5 Cara Ampuh Supaya Terhindar dari Toxic Positivity

Dibaca Normal: 4 menit aja
toxic positivity

Di dalam kehidupan sehari-hari, kamu pasti pernah melihat konten toxic positivity di media sosial. Daripada hati gerah ngeliatin konten kayak gitu, mending ikutin cara ampuh agar tehindar dari lingkungan yang penuh dengan toxic positivity berikut ini.

GenKreativv masih ingat gak, di artikel sebelumnya kami pernah membahas tentang apa itu toxic positivity. Singkatnya, toxic positivity adalah gagasan yang dilontarkan kepada orang lain untuk selalu bahagia dan berpikir positif tapi dengan cara yang memaksa.

Yap, sikap seperti ini memang sudah tidak bisa dihindari lagi. Entah itu datang dari diri sendiri ataupun orang lain. Apalagi sikap ini berbeda tipis dengan makna optimisme yang sering digunakan sebagai salah satu cara agar tetap semangat.

Apa itu toxic positivity tentu membawa dampak negatif yang nantinya bisa berujung pada malapetaka. Maka dari itu, kamu mesti banget mencari cara untuk menghindarinya sebelum terlambat.

Di artikel kali ini kami bakal membagikan cara ampuh agar kamu bisa terhindar dari lingkungan yang penuh dengan toxic positivity. Yuk kita simak sama-sama!

Menerima Setiap Emosi yang Sedang Dirasakan

Langkah pertama agar kamu terhindar dari toxic positivity adalah dengan menerima setiap emosi yang sedang dirasakan. Maksudnya, jangan pernah mengelabui dirimu, GenK. Kenali setiap emosi yang muncul dan cari tahu bagaimana perasaanmu setelahnya.

Mungkin kamu akan bertanya-tanya kenapa harus melakukan hal demikian yah? 尹

Ketahuilah bahwa menerima emosi yang muncul akan membuatmu lebih cepat tenang, karena nanti mereka akan hilang dengan sendirinya daripada harus membohongi perasaan sendiri. Kedengarannya memang sederhana, tapi sebenarnya dibutuhkan keberanian dan kemauan diri untuk dapat menerima setiap emosi yang muncul.

Ibarat potongan pantun tuh, Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Baca Juga
Apakah Kamu Orang yang Toxic? Yuk Kenali Ciri-Cirinya!

Self-Compassion

toxic positivity

Ilustrasi menyalahkan diri sendiri (sumber: pexels.com)

Ini semua salah saya, seharusnya saya tidak melakukan itu tadi.

Siapa yang pernah self-talk seperti itu? Kalau kamu termasuk salah satunya, berarti kamu harus segera menghilangkan kebiasaan tersebut, GenK.

Jika dibiarkan berlarut-larut, omongan tersebut bakal tertanam di alam bawah sadar dan jika ada masalah baru kamu akan menyalahkan diri sendiri.

Lalu bagaimana cara menghentikannya?

Mungkin kamu harus belajar tentang apa itu self compassion, GenK.

Buat kamu yang belum tahu, self compassion adalah hal yang dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada diri sendiri ketika sedang mengalami penderitaan, kegagalan, atau berbuat kesalahan dengan tidak menghakimi atas kekurangan dan ketidaksempurnaan diri.

Belajar sedikit demi sedikit saja supaya lama-lama menjadi kebiasaan, GenK.

Baca Juga
5 Cara Berpikir Positif

Tidak Selamanya Hidup Itu Bahagia

toxic positivity

Wefie bersama teman-teman (sumber: pexels.com)

Pernah gak sih kamu merasa iri dengan kehidupan teman-temanmu di Instagram?

Meskipun di Instagram seakan semua orang bahagia 24 jam non stop karena terus-terusan mengunggah foto yang bahagia, tetapi penting juga untuk menyadari bahwa setiap manusia pasti pernah merasakan emosi yang negatif, GenK. Karena konten di Instagram bisa jadi hanya bagian dari personal branding di medsos.

Katakan jika kamu sedang lelah dan katakan juga jika kamu sedang sedih. Ini bukanlah sesuatu yang memalukan dan harus disimpan rapat-rapat sendirian. Bisa-bisa malah terkunci di benakmu yang semakin lama akan diproses oleh otak. Alhasil sikap toxic positivity terus melekat di dalam dirimu deh.

Perasaan tidak bahagia adalah bagian dari kehidupan. Coba kenali perlahan-lahan, mana tahu bisa membuat kamu merasa sedikit lebih damai.

Baca Juga
Bridge of Life: Kalimat Positif Pemberi Harapan Hidup di Atas Sungai Han

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait
GenK LIFE

Kenapa Generasi Milenial Masa Kini Sangat Perfeksionis?

GenK LIFE

7 Cara Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi Saat Bekerja

GenK LIFE

Yuk Cek Tipe Milenial Kamu Lewat Indonesia Millennial Report 2020

GenK LIFE

Teknik Pomodoro, Kerja Produktif dengan Waktu yang Efektif

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link