Tips Mengatasi Kreativitas yang Mandek

Dibaca Normal: 5 menit aja 😊
mengatasi kreativitas mandek

Pernah mau bikin sesuatu tapi rasanya buntu banget? Mungkin kreativitasmu sedang terhambat. Jangan khawatir, GenK, kami punya cara mengatasinya!

Mau bikin gambar, bingung mau gambar apa. Mau nulis sesuatu, bingung mau mulai dari mana. Udah mulai bikin project, ehh lagi on progress malah hilang arah. Kalem GenK, semua orang pasti pernah mengalami ini.

Ide kamu seolah tertahan di belakang kepala, sulit untuk menuangkannya.

Creativity block atau hambatan kreativitas bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Asalkan kamu tahu langkah-langkah mengatasinya, pasti akan selalu ada jalan agar karyamu selesai pada waktunya.

Kenapa Kreativitas Bisa Terhambat?

Ada saja masanya kebuntuan datang ketika kita sedang atau akan membuat sesuatu.

Tahu-tahu ide mengering begitu saja. Ketika menulis, kata demi kata mulai terasa garing dan tidak jelas poinnya. Ketika melukis, sapuan kuasmu rasanya salah melulu dan melenceng ke mana-mana.

Kebuntuan kala mencipta pada setiap orang disebabkan oleh pemicu yang berbeda-beda. Bagi sebagian orang, kebuntuan ini dipicu oleh tekanan waktu. Sebagian lainnya dipicu karena tekanan pikiran. Tidak jarang, kreativitas kita mandek tanpa alasan yang jelas.

Tahu-tahu, kita jadi cemas.

Kalau sudah begini, kebuntuan bisa membuat kamu merasa tidak ada jalan keluar, kepercayaan diri menurun, dan kebingungan. Hal ini bisa terjadi berkepanjangan, beberapa minggu atau bahkan beberapa tahun.

Langkah-Langkah Mengatasi Kreativitas yang Mandek

Apapun akar pemicunya, ingatlah bahwa kamu selalu memegang kendali atas dirimu, GenK. Jika kamu merasa kreativitasmu sedang mampet, jangan diam menunggu, lakukan sesuatu agar ide mengalir kembali. Nah, berikut langkah-langkah yang bisa kamu coba:                                      

1. Kenali apa yang biasa menginspirasi kamu

Dari mana biasanya idemu datang? Apakah dari literatur, gambar, foto, lirik, atau barang-barang tertentu?

Jika kamu tengah buntu, coba buka kembali referensi idemu. Jika kamu senang belajar dari referensi tertulis, coba lancarkan ide yang mampet dengan membaca buku dan jurnal.

Referensi baru memungkinkan kamu untuk menemukan ide segar sekaligus mempelajari hal baru pula, mulai dari konsepnya, estetikanya, atau teknisnya.

Baca Juga   Manajemen Perhatian agar Mengerjakan Tugas Lebih Efisien

Kreativitas tanpa batas dari kreativv ID 1

Ilustrasi mencari referensi. Sumber: pexels.com

Mudahnya, referensi baru bisa kamu dapatkan lewat cara sesederhana browsing dari rumah. Tipsnya, coba cari gagasan dengan platform yang berbeda. Misal, ketika stuck saat ingin membuat komik horor, coba buka-buka referensi tentang film.

Jika ingin memunculkan ide yang lebih luas, coba padukan dua bidang yang berbeda, misalnya seni dengan teknologi, atau sastra dengan politik.

2. Cari referensi ke luar

Kamu juga bisa mencoba keluar mencari buku di perpustakaan terdekat.

Pergi ke luar pada dasarnya juga bisa menjadi cara untuk memunculkan ide kembali. Pemandangan dan suasana di luar mejamu juga membantu menstimulus pikiran agar lebih fresh dan terbuka untuk mengobservasi hal-hal baru yang bisa menjadi calon ide.

3. Selesaikan kegiatan repetitif

Jika banyak referensi malah membuatmu pusing, coba lakukan kegiatan repetitif menjadi rutinitasmu. Misalnya mandi, keramas, mengepel, mencuci piring, dan menyiram tanaman.

