kamu mungkin sudah tahu hal ini.

Cover lagu merupakan salah satu produk musik dengan potensi yang paling tinggi untuk mengalami masalah Hak Cipta. Sebelum kamu memutuskan untuk menyanyikan cover lagu penyanyi favoritmu, ada beberapa etika cover lagu yang mesti kamu pahami.

3. Konten gambar

apa itu copyright 7

Contoh gambar dengan copyright (sumber: 123rf.com)

Anak desain pasti sudah sangat familiar dengan urusan gambar dengan copyright. Jika kamu hobi mencari gambar atau foto di internet, kamu mungkin pernah melihat teks yang menempel di dalam gambar.

Itu dia salah satu upaya yang dilakukan untuk melindungi hasil karya fotografi atau gambar desain. Teks pada gambar berfungsi agar gambar tidak dengan mudah digunakan tanpa izin dari si Pencipta, GenK.

Kamu bisa mengatasinya dengan mencari sumber referensi visual lainnya yang bebas dari copyright. Misalkan saja pexels.com atau unsplash.com.


Copyright memang perlu banget, GenK, supaya hasil ciptaan kalian dapat terlindungi. Dengan demikian juga, kalian akan merasa karya kalian dihargai. Penghargaan itu yang akan membuat kamu tetap semangat untuk membuat kreasi-kreasi lainnya.

Ditulis Oleh

Wahyu Ramadhan adalah alumnus dari jurusan Bahasa Prancis, Universitas Gadjah Mada. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Hobi menulisnya berkembang sejak ia duduk di bangku SMA hingga sekarang. Dengan menulis, ia dapat belajar banyak hal baru dan berbagi ilmu yang dimilikinya dengan orang banyak. Pemuda yang menyukai warna merah ini senang membaca buku dan belajar hal baru dengan ditemani segelas susu atau jus jambu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait
GenK LIFE

4 Kota yang Menjadi Favorit Para Digital Nomad Indonesia

GenK LIFE

Ingin Jadi Digital Nomad? Kenali Dulu Kelebihan dan Kekurangannya

GenK LIFE

Tips dan Trik Cara Menjadi Digital Nomad Abad ke-21

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Digital Nomad, Si Pengembara Abad ke-21

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link