GenK LIFE

Karantina Wilayah dan Pembatasan Sosial Apa Bedanya dengan Lockdown?

Di tengah pemberitaan tentang pandemi covid-19, terkadang kita juga menjadi banyak menemui beberapa istilah penting namun masih terlalu asing bagi kita. Mulai dari istilah lockdown, social distancing, physical distancing hingga yang terbaru adalah karantina wilayah.

Presiden RI, Joko Widodo pun bahkan sudah mengeluarkan jika Indonesia saat ini sudah mendapatkan status Pembatasan Sosial Skala Besar. Hal tersebut bahkan sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona. Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ilustrasi kota yang di lockdown. (Sumber: Reuters)

Sebelumnya, penetapan tersebut pun sudah didahului dengan Penertiban Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Lalu sebenarnya apa itu pembatasan sosial skala besar yang dimaksudkan? Dan apa itu karantina wilayah dan apakah berbeda dengan lockdown? Agar tidak keliru, simak penjelasan berikut.

Apa itu karantina wilayah?

Mungkin banyak diantara kita yang belum mengetahui tentang istilah karantina wilayah ini. Dalam Undang-Undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, istilah ini juga sudah disebutkan. Konsep ini menerapkan sistem pembatasan pergerakan orang demi kepentingan kesehatan bersama. Dalam undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 sudah disebutkan juga bahwa penerapan karantina wilayah menjadi kewenangan pemerintah pusat dan diatur melalui PP.

Menurut keterangan dari Mahfud MD, selaku Menteri  Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) regulasi Indonesia sendiri tidak mengenal kata lockdown. Walau demikian, ada kata yang paling mendekati yaitu karantina. Menurutnya, karantina wilayah merupakan istilah lain dari physical distancing atau social distancing yang membatasi jarak fisik satu sama lainnya. Sementara, lockdown berujung pada larangan bagi masyarakat untuk keluar-masuk wilayah tertentu sampai suasana kembali kondusif. Jadi jika dijabarkan seperti ini, karantina wilayah dan lockdown tentu memiliki makna yang berbeda.

Ilustrasi stasiun yang sepi. (Sumber: pexels)

Dalam undang-undang tersebut juga dijelaskan bahwa keputusan untuk  karantina harus berdasarkan pada pertimbangan epidemiologis, besarnya ancaman, efektifitas, dukungan sumber daya, teknis operasional, pertimbangan ekonomi sosial, budaya, dan keamanan.

Baca Juga :   Apa Itu Lockdown dan Kenapa Mendadak Populer di Tengah Wabah COVID-19
About author

Related posts
GenK LIFE

Ngabuburit di Masa Pandemi? Intip Rekomendasi Aktivitas Seru Selama Puasa 2021

GenK LIFE

Yuk, Simak Tipsnya Biar Tetap Bugar Saat Puasa Ramadhan!

GenK LIFE

Bridge of Life: Kalimat Positif Pemberi Harapan Hidup di Atas Sungai Han

GenK LIFE

Rekomendasi Podcast Indonesia Buat Menginspirasi Hari-Harimu