Kegiatan-kegiatan nonkreatif ini bisa menjadi proses meditatif kamu untuk menenangkan diri dan mengalirkan ide kreatif yang stuck, loh.

4. Kenali lingkungan yang mendukung kreativitas kamu

Mana yang lebih kamu suka, berkarya di rumah atau di luar rumah? Lingkungan yang nyaman punya pengaruh penting akan mengalirnya kreativitas kamu.

Nah, jika kamu senang berkarya di rumah, tetapi ide malah stuck di rumah, coba atur ulang isi kamarmu dengan bersih-bersih, GenK. Metode Marie Kondo adalah salah satu yang bisa kamu coba.

Kreativitas tanpa batas dari kreativv ID 2

Ilustrasi kamar bersih dan rapi. Sumber: pexels.com

Menyapu lantai, menyusun art supplies, menata buku, mengecat dinding, dan meruncing pensil, pada dasarnya adalah kegiatan repetitif yang juga bisa menjadi momen kamu menjernihkan pikiran, GenK. Jika pikiran jernih, ide pun lebih mudah mengalir.

Di samping itu, mengerjakan kegiatan repetitif juga menimbulkan sense of completing something yang membantu kamu menangkal stres saat terkena creativity block.

5. Siap sedia dengan notes

Ide bisa datang tiba-tiba saat kamu melakukan kegiatan repetitif ini, GenK, jadi sediakan notes atau ponsel di dekatmu untuk mencatatnya.

Jangan pikirkan kualitas atau kepraktisan ide yang muncul, tulis aja semuanya. Setidaknya, ini jadi cara untuk kamu bersyukur akan munculnya ide dan berkurangnya kebuntuan.

Baca Juga   Cara Beradaptasi dengan Lingkungan Baru lewat Komunikasi yang Baik

6. Outdoor: kerjakan di taman atau di kafe!

Nah, jika kamu senang berada di luar, coba pergi ke taman. Pemandangan pepohonan hijau bisa membantumu rileks untuk terbuka mengamati dan belajar dari sekitar. Dengan demikian, ide segar pun bisa muncul.

Alternatif  lainnya, coba berkarya di kafe. Penelitian Ravi Mehta yang berjudul Is Noise Always Bad? Exploring the Effects of Ambient Noise on Creative Cognition menemukan bahwa ambient noise di kafe, baik lagu yang diputar di latar maupun suara ngobrol orang yang masuk dari sela headphone kita, dapat meningkatkan kinerja kreatif otak.

Tips Mengatasi Kreativitas yang Mandek 3

Sumber: pexels.com

Rupanya, suara di kafe yang berkisar 50-70 dB meningkatkan kemampuan kita untuk memproses ide-ide abstrak yang sulit dituangkan ke bentuk konkret. Sebaliknya, suara di atas 70 dB menurunkan tingkat pemrosesan informasi, sehingga mengganggu proses kreatif di otak kita.

Itu pula alasan kenapa suara kecil gesekan pensil pada kertas saat menulis juga bisa membantu meningkatkan mood kamu dan mengeluarkan ide kreatif.

7. Start doodling

Nah, jika sudah memegang pensil, sekalian saja scribble dan doodle buku catatanmu. Kegiatan menulis-nulis dan menggambari buku bisa memicu ide mengalir karena alam bawah sadar kita merasa bahwa kita sudah mulai membuat sesuatu.

8. Copying is not a crime (kalau buat belajar)

Ada kalanya mental kita terbeban melihat kertas putih atau layar polos. Membuat karya baru mulai dari awal memang punya tekanan tersendiri ketimbang melanjutkan karya atau mengedit pekerjaan.

Jika perasaan terbebani ini membuat kreativitasmu mandek, coba tiru karya orang lain yang kamu suka. Copying membuat beban memulai berkurang, sehingga kamu bisa fokus pada teknis pembuatannya. Jika mood kamu sudah mulai naik, baru mulai membuat karya originalmu lagi, GenK! Tapi ingat, jangan akui karya orang lain sebagai karyamu ya!

