GenK LIFE

Ternyata Ini Dia Jenis Bahasa Isyarat yang Digunakan di Indonesia

Bahasa isyarat yang diperkenalkan sebagai bahasa formal biasanya digunakan oleh teman tuli. Hal ini disebabkan oleh orang dengan gangguan pendengaran biasanya akan memiliki gangguan pada kemampuan bicara atau komunikasi secara verbal. Sehingga media komunikasi efektif yang dapat dilakukan adalah menggunakan gerak tubuh dalam berinteraksi sehari-hari.  Gerakan-gerakan ini kemudian disepakati maknanya sehingga secara alami lahirlah bahasa isyarat yang digunakan secara luas.

 Untuk penggunaan bahasa isyarat ini, walaupun menggunakan gerakan tubuh, tetap menggunakan gerak bibir dan ekspresi juga agar lawan bicara lebih memahami konteks pesan yang ingin disampaikan. Penggunaan bahasa isyarat di berbagai belahan dunia memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing. Keunikan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti budaya, sosial, maupun kondisi komunitas pengguna bahasa isyarat di setiap tempat. 

Baca Juga :   5 Dilema Quarter Life Crisis yang Kerap Menghantui Milenial

Tak terkecuali di Indonesia yang ternyata memiliki bentuk bahasa isyarat khusus yang dikenal dengan istilah SIBI dan BISINDO. Keduanya memiliki beberapa perbedaan tersendiri baik dalam elemen komunikasinya sendiri, maupun penggunaan yang disesuaikan dengan kultur atau kebiasaan dari teman-teman tuna rungu dan tuna wicara di Indonesia. Ada baiknya, sebelum kita melakukan komunikasi dengan teman-teman tadi, mengenal bahasa isyarat secara singkat dapat dilakukan untuk memastikan interaksi bisa berjalan dengan baik.  

Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI)

Sumber: ypedulikasihabk.org

Sistem Bahasa Isyarat Indonesia atau disingkat SIBI merupakan bahasa isyarat yang diadopsi dari American Sign Language (ASL). Bahasa isyarat yang satu ini juga biasa dipakai di Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk berkomunikasi antara guru dan siswa maupun antar siswa. Meskipun merupakan bahasa isyarat yang direkomendasikan oleh pemerintah, banyak yang berpendapat bahwa SIBI ini lebih sulit karena mengandung kosakata yang baku dan rumit. 

Walaupun SIBI sudah diajarkan kepada teman-teman tuna rungu dan tuna wicara sejak mereka duduk di bangku SLB, tapi tetap saja bahasa isyarat ini dianggap lebih sulit dan susah untuk dipelajari. Bahkan, terkadang mereka yang mengalami tuli saja merasa kesulitan saat harus berkomunikasi dengan menggunakan SIBI. 

Mengingat SIBI adalah bahasa isyarat yang tergolong sulit, banyak teman-teman tuli dan bisu yang memilih untuk tidak menggunakan SIBI saat berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. SIBI yang hanya menggunakan satu tangan saja ini memiliki struktur yang sama dengan tata bahasa lisan Indonesia, termasuk penggunaan awalan dan akhiran.

Baca Juga :   Bagaimana Cara Berhenti Menyentuh Wajah Agar Terhindar dari Virus Corona?
About author

Related posts
GenK LIFE

Beberapa Hal Yang Tidak Perlu Dipusingkan Agar Hidup Lebih Menyenangkan

GenK LIFE

Para Workaholic Wajib Baca! Ini 5 Dampak Buruk Bekerja Terlalu Keras

GenK LIFE

Ini Dia Penjelasan Mengenai Anak Indigo Berdasarkan Sains!

GenK LIFE

Pingin Silaturahmi Tapi Takut Pandemi? Simak Tips Amannya Disini!