GenK LIFE

Baju Hazmat : Dipakai Tenaga Medis untuk Perlindungan Diri dari COVID-19

baju-hazmat

Tenaga medis sebagai garda terdepan dalam upaya penanggulangan COVID-19, tentu juga membutuhkan perlindungan. Salah satunya adalah dengan menggunakan APD atau Alat Perlindungan Diri berupa baju hazmat. Hal ini juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) pasal 6, ayat 1 nomor 27 tahun 2017.

Isi peraturan tersebut berbunyi “komite atau tim PPI dibentuk untuk menyelenggarakan tata kelola PPI yang baik agar mutu pelayanan medis serta keselamatan pasien dan pekerja di fasilitas pelayanan kesehatan terjamin dan terlindungi.”

APD dirancang sedimikian rupa yang terdiri dari penutup kepala (hoodie), pelindung wajah, pelindung mata (goggles), masker (respirator), sarung tangan, baju pelindung (gaun) dan sepatu boot.

pakaian-hazmat

APD. (Sumber: accuweather)

Dilansir Antara News Selasa (14/2/2020) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengungkapkan jika sebaiknya masyrakat yang ingin membantu membuat baju hazmat untuk tenaga medis harus sesuai dengan standar yang berlaku. Hal tersebut karena yang tidak sesuai dengan standar medis berpotensi bisa ditembus oleh virus COVID-19.

Badan kesehatan dunia  (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga telah menetapkan standar bahan baju hazmat yaitu dari polietilena bukan dari spons dan sebagainya.

Jika tidak sesuai standar, dikhawatirkan bantuan dari masyarakat menjadi sia-sia karena tidak bisa dipakai oleh para tenaga medis. Jika APD itu tetap digunakan maka dikhawatirkan malah membahayakan keselamatan sebab tidak sesuai standar WHO dan Kemenkes.

Baca Juga :   Hal-Hal yang Harus Kamu Tahu Soal Penerapan PSBB Saat COVID-19

Apa itu baju hazmat?

APD

Ilustrasi APD. (Sumber: chinatopix)

Hazmat suit atau Hazardous material suit merupakan pakaian yang digunakan oleh petugas yang bekerja menangani virus penyebab penyakit COVID-19. Selain itu, baju hazmat juga digunakan oleh petugas kesehatan yang menangani virus lainnya, seperti Ebola, SARS, MERS, dan Flu Burung.

Baju ini sebenarnya bukan hanya melindungi dari virus, namun juga cairan, minyak, atau senyawa kimia yang berbahaya. Sehingga, baju itu juga bisa dikenakan oleh orang-orang yang berada di tempat berbahaya, sebagai perlindungan diri.

Baju itu terdiri dari beberapa bagian yaitu pakaian yang menutup seluruh tubuh, kacamata pelindung, dan sarung tangan. Ada juga baju hazmat yang dilengkapi helm, penutup wajah, dan juga sepatu khusus.

About author

Related posts
GenK LIFE

Kenalan Dengan Hewan Mitologi Khas Indonesia, Yuk!

GenK LIFE

Pelit Sama Diri Sendiri? Ini 5 Hal Yang Bakal Kamu Alami

GenK LIFE

Sering Merasa Kesepian? Mungkin Ini Penyebabnya!

GenK LIFE

Lagi Fokus Ngerjain Skripsi? Ini Tips Biar Lebih Semangat Lagi!