Apa Kamu Punya Jiwa Pemimpin yang Baik? Ikut Tes Ini Yuk!

Dibaca Normal: 5 menit aja 😊
ciri pemimpin yang baik

Menjadi seorang leader tidaklah mudah. Diperlukan bakat dan kemauan untuk menjadi pemimpin yang baik. Kalau kamu sendiri lebih punya jiwa sebagai leader atau sebagai follower, GenK?

Kalau kamu merasa dirimu seorang leader, jadilah pemimpin yang baik. Begitu pula sebaliknya, jika kamu seorang follower. Karena keduanya punya peran dan fungsi masing-masing, GenK.

Sebagai leader, jangan sampai kamu mengerjakan semua pekerjaan sendirian. Kamu harus bisa percaya pada follower dan yakin bahwa mereka bisa menyelesaikan pekerjaan dengan benar. Jika kamu merasa seorang follower, kamu juga harus bisa menggantikan leader kalau sewaktu-waktu leader berhalangan hadir.

Kuis: Apakah Kamu Leader atau Follower?

Apakah_Kamu_Seorang_Leader_atau_Follower_2.jpg

Sumber: pexels.com

Asik, saatnya kuis!

Sebelum lanjut ke pembahasan utama, ada baiknya kalau kamu coba untuk mengikuti tes sederhana berikut ini. Tujuannya supaya kamu lebih mengenal dirimu sendiri.

Apakah kamu seorang leader atau follower?

Catatan: Siapkan kertas dan pulpen untuk mencatat jawabanmu. Jawab dengan jujur ya, GenK!

Baca Juga   Kenapa Waktu Terasa Cepat di Situasi Tertentu?

Saat ini kamu sedang berada di keramaian.

  1. Tidak masalah, lagi pula aku memang suka menjadi pusat perhatian.
  2. Kalau bisa cari tempat lain, yuk! Aku tidak suka menjadi pusat perhatian.

Ketika sedang rapat, setiap anggota diminta untuk berbicara kalau ingin menyampaikan pendapat.

  1. Dengan senang hati, karena aku yakin pendapatku bisa membantu yang lain.
  2. Aku jarang mengemukakan pendapat, karena menurutku rekan kantorku yang lain punya pendapat yang lebih bagus.

Ada rekan kerjamu yang sedang sakit.

  1. Aku biasanya memberi semangat dan doa, baik secara langsung maupun tertulis lewat pesan singkat. Aku juga menyarankan beberapa merek obat yang bisa membantunya supaya lekas sembuh.
  2. Aku biarkan saja, karena aku takut kalau salah bicara.

Ada rekan kerjamu yang menanyakan saran.

  1. Tentu dengan senang hati aku memberi saran yang ada di otakku. Kalau perlu aku bertanya lebih jauh tentang permasalahan yang sedang dia hadapi. Supaya aku bisa memberi saran yang lebih tepat.
  2. Aku akan menjawabnya, tapi aku takut terlalu ikut campur.

Kamu melihat uang jatuh di lantai.

  1. Aku akan menanyakan kepada rekan kerjaku siapa pemilik uang tersebut, bisa jadi salah satu dari mereka adalah pemiliknya.
  2. Aku akan memindahkan uang tersebut ke tempat yang lebih aman dan tidak terlalu jauh dari lokasi semula. Toh, nanti pemiliknya akan mencari ke sekitar situ.

Kamu adalah orang yang mampu menyelesaikan masalah dengan cepat.

  1. Iya, karena aku tidak akan tenang kalau belum menemukan jawabannya.
  2. Sepertinya tidak.

Bos di bagianmu sedang berhalangan hadir, HRD meminta salah satu pegawai untuk menggantikan posisi bos mu untuk sementara waktu.

  1. Aku bersedia jika memang dibutuhkan.
  2. Jangan aku deh, rekan kerjaku yang lain ada yang lebih pintar kok.

Semua orang berpotensi menjadi leader.

  1. Aku setuju.
  2. Tidak juga ah.

Selesai!

Sekarang hitung hasilnya, berapa banyak kamu menjawab opsi a dan opsi b.

Kalau jawaban dengan opsi a lebih banyak, berarti kamu punya jiwa seorang leader. Lalu kalau jawaban dengan opsi b lebih banyak, berarti kamu punya jiwa seorang follower.

