fbpx

6 Cara Meningkatkan Konsentrasi Saat Puasa

Dibaca Normal: 5 menit aja 😊
cara meningkatkan konsentrasi saat puasa

Puasa bisa bikin konsentrasi kamu gampang buyar loh. Daripada pekerjaanmu jadi terbengkalai, yuk simak 6 cara meningkatkan konsentrasi saat puasa berikut ini, GenK!

Rasa lapar dan haus menjadi satu. Apalagi siang hari, perut rasanya udah keroncongan, gak sabar untuk buka puasa. Pekerjaan pun jadi ikut terhambat, karena fokusmu jadi bercabang antara lapar, haus, dan mesti menyelesaikan tugas. Bisa-bisa tugas yang seharusnya bisa diselesaikan sebelum deadline malah belum kelar. Alhasil lembur lagi deh.

Apabila pola hidup seperti ini dibiarkan terus-menerus, kasian banget tubuhmu harus bekerja dua kali lipat. Yang seharusnya bisa istirahat setelah buka puasa, ini malah dipaksa untuk kerja dan kerja lagi.

Jadi kapan dong bisa istirahatnya?

Puasa seharusnya tidak menjadi penghalang saat beraktivitas. Hanya saja diperlukan trik-trik khusus yang mesti kamu lakukan saat menjalaninya. Tujuannya supaya puasa dan pekerjaan bisa sama-sama berjalan dengan lancar deh.

Kalau kita cari akar permasalahannya, hilang konsentrasi bisa menjadi salah satu penyebabnya loh. Daripada bingung, yuk simak 6 cara meningkatkan konsentrasi saat puasa berikut ini, GenK!  

Pilih Makanan yang Bergizi Saat Sahur

Waktunya sahur!

Apa menu favoritmu saat sahur?

Makanan yang kamu konsumsi saat sahur sangat berpengaruh sebagai bekal energi untuk beraktivitas seharian. Kalau porsi makanannya benar, maka stamina tubuh pun tetap fit. Namun kamu juga harus memperhatikan keseimbangan gizi yang ada di menu sahurmu, GenK.

Cara Meningkatkan Konsentrasi 1

Ilustrasi makan saat sahur (sumber: pexels.com)

Berbicara soal meningkatkan konsentrasi, ternyata bisa diakali dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi saat sahur.

Makanan sehat itu gak mesti mahal dan ribet kok. Ada beberapa jenis bahan makanan yang bisa kamu konsumsi untuk meningkatkan konsentrasi saat puasa, yaitu sayur-sayuran, ikan, telur, pisang, alpukat, dan lain-lain. Makanan tersebut dipercaya memiliki indeks glikemik rendah.

Apa itu indeks glikemik?

Indeks glikemik adalah hitungan angka yang akan menentukan seberapa cepat makanan yang kamu konsumsi untuk diubah menjadi gula darah.

Semakin rendah angkanya, maka semakin baik saat dikonsumsi di bulan puasa. Keroncongan di siang hari dapat dikurangi deh. Sehingga konsentrasi meningkat dan pekerjaan berjalan dengan lancar.

Nah, sekarang coba buat daftar lauk-pauk yang kalian konsumsi setiap sahur. Apakah gizinya sudah seimbang? Andaikata belum, mulailah untuk mengkonsumsi jenis makanan yang sudah kami sebutkan di atas.  

Baca Juga   5 Alasan Kenapa Self-Talk Bisa Bikin Hidup Lebih Tenang

Jaga Cairan Tubuh dengan Minum Air Putih

Cara Meningkatkan Konsentrasi 2

Ilustrasi minum air putih (sumber: pexels.com)

Dalam keadaan normal, tubuh mesti mendapat asupan air putih minimal 8 gelas per hari. Anjuran itu memang benar adanya. Di saat bulan puasa, tubuh jadi rentan kekurangan cairan. Sehingga konsentrasi pun menurun karena tubuh tidak fit. Ini merupakan tanda-tanda dehidrasi loh.

