fbpx

Ambil Kendali Hidupmu dengan Mengatur Skala Prioritas

Dibaca Normal: 5 menit aja šŸ˜Š
cara mengatur skala prioritas

Pernah merasa hidupmu ruwet oleh segudang kewajiban? Kalau iya, jangan sedih. Kami pun sama. Entah dari mana segala