Baca Juga   Cara Membuat Jurnal Harian untuk Merawat Kesehatan Mental
        

9. Coba ganti medium

Berkutat di medium yang sama terkadang membuat kita menuntut diri untuk bekerja sempurna. Nah, kesampingkan tuntutan tak kasat mata itu dengan mencoba medium baru, GenK. Jika kamu biasa melukis, coba bermain dengan clay untuk membuat patung mini. Jika kamu biasa menulis, cobalah fotografi.

Menjajal medium baru membuat kita merasa lebih bebas untuk bereksperimen tanpa tekanan dan kecemasan untuk menghasilkan karya yang sempurna, karena kita tahu kita baru pertama kali mencoba.

10. Garap ide lain

Terkadang ide muncul ketika kita sedang tidak terfokus mencarinya. Karena itu, ketika satu ide mentok, garaplah ide lain yang belum kamu sentuh.

Itulah manfaatnya kamu punya banyak ide yang ditulis di notes. Ketika satu penggarapan ide mulai tersendat, kamu punya ide lain untuk dicicil. Pengerjaan ide kedua juga memberi kamu waktu untuk mematangkan ide pertama yang sedang on hold, GenK.

Menghargai Proses di Samping Hasil

Seringkali kita lupa menikmati proses berkarya saking fokusnya pada hasil yang ingin kita capai. Padahal, berkarya adalah proses inti untuk mencapai hasil dan menyudahi kreativitas yang terhambat.

Belajar menikmati proses bisa kamu lakukan lewat menyadari bagaimana sederhananya menyusun kata atau mengomposisi warna. Nikmatilah proses berkaryamu hingga ke detail terkecil, dan bayangkan betapa hal-hal kecil tersebut lama-lama bisa menjadi karya yang apik.

Perhatikan warna, bau, tekstur, dan suara yang muncul dalam proses kreatif kamu. Jika kamu bisa merasakan kesenangan mencipta lewat panca indera, semua kecemasan dan tekanan yang memicu creativity block bisa pudar dan menghilang.


Nah, itu dia langkah-langkah melawan kreativitas yang mandek, GenK. Siap berkarya kembali?

Polling

Simpan Artikel Ini.

Simpan artikel ini untuk kamu baca lagi nanti, GenK.

Artikel Terkait
GenK LIFE

Tren Ngabuburit Zaman Now vs Zaman Dulu

GenK LIFE

5 Ide Acara Bukber yang Seru dan Anti Boros

GenK LIFE

Tips Memilih Buku Referensi Skripsi

GenK LIFE

Tips Waktu dan Jenis Olahraga Saat Puasa

GenK LIFE

6 Tips Menghadapi Quarter Life Crisis

GenK LIFE

6 Cara Meningkatkan Konsentrasi Saat Puasa

GenK LIFE

Apakah Kamu Alpha Male dan Alpha Female? Yuk Ikut Tesnya!

GenK LIFE

4 Cara Berpikir Objektif

GenK LIFE

Ciri dan Manfaat Jadi Orang Open Minded!

GenK LIFE

9 Cara Membuat CV Yang Menarik Perhatian Rekruiter

GenK LIFE

8 Cara Membangun Jenjang Karir yang Kamu Inginkan

GenK LIFE

5 Cara Menghilangkan Rasa Minder di Kantor

GenK LIFE

4 Langkah Pengambilan Keputusan yang Tepat

GenK LIFE

Mau Jadi Freelancer? Kenali Dulu Kelebihan dan Kekurangannya!

GenK LIFE

Manajemen Perhatian agar Mengerjakan Tugas Lebih Efisien

GenK LIFE

7 Rutinitas Sebelum Tidur yang Bikin Kamu Nyenyak Terlelap

GenK LIFE

Cara Beradaptasi dengan Lingkungan Baru lewat Komunikasi yang Baik

GenK LIFE

Mengenal Generasi Z, Penerus Generasi Milenial

GenK LIFE

5 Cara Keluar dari Hidup Membosankan

GenK LIFE

Apakah Kamu Orang yang Toxic? Yuk Kenali Ciri-Cirinya!

            Artikel Selanjutnya