Solusinya adalah dengan banyak minum air putih saat sahur dan buka puasa. Cairan yang hilang jadi tergantikan lagi dengan minum air putih yang banyak.

Eh tapi jangan berlebihan ya, nanti bisa kembung, GenK. Kalau perut terasa kembung, mau menyantap makanan pun jadi gak nikmat lagi deh.

Mengkonsumsi air putih yang cukup juga bisa menghilangkan stres loh. Saat stres, tubuhmu membutuhkan cairan yang lebih banyak daripada saat tubuh sedang dalam keadaan normal.  

Belajar Setelah Sahur Lebih Efektif

Setelah sahur dan salat subuh masih tersisa waktu beberapa jam sebelum berangkat ke kampus atau berangkat kerja. Daripada tidur lagi, mendingan waktu senggang tersebut digunakan untuk belajar.

Cara Meningkatkan Konsentrasi 3

Ilustrasi belajar setelah sahur (sumber: pexels.com)

Pagi-pagi kok udah belajar?

Jangan salah, cara meningkatkan konsentrasi yang satu ini masuk akal loh.

Saat masih pagi, otakmu lebih segar dan mampu menerima banyak informasi dibanding siang dan malam hari. Coba deh kalau dipikir-pikir, saat siang menjelang sore, otak mulai lelah bekerja, sehingga tidak bisa bekerja terlalu berat. Sementara, malam hari digunakan untuk buka puasa lalu beristirahat.

Apabila kamu belajar setelah buka puasa, justru otak akan sulit untuk berkonsentrasi karena sudah lelah. Tubuh kekurangan cairan dan harus menahan rasa lapar seharian penuh. Makanya, belajar setelah sahur lebih efektif dan otak lebih mampu untuk berkonsentrasi.

Berikan kesempatan tubuhmu untuk beristirahat karena besok pagi mesti bangun untuk sahur lagi, GenK.  

Baca Juga   Mengenal Generasi Z, Penerus Generasi Milenial

Pastikan Jam Tidur Cukup

Cara Meningkatkan Konsentrasi 4

Ilustrasi tidur cukup (sumber: medicalnewstoday.com)

Hayo… semalam tidur jam berapa?

Saat puasa, tubuhmu membutuhkan energi yang lebih banyak untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Apabila semalam kamu begadang, tubuh jadi kurang istirahat dan terasa lemas. Konsentrasi jadi buyar deh saat mengerjakan tugas. Ngantuk dan ngantuk lagi, GenK.

Kalau kayak gini terus, kamu bisa jatuh sakit dan pekerjaan jadi terbengkalai. Duh jadi merembet kemana-mana…

Menjaga jam tidur cukup adalah salah satu cara meningkatkan konsentrasi. Pastikan jam tidur tidak kurang dari 7 jam sehari. Kalau kurang, maka otak jadi kurang responsif dan menyebabkan hilangnya konsentrasi saat bekerja.

Orang dewasa membutuhkan 8-7 jam sehari untuk istirahat. Kalau jam tidur cukup, maka tubuh dan otak jadi segar seharian dan gak gampang sakit deh.  

Baca Juga   7 Alasan Kenapa Kamu Harus Berpikir Kritis

Gunakan Tenaga untuk Kegiatan yang Berfaedah

Cara Meningkatkan Konsentrasi 5

Ilustrasi bermain ponsel di jam kerja (sumber: pexels.com)

Ponselmu berbunyi, ada notifikasi pesan masuk dari sahabatmu. Alhasil yang tadinya lagi asik ngerjain tugas, atensimu malah beralih ke ponsel. Lama-lama kamu jadi asik dengan ponsel.

Pekerjaan jadi terbengkalai karena hilangnya konsentrasi. Selain itu energimu jadi terbuang sia-sia, karena kamu tenggelam di dalam kesibukan yang tidak berarti.

Sebenarnya sesekali mengecek ponsel tak masalah, tapi yang menjadi masalah adalah ketika kegiatan tersebut mengganggu pekerjaan.

Adanya gangguan dari luar bisa merusak konsentrasi. Daripada begitu, lebih baik waktu luang digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat, GenK.

Dikala otak mulai lelah dan jenuh, lakukan peregangan ringan atau kamu bisa jalan-jalan keluar ruang kerja guna menyegarkan pikiran kembali. Kalau otak sudah segar, maka kamu bisa berkonsentrasi lagi untuk bekerja.

Maka dari itu menggunakan tenaga untuk kegiatan yang berfaedah bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan konsentrasi di bulan puasa deh.  

Menjaga Kebugaran Tubuh dengan Olahraga Ringan

Cara Meningkatkan Konsentrasi 6

Ilustrasi olahraga ringan (sumber: pexels.com)

Ternyata olahraga ringan bisa meningkatkan konsentrasi loh. Fokus atau perhatianmu bisa telatih.

Tak dapat dipungkiri, olahraga memang penting untuk kesehatan tubuh. Makan makanan yang bergizi akan lebih baik kalau diikuti dengan rutinitas olahraga ringan secara teratur di bulan puasa. Tubuh jadi fit dan tidak gampang sakit. Sehingga produktivitas dan konsentrasi jadi meningkat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Olahraga saat puasa bisa kamu lakukan 1-2 jam setelah sahur, saat ngabuburit, atau 1-2 jam setelah buka puasa.

Cukup yang ringan-ringan saja kok. Kalau terlalu ekstrem, tubuhmu malah kaget dan ujung-ujungnya sakit. Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik.


Semoga 6 cara meningkatkan konsentrasi di atas bisa membantu kamu untuk beraktivitas di bulan puasa. Selamat berpuasa, GenK!  

Tentang Penulis

Halo GenKreativv disini.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
GenK LIFE

10 Ciri Orang dengan Intuisi Tinggi yang Berani Mewujudkan Idenya

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Art Block dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

5 Jenis Pekerjaan Buat Kamu yang Hobi Menggambar

GenK LIFE

Yuk Belajar Cara Membuat Kalender Sendiri

GenK LIFE

5 Cara Tepat dan Mudah Belajar Mengetik Cepat

GenK LIFE

Apa Itu Meme? Budaya Komunikasi Kekinian Anak Milenial

GenK LIFE

5 Alasan Kenapa Self-Talk Bisa Bikin Hidup Lebih Tenang

GenK LIFE

Design Thinking, Skill Mencari Solusi yang Dibutuhkan di Zaman Sekarang

GenK LIFE

Memahami Fobia Generasi Milenial: dari FOMO hingga Jomblo

GenK LIFE

Baru Mulai Bisnis? Yuk Baca Cara Jualan Online Lengkap!

GenK LIFE

Mengenal Eustress, Stres yang Baik Untukmu

GenK LIFE

Kenapa Proses Kreatif Itu Penting?

GenK LIFE

Kerja Terampil di Industri Kreatif dengan 4 Soft Skill Ini

GenK LIFE

Cara Menjalani Gaya Hidup Minimalis Tanpa Membebani Diri

GenK LIFE

Beberapa Tren yang Lahir untuk Mengatasi Kesepian Kita

GenK LIFE

4 Profesi Kekinian yang Cocok untuk Lulusan Desain Komunikasi Visual

GenK LIFE

Yang Perlu Kamu Tahu dari Tes Kepribadian MBTI

GenK LIFE

Mengontrol Mimpi lewat Lucid Dream

GenK LIFE

Tren Ngabuburit Zaman Now vs Zaman Dulu

GenK LIFE

5 Ide Acara Bukber yang Seru dan Anti Boros

            Artikel Selanjutnya