Inner Child, Mengenal Sosok Kekanakan Dalam Diri yang Menyimpan Luka

Dibaca Normal: 3 menit aja
inner-child

Gampang tersinggung dan marah karena suatu hal? Kamu juga begitu mudahnya berteriak, menangis hingga memutuskan relasi sosial gara-gara emosi yang nggak tertahankan itu? Hmm, kok orang-orang banyak yang bertingkah seperti itu, ya? Apa alasannya? Bisa jadi hal ini dipengaruhi oleh inner child. 

Slider
Slider
Slider

Tahun demi tahun berlalu, kita tumbuh mendewasa dan bergerak perlahan meninggalkan diri dari masa yang telah lalu. Padahal, tahu nggak, kalau sosok itu ternyata masih tinggal di dalam sana? Bahkan hingga kita beranjak semakin dewasa. Banyak yang nggak menyadari hal ini, lho.

Mungkin kamu salah satunya yang bertumbuh tanpa mengetahui dan mengenali benar-benar siapa kamu yang sejati. Termasuk luka batin yang diderita oleh inner child alias ‘anak kecil’ di dalam diri yang terekam ketika masa kecil dahulu. Nah, ternyata inilah kaitannya kenapa kamu dan banyak orang lainnya begitu gampangnya terbakar emosi. Sayangnya, cuma sedikit orang saja yang tahu dan sadar betul akan ‘anak kecil’ itu. Bahwa ia tengah terluka, mendekam dan bersembunyi di dalam diri mereka.

UPDATES

Slider

UPDATES

Slider

Lebih Jauh Mengenal Inner Child di Dalam Dirimu

Mengenal Inner Child di Dalam Dirimu

Ilustrasi tentang inner child di dalam diri (Sumber: cptsdfoundation.org)

Apa itu inner child? Itu adalah istilah untuk sisi kanak-kanak seseorang yang tinggal di dalam dirinya dan masih bereaksi seperti anak kecil pada umumnya. Inner child begitu memengaruhi kepribadian dan cara bersikap kita ketika dewasa karena pengalaman masa kecil mereka di masa lalu yang bisa memberi efek destruktif di masa sekarang.

Sisi tersebut dalam diri setiap orang adalah inti dari kepribadian yang terbentuk dari pengalaman-pengalaman di masa dulu, tentang gimana cara mereka bertindak untuk mendapat cinta yang tercurah ketika mereka masih anak-anak.

Kenapa Inner Child Bisa Menyimpan Luka

Ilustrasi kenapa inner child bisa menyimpan luka (Sumber: yimg.com)

Pengalaman menyakitkan, seperti kekerasan yang didapatkan selama kecil, diabaikan, kurangnya kasih sayang, kontrol yang mengekang, perlindungan atau pengasuhan di keluarga disfungsional. Itu semua bisa bikin inner child kita terluka.

Jika nggak segera disadari dan disembuhkan, luka itu bisa tetap tinggal dan terbawa hingga kita dewasa. Contoh kasus, seorang anak perempuan menyaksikan orang tuanya bertengkar dan mendapati ayahnya memukul ibunya. Begitu ia dewasa, ia akan tumbuh menjadi sosok yang susah mempercayai orang lain. Ia juga takut untuk jatuh cinta dan nggak sedikit yang menghindar terlibat dalam hubungan cinta dengan pria. Ini karena inner child di dalam dirinya mengalami luka yang akan berkembang menjadi trauma sehingga sangat berpengaruh pada kehidupan dewasanya.

Baca Juga
Borderline Personality Disorder, Intip Ciri-Ciri Gangguan Kepribadian Ambang

Slider
Slider
Slider
Artikel Terkait
GenK LIFE

Mengenal Generasi Z, Penerus Generasi Milenial

GenK LIFE

Biar Lebih Bahagia, Yuk Praktekkan Mindfulness Dalam Kehidupan Sehari-Hari!

GenK LIFE

Latihan Pernapasan Mengatasi Kecemasan, Bisa Dicoba di Rumah

GenK LIFE

5 Bahan Alami Ini Bisa Kamu Gunakan Untuk Hand Sanitizer, Loh!

GenK LIFE

5 Hal Berharga Dalam Hidup Saat Sedang Social Distancing di Rumah

GenK LIFE

Alasan Kenapa Kamu Harus Tahu Toxic Positivity

Quizzes

Slider
      TRENDING
#Trending
Next >>
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link