Baju Hazmat : Dipakai Tenaga Medis untuk Perlindungan Diri dari COVID-19

Dibaca Normal: 4 menit aja

Tenaga medis sebagai garda terdepan dalam upaya penanggulangan COVID-19, tentu kuga membutuhkan perlindungan. Salah satunya adalah dengan menggunakan APD atau Alat Perlindungan Diri. Hal ini juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) pasal 6, ayat 1 nomor 27 tahun 2017.

Slider
Slider
Slider

Isi peraturan tersebut berbunyi “komite atau tim PPI dibentuk untuk menyelenggarakan tata kelola PPI yang baik agar mutu pelayanan medis serta keselamatan pasien dan pekerja di fasilitas pelayanan kesehatan terjamin dan terlindungi.”

APD dirancang sedimikian rupa yang terdiri dari penutup kepala (hoodie), pelindung wajah, pelindung mata (goggles), masker (respirator), sarung tangan, baju pelindung (gaun) dan sepatu boot.

UPDATES

Slider

UPDATES

Slider

Baju Hazmat. (Sumber: accuweather)

Dilansir Antara News Selasa (14/2/2020) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengungkapkan jika sebaiknya masyrakat yang ingin membantu membuat baju hazmat untuk tenaga medis harus sesuai dengan standar yang berlaku.Hal tersebut karena hazmat yang tidak sesuai dengan standar medis berpotensi bisa ditembus oleh virus COVID-19.

Badan kesehatan dunia  (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga telah menetapkan standar bahan baju hazmat yaitu dari polietilena bukan dari spons dan sebagainya.

Jika tidak sesuai standar, dikhawatirkan bantuan dari masyarakat menjadi sia-sia karena tidak bisa dipakai oleh para tenaga medis. Jika baju hazmat itu tetap digunakan maka dikhawatirkan malah membahayakan keselamatan sebab tidak sesuai standar WHO dan Kemenkes.

Baca Juga
Hal-Hal yang Harus Kamu Tahu Soal Penerapan PSBB Saat COVID-19

Apa itu baju hazmat?

Ilustrasi baju hazmat. (Sumber: chinatopix)

Hazmat suit atau Hazardous material suit merupakan pakaian yang digunakan oleh petugas yang bekerja menangani virus penyebab penyakit COVID-19. Selain itu, baju hazmat juga digunakan oleh petugas kesehatan yang menangani virus lainnya, seperti Ebola, SARS, MERS, dan Flu Burung.

Baju hazmat sebenarnya bukan hanya melindungi dari virus, namun juga cairan, minyak, atau senyawa kimia yang berbahaya. Sehingga, baju itu juga bisa dikenakan oleh orang-orang yang berada di tempat berbahaya, sebagai perlindungan diri.

Baju itu terdiri dari beberapa bagian yaitu pakaian yang menutup seluruh tubuh, kacamata pelindung, dan sarung tangan. Ada juga baju hazmat yang dilengkapi helm, penutup wajah, dan juga sepatu khusus.

Slider
Slider
Slider
Artikel Terkait
GenK LIFE

Tren Ngabuburit Zaman Now vs Zaman Dulu

GenK LIFE

Cara Membuat Jurnal Harian untuk Merawat Kesehatan Mental

GenK LIFE

Belajar Jadi Kaya dengan 4 Jenis Investasi yang Cocok untuk Anak Muda

GenK LIFE

Tanda-Tanda Pasanganmu Bersifat Manipulatif dan Cara Menghadapinya

GenK LIFE

Rekomendasi Tanaman Hias Gantung yang Bikin Hunian Lebih Segar

GenK LIFE

Memahami Fobia Generasi Milenial: dari FOMO hingga Jomblo

Quizzes

Slider
      TRENDING
#Trending
Next >>
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link