8 Cara Membangun Jenjang Karir yang Kamu Inginkan

Dibaca Normal: 5 menit aja 😊
cara membangun jenjang karir

Kamu sering merasa bingung dan sulit menentukan karir yang tepat? Tenang, GenK, kami juga pernah mengalaminya. Makanya, berikut ini kami kasih tips menentukan jenjang karir supaya kamu bisa mencapai masa depan yang kamu impikan!

Sebagian dari kamu mungkin telah berkecimpung di dunia kerja, tapi bayangan tentang jenjang karir yang menjanjikan masih belum jelas. Wajar apabila kamu akhirnya merasa bingung untuk meneruskan pekerjaan yang telah kamu tekuni atau meninggalkannya.  

Bahkan ada survei yang menyatakan bahwa seseorang akan cenderung berganti pekerjaan sebanyak tiga kali guna memastikan apakah pekerjaannya akan menjadi karir yang menjanjikan.  

Kenyataannya, banyak anak muda yang sering merasa bingung ketika mulai terjun ke dunia kerja. Terlebih bagi para fresh graduate yang belum punya banyak pengalaman untuk mengukur sejauh mana kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan, pertanyaan “Nanti mau kerja di mana?” tidak ada habisnya dari orang sekitar yang semakin bikin pusing.  

Kamu mungkin pernah merasakan bahwa passion dan jurusan kuliah yang kamu ambil berbeda jauh, sehingga merasa bingung untuk menjatuhkan pilihan. Atau kamu juga merasa dilemma antara bekerja dan pilihan meneruskan jenjang pendidikan selanjutnya.  

Jangan bingung dulu ya, GenK, dan tarik napas dalam. Lewat artikel ini, kami akan memberikan beberapa cara untuk menentukan jenjang karir yang tepat. Yuk, simak!  

Kenali dirimu terlebih dahulu

jenjang karir 1

Ilustrasi mengenali diri sendiri (sumber: pexels.com)

Kita mulai dari dirimu sendiri dulu ya..  

Mungkin kamu belum punya bayangan tentang pekerjaan yang kelak ditekuni, tapi percayalah, GenK, kamu perlu waktu untuk merenungkannya. Karena ini adalah sebuah fase yang harus kamu hadapi, bukan dihindari.  

Kamu perlu mengenal dirimu lebih baik dengan mencari tahu bidang yang ingin kamu minati. Gali lebih dalam tentang pekerjaan yang membuatmu bersemangat. Tuliskan opsi apa yang muncul ketika kamu memikirkannya dan bagaimana cara merealisasikannya.  

Kami percaya, bekerja dengan sepenuh hati tentunya akan lebih baik dibanding dengan perasaan terpaksa, GenK.

Buat penilaian yang jujur

Kamu mungkin telah menemukan bidang-bidang yang diminati untuk membangun karir, tapi ternyata kamu tidak memiliki kemampuan yang mumpuni. Di titik ini, kamu perlu memberikan penilaian yang jujur pada dirimu sendiri, GenK.  

Pemikiran yang optimis bahwa kamu bisa menekuni pekerjaan dengan baik memang hal yang positif, namun mengesampingkan fakta bahwa kamu perlu meningkatkan skill sama saja dengan membohongi dirimu sendiri.  

Rencana untuk makin bersemangat dalam bekerja malah jadi gagal karena kamu kewalahan. Gak mau sampai kejadian kan?  

Cobalah untuk menulis perbandingan antara kemampuan yang kamu miliki dengan kualifikasi pekerjaan yang kamu inginkan. Cek seberapa banyak poin yang kamu miliki dan yang perlu kamu perbaiki.  

Jika kamu merasa penilaianmu terlalu subjektif, mintalah bantuan orang lain untuk memberi penilaian tentang dirimu. Dari sini, kamu bisa menjadi lebih tercerahkan dan berusaha untuk meningkatkan skill.  

Apabila kamu terbatas dari segi keuangan untuk ikut pelatihan atau workshop, tersedia berbagai kursus gratis serta tutorial yang bisa kamu temukan di internet. Jangan patah semangat, GenK!  

Menonton video sebagai inspirasi

jenjang karir 2

Ilustrasi menonton video (sumber: pexels.com)

Karena waktu kita banyak dihabiskan lewat smartphone, mengapa tidak menggunakannya untuk hal yang lebih berguna? Kamu bisa mencari inspirasi lewat berbagai video yang ada di internet. Tapi, bukan sembarang video ya!  

Video yang kami maksud adalah yang menampilkan konten motivasi dan pengetahuan. Banyak tokoh pengusaha atau expertise yang menyampaikan materi sehubungan dengan keahliannya. Kamu bisa mengetahui tips dan trik yang mereka lakukan ketika sedang menekuni karirnya.  

Alhasil, wawasanmu semakin luas GenK. Bisa jadi ada bidang-bidang baru yang belum kamu ketahui sebelumnya dan menarik untuk kamu tekuni.

Baca Juga   Kenapa Kamu Harus Punya Tujuan Hidup?
 

Cari pengalaman lewat magang

Kami mengerti bahwa banyak fresh graduate yang ingin memulai karir secepatnya setelah lulus. Impian untuk bekerja di perusahaan besar dan memiliki karir yang menjanjikan sudah menanti untuk direalisasikan. Untuk memperbesar peluang masuk ke perusahaan yang diinginkan, kamu bisa terlebih dahulu mengikuti program magang guna menambah pengalaman.  

Beberapa kampus memang mewajibkan magang semasa kuliah. Tapi bagi yang tidak, magang bisa kamu lakukan setelah kamu lulus kuliah.  

Perlu kamu ingat bahwa tidak semua perusahaan akan memberi gaji kepada anak magang. Namun, kamu bisa mengambil ilmu dan pengalaman bekerja di dalamnya, GenK.  

Selain itu, magang juga berguna untuk menambah networking. Hal ini juga berguna banget untuk jenjang karirmu. Siapa tahu kenalanmu bisa kamu ajak bekerja sama di masa mendatang.  

Lakukan diskusi

jenjang karir 3

Ilustrasi berdiskusi (sumber: pexels.com)

Cara lain untuk menggali karir yang kamu inginkan bisa dilakukan lewat diskusi.  

Ajaklah kenalanmu yang berpengalaman atau bekerja sesuai dengan passionnya untuk membahas dunia kerja. Bagaimana mereka mendapatkan pencapaian dan seperti apa tantangan yang mereka hadapi. Jawaban mereka akan memberi kamu pencerahan.  

Selain teman, kamu mungkin mengetahui orang-orang yang telah berhasil di bidang yang kamu minati. Jangan ragu untuk berkenalan dan bertemu dengan mereka untuk menggali cerita di balik kesuksesannya.  

Lewat ajakan ngopi, kamu mungkin akan terkejut dengan kebaikan mereka untuk membahas banyak hal denganmu. Karena orang sukses biasanya akan senang membagikan ceritanya kepada orang lain. So, patut dicoba ya GenK.  

Bergaul dengan siapa saja

jenjang karir 4

Ilustrasi berteman dengan siapa saja (sumber: pexels.com)

Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa terlepas dari lingkup pergaulan. Semakin banyak teman yang kamu miliki, akan semakin bagus untuk karirmu. Terlebih jika kamu bergaul dengan orang-orang dari berbagai umur dan latar belakang.  

Ketika kamu bergaul dengan siapa saja, wawasan dan sudut pandangmu akan semakin terbuka. Terlebih jika kamu bergaul dalam lingkungan yang positif dan peduli terhadap masa depan.  

Kamu bisa terlibat dalam komunitas, mengikuti seminar dan lokakarya, hingga membuka percakapan dengan orang yang kamu temui.  

Kamu mungkin tidak menyangka sebelumnya bahwa pergaulan bisa membantumu menemukan mentor, partner, hingga klien.  

Baca Juga   Tips Mengatasi Kreativitas yang Mandek

Jangan pernah merasa tua

Seperti pepatah “Tidak pernah ada kata terlambat bagi mereka yang mau belajar”, kami sarankan supaya kamu tidak pusing memikirkan umur, GenK. Jika kamu ada niat untuk belajar sesuatu yang baru, lakukan saja.  

Tanamkan dalam benakmu bahwa kamu selalu muda dan selalu punya kesempatan. Dengan begitu, kamu akan terus mencoba dan berusaha untuk mengikuti perkembangan yang terjadi di sekitarmu. Hal ini tentunya memberikan dampak positif bagi karirmu, GenK.  

Gas aja!

jenjang karir 5

Ilustrasi terus maju meraih mimpi (sumber: pexels.com)

Ketimbang kamu ragu dan pusing memikirkan hal yang belum pernah kamu jalani, mengapa tidak mencobanya saja? Dengan begitu, kamu akan benar-benar tahu seperti apa rasanya menekuni bidang yang kamu minati. Bisa jadi hal-hal yang selama ini kamu dengar tentang pekerjaan tersebut, ternyata hanya mitos belaka.  

Lewat delapan cara yang ada di atas, kami harap kamu menjadi lebih tercerahkan untuk menentukan jenjang karir ya GenK. Percayalah bahwa masa depanmu akan terbentuk, selagi kamu terus berusaha dan menambah wawasanmu.


Gali terus potensi yang kamu miliki dan perbanyak teman yang memberikan dampak baik. Seandainya kamu sedang down, ingatlah untuk tetap berpikir positif.  Selain itu, ikuti terus perkembangan berita dan teknologi karena semakin banyak jenis pekerjaan baru yang bisa kamu coba. Gas terus, GenK!

Polling

Simpan Artikel Ini.

Simpan artikel ini untuk kamu baca lagi nanti, GenK.

Artikel Terkait
GenK LIFE

Tren Ngabuburit Zaman Now vs Zaman Dulu

GenK LIFE

5 Ide Acara Bukber yang Seru dan Anti Boros

GenK LIFE

Tips Memilih Buku Referensi Skripsi

GenK LIFE

Tips Waktu dan Jenis Olahraga Saat Puasa

GenK LIFE

6 Tips Menghadapi Quarter Life Crisis

GenK LIFE

6 Cara Meningkatkan Konsentrasi Saat Puasa

GenK LIFE

Apakah Kamu Alpha Male dan Alpha Female? Yuk Ikut Tesnya!

GenK LIFE

4 Cara Berpikir Objektif

GenK LIFE

Ciri dan Manfaat Jadi Orang Open Minded!

GenK LIFE

9 Cara Membuat CV Yang Menarik Perhatian Rekruiter

GenK LIFE

5 Cara Menghilangkan Rasa Minder di Kantor

GenK LIFE

4 Langkah Pengambilan Keputusan yang Tepat

GenK LIFE

Mau Jadi Freelancer? Kenali Dulu Kelebihan dan Kekurangannya!

GenK LIFE

Tips Mengatasi Kreativitas yang Mandek

GenK LIFE

Manajemen Perhatian agar Mengerjakan Tugas Lebih Efisien

GenK LIFE

7 Rutinitas Sebelum Tidur yang Bikin Kamu Nyenyak Terlelap

GenK LIFE

Cara Beradaptasi dengan Lingkungan Baru lewat Komunikasi yang Baik

GenK LIFE

Mengenal Generasi Z, Penerus Generasi Milenial

GenK LIFE

5 Cara Keluar dari Hidup Membosankan

GenK LIFE

Apakah Kamu Orang yang Toxic? Yuk Kenali Ciri-Cirinya!

            Artikel Selanjutnya