GenK LIFE

7 Tips Gaya Hidup Minimalis Jepang ala Fumio Sasaki, Dijamin Ampuh!

gaya hidup minimalis jepang

Adanya keterbatasan ruang dan lahan membuat sebagian orang Jepang memilih gaya hidup minimalis. Seperti yang dilakukan Fumio Sasaki, seseorang yang memutuskan untuk hidup seminim mungkin. Dari situ ia langsung merasakan perubahan di dalam hidupnya, seperti mendapat kebebasan dan kedamaian sejati. Caranya dengan menyisihkan dan membuang barang yang sudah tidak terpakai. Sehingga kamu hanya perlu menyisakan barang-barang penting dengan memaksimalkan fungsinya. 

Apakah kamu tertarik menerapkan gaya hidup minimalis Jepang? Yuk simak tips dari Fumio Sasaki yang pernah ditulis di bukunya yang berjudul “Goodbye, Things: The New Japanese Minimalism”.

1. Ubah Pola Pikir

gaya hidup minimalis jepang

(sumber: dailymail.co.uk)

Pernahkah kamu tidak mau membuang sebuah barang karena merasa punya ikatan emosi dengan barang tersebut? Misalnya kamu tidak ingin membuang kotak musik yang sudah rusak, alasannya karena kotak musik tersebut mengingatkan kamu dengan mantan pacarmu saat duduk di bangku sekolah dulu. 

Seseorang sebenarnya bisa saja menyingkirkan dan membuang berbagai benda yang sudah tidak berguna, tapi selalu menyerah karena emosimu sudah terikat dengan benda tersebut. Mungkin hal ini terjadi karena kamu tidak terbiasa membuang barang. Sebaliknya, kamu terbiasa menyimpan barang meskipun fungsinya sudah tidak ada. Mulai sekarang ubah kebiasaan tersebut dan buang jauh-jauh pemikiran bahwa kamu tidak mampu membuang barang.

2. Terampil Membuang Barang 

(sumber: reuters.com)

Gaya hidup minimalis Jepang yang diajarkan oleh Fumio Sasaki tidak sekadar membuang, membuang, dan membuang barang. Tetapi kamu juga diajarkan untuk berpikir kreatif. Kira-kira akan kamu apakan barang-barang yang sudah berguna itu? Apakah dijual ke tukang rongsok atau diberikan kepada tetangga yang memang membutuhkan barang tersebut? Karena membuang barang adalah sebuah keterampilan, sama seperti saat kamu menyimpan barang.

3. Renungkan Diri

gaya hidup minimalis jepang

(sumber: positivessence.fr)

Kembali lagi ke poin pertama, di mana kamu merasa kesulitan membuang barang karena adanya ikatan secara emosional. Hal ini butuh direnungkan. Coba cari penyebab mengapa kamu sulit membuang barang, karena yang paling tahu tentang kamu adalah diri kamu sendiri. Nah, setelah kamu menemukan jawaban yang tepat segera cari solusi untuk menyelesaikannya.

Baca Juga :   Tips Marie Kondo: Mencari Kebahagiaan Lewat Beres-Beres
About author

Related posts
GenK LIFE

Mengenal Hari Bahasa Ibu, Perjuangan Mempertahankan Bahasa Asli

GenK LIFE

Mulai Daur Ulang Plastik, Langkah Kecil Selamatkan Bumi

GenK LIFE

Ingin Bayar Cashless? Kenali Dulu Kelebihan dan Kekurangannya

GenK LIFE

7 Cara Agar Tidak Mudah Baper, Kamu Wajib Tahu!