Baca Juga   Apa Benar Night Owls Lebih Kreatif daripada Early Birds?

Bagaimana hasilnya, GenK? Apakah sesuai dengan ekspektasimu?

Kalau sudah selesai mengikuti kuis, sekarang saatnya masuk ke pembahasan utama nih. Kamu harus tahu perbedaan leader dan follower di dalam kehidupan sehari-hari. Disimak, yuk!

Menjadi Seorang Leader

Sebenarnya apa itu leader?

Tentu saja jawabannya adalah pemimpin. Tapi, pemimpin seperti apa? Secara garis besar, pemimpin yang baik adalah seseorang yang bisa menggerakkan kelompoknya menuju tujuan yang disepakati. Eh, tapi bukan itu doang.

Seorang leader harus bisa memberi motivasi baik secara fisik maupun psikologis.

Mengapa? Karena tim yang sehat akan lebih mudah mencapai tujuan dengan strategi-strategi tertentu.

“Enak banget jadi leader, tinggal perintah-perintah aja.”

Kalau kamu punya pemikiran seperti itu, kamu salah besar, GenK. Menjadi leader itu susah-susah gampang. Leader harus bisa memotivasi dan mendorong orang lain, dan untuk melakukannya ia harus mengerti karakter orang yang ia pimpin.

Ditambah lagi, ia juga harus bisa menyampaikan ide-ide yang terpikirkan di otak kepada semua anggota tim tanpa terkecuali. Tujuannya supaya tidak ada perbedaan visi dan misi, GenK.

[Apakah_Kamu_Seorang_Leader_atau_Follower]_6

Sumber: pexels.com

Ilustrasi leader sedang menyampaikan ide (sumber: pexels.com)

Kemudian, seorang pemimpin juga harus melibatkan anggota tim untuk mematangkan ide, sehingga pendapat tidak cuma berasal dari satu arah saja. Ide tersebut direalisasikan menjadi aksi nyata dengan bimbingan leader supaya tetap berada di jalur yang benar.

Dari penjelasan ini kamu pasti tahu kan bahwa seorang leader harus pandai mengelola sumber daya yang dimilikinya. Tapi ingat, GenK, jangan sampai kamu menyalahgunakan kekuasaan dan bertindak semena-mena. Buat anggota tim terinspirasi oleh pilihan dan strategi yang kamu buat, sehingga mereka mau menerima arahan sesuai yang kamu minta.

Hayo… apakah kamu sudah memenuhi kriteria sebagai pemimpin yang baik?

Baca Juga   7 Alasan Kenapa Kamu Harus Berpikir Kritis

Leader Itu Bakat dari Lahir atau Hasil Belajar?

Hmm.. sepertinya pemimpin bisa lahir dari kedua faktor tersebut. Kita pasti sering merasa ada orang yang memang dianugerahi bakat memimpin dari lahir. Tapi ada juga orang yang berhasil jadi pemimpin karena mempelajari soal kepemimpinan dengan sungguh-sungguh.

Bahkan sekarang banyak seminar kepemimpinan yang bisa kamu ikuti, mulai dari yang berbayar sampai yang gratis. Lumayan banget loh, GenK.

Dari seminar tersebut, kamu bisa mengasah keterampilan memimpinmu. Jadi, jangan takut kalau tidak punya memiliki pengalaman kepemimpinan sebelumnya. Melangkahlah maju secara perlahan sambil belajar mengemukakan pendapat dan memecahkan setiap masalah yang ada. Siapa tahu, hal-hal kecil bisa membawamu untuk menemukan jati diri sebagai pemimpin yang baik. Bahkan pemimpin hebat sekali pun juga harus melalui proses dasar terlebih dahulu.

Leader Bukan Cuma CEO Loh

“Aku bukan leader karena aku bukan bos di kantor.”

“Mana bisa jadi leader kalau aku bukan sarjana.”

Salah banget, GenK!

Pemikiran seperti itu harus dibuang jauh-jauh untuk membangun mental pemimpin yang hebat. Menjadi leader tidak melulu harus jadi bos. Di setiap bagian kehidupan, kamu bisa mengambil peran sebagai leader. Apalagi, jangan sampai kamu minder soal pendidikan. It’s not a big deal.

Tingkat pendidikan tidak seharusnya membatasi kamu untuk berkarya dan menggali potensi sebagai leader. Ingat, GenK, siapapun bisa jadi leader, apapun gender, status, pendidikan, dan pekerjaan kamu saat ini. Ayo kembangkan bakatmu sekarang juga! Mana tahu kalau kamu mampu menjadi pemimpin yang hebat di masa depan.

Menjadi Follower Tidak Selamanya Buruk Kok

Nah, pertanyaan berikutnya, apakah semua orang harus menjadi leader?

Tidak semua dan tidak selalu kok.

Kamu yang lebih nyaman menjadi follower tidak perlu berkecil hati, karena follower juga memiliki peran penting dan tanggung jawab untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Ketahuilah bahwa para pemimpin tidak akan berhasil kalau mereka tidak punya pengikut, GenK.

Para pengikut adalah bagian dari proses, sama pentingnya kok dengan pemimpin. Bahkan kalau kamu perhatikan, di sebuah kantor lebih banyak membutuhkan pengikut dibanding pemimpin untuk membuat proses pekerjaan lebih lancar dan tujuan jadi lebih mudah tercapai.

Baca Juga   8 Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Menghilangkan Stress

Jadilah Follower yang Baik

Kalau ada leader berarti ada follower bukan?

Kalau tadi sudah membahas soal leader, sekarang kami akan membahas seputar follower yang bisa diandalkan untuk membantu mencapai tujuan bersama.

Jadilah follower yang proaktif.

Yap, bener banget. Menjadi follower bukan berarti menunggu sampai ada arahan atau suruhan dari pemimpin. Menjadi proaktif merupakan salah satu ciri follower yang baik.

Follower bukan berarti harus bersikap pasif dan terlalu menumpahkan semua beban kepada leader. Kamu juga harus paham bagaimana cara untuk bekerja sama dengan pemimpin. Jadilah follower yang baik dan bertanggung jawab supaya bisa berkembang dan sukses sama-sama, GenK.


Nah, itu dia penjelasan singkat seputar leader dan follower. Apa pun peran yang kamu jalani pasti berguna kok. Namun ada yang perlu diingat, kamu harus bijak dan bertanggung jawab saat menjalaninya. Tetap semangat, GenK!

Polling

Tulis Komentar

Artikel Terkait
GenK LIFE

5 Alasan Kenapa Draw My Life Sangat Populer di YouTube

GenK LIFE

5 Rekomendasi Jenis Usaha Tanpa Modal lewat Online

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Influencer dan Cara Mudah Menjadi Influencer

GenK LIFE

4 Tips Public Speaking Efektif yang Patut Kamu Coba

GenK LIFE

3 Tips Cara Parafrase Ampuh Supaya Tulisanmu Bebas Plagiat

GenK LIFE

4 Tips Jadi Fotogenik untuk Tampil Menawan di depan Kamera

GenK LIFE

5 Cara Cepat Menghafal yang Paling Efektif, Kamu Wajib Baca

GenK LIFE

3 Gerakan Senam Otak Sederhana untuk Melatih Kreativitas

GenK LIFE

Mengenal Berbagai Macam Tipe Kecerdasan dan Gaya Belajar

GenK LIFE

5 Alasan Kenapa Orang Suka Foto di Kamar Mandi

GenK LIFE

Kenapa Milenial Hobi Travelling? Bukan Sekadar Tren Loh..

GenK LIFE

Cek Plagiat dengan Cara Ini, Biar Karyamu Gak Menyalahi Aturan

GenK LIFE

4 Alasan Kenapa Orisinalitas Itu Penting di Industri Kreatif

GenK LIFE

4 Trik Instastory Kekinian Buat Instagram Makin Kece

GenK LIFE

Gini Jadinya Kalau Kekuatan Superhero Bumilangit Dipakai Sehari-hari!

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Hashtag Serta Tips & Trik Cara Pakainya

GenK LIFE

7 Jenis Pekerjaan dalam Satu Tim Produksi Animasi

GenK LIFE

5 Cara Menambah Followers Twitter ala kreativv ID

GenK LIFE

4 Profesi Kekinian di Industri Kreatif yang Bisa Kamu Coba

GenK LIFE

Serba Bisa dengan 3 Hard Skill Serbaguna di Industri Kreatif

            Artikel Selanjutnya