leadersingle

Cara Membuat Jurnal Harian untuk Merawat Kesehatan Mental

Dibaca Normal: 6 menit aja
cara membuat jurnal harian

Kamu pernah menghadapi satu hari yang menyebalkan banget sampai kamu jadi merasa capek? Wajar banget, karena kondisi kesehatan fisik kita terhubung dengan kesehatan mental. Nah, menurut penelitian Chad Burton dan Laura King dalam Journal of Research in Personality, menulis jurnal harian bisa menjadi cara kreatif untuk merawat kesehatan mental. Berikut cara membuat jurnal yang baik!

Menuangkan Emosi ke Tulisan

cara membuat jurnal 1

Menuangkan Emosi ke Tulisan (Sumber: unsplash.com)

Di jurnal, kamu bisa menuliskan emosi-emosi yang sengaja atau tidak sengaja terpendam. Memendam emosi di satu sisi menyelamatkan kita dari bersikap impulsif dan membuat orang lain tidak nyaman. Tapi di sisi lain, sikap ini membuat kita pelan-pelan menumpuk emosi negatif dalam pikiran.

UPDATES

Slider

UPDATES

Slider

Memendam kesedihan, kekecewaan, kemarahan, ketakutan, kecemasan, dan bentuk emosi negatif lain bisa membuat kita merasa tertekan tanpa mengerti apa sebenarnya akar dari tekanan ini.

Akibatnya, tanpa sadar kita mencari jalan alternatif untuk mengurangi tekanan ini. Craving makan es krim ketika sedang sedih, butuh asupan micin ketika sedang stres deadline di kantor, atau minum alkohol saat sedang banyak pikiran adalah contoh pelarian itu. Padahal kita tahu, tidak satupun asupan tinggi gula dan sodium itu sehat buat tubuh.

Ketika bentuk-bentuk pelarian tersebut tidak memberikan solusi, emosi negatif yang kian menumpuk bisa menumbuhkan bibit-bibit gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Menulis jurnal harian, menurut Burton dan King, menawarkan jalan yang lebih sehat untuk mengurai emosi-emosi negatif itu agar lebih mudah dipahami.

Jika kita bisa lebih jernih melihat dan memahami dari mana akar masalah emosi negatif itu bermula, akan lebih mudah untuk merawat kesehatan mental dan meminimalisir risiko gangguan yang bisa muncul.

Bagaimana Cara Membuat Jurnal Harian?

Tidak janggal kalau ada yang membayangkan membuat jurnal harian adalah aktivitas remaja perempuan di atas buku diary berwarna pastel. Kecenderungan remaja untuk memiliki pergolakan hormon yang lebih dinamis memicu emosi yang meluap. Dengan demikian, menulis catatan harian kerap dilakukan remaja untuk menuangkan emosinya.

Namun menulis jurnal secara klinis tidak terbatas pada remaja dan gender perempuan saja. Siapa pun yang bisa menulis dapat membuat jurnal harian. Bagi yang lebih menyukai menulis di laman digital, blogging bisa jadi alternatif.

Apa pun platformnya, journaling  bermula dari aktivitas menulis. Material yang kamu perlukan tidak lebih dari buku dan pulpen. Jika kamu lebih suka jurnal digital, kamu bisa membuat book baru di Ms. OneNote,  satu laman blog, atau apps jurnal digital lainnya. Nah, kalau sudah siap dengan perkakas menulis, kamu bisa mulai mengisinya dengan keseharian kamu.

Banyak design template jurnal di Pinterest dan tagar #bulletjournal di Instagram yang bisa kamu jadikan referensi. Dari jutaan entri di Pinterest dan Instagram yang bisa kamu coba, ini poin-poin cara membuat jurnal harian yang dapat merawat kesehatan mentalmu:

Quizzes

Slider

Quizzes

Slider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait
GenK LIFE

7 Alasan Kenapa Cewek Harus Cobain Solo Travelling

GenK LIFE

Siapa itu Kawaki di Anime Boruto : Naruto Next Generation?

GenK LIFE

3 Gerakan Senam Otak Sederhana untuk Melatih Kreativitas

GenK LIFE

4 Bisnis Online Ini Bisa Kamu Jalankan Tanpa Perlu Banyak Modal Loh

GenK LIFE

Kenapa Zona Waktu di Indonesia dibagi Menjadi Tiga? Ini Dia Penjelasannya!

GenK LIFE

Cara Membuat Form Online Praktis dan Gratis

      TRENDING
#CoronaVirus
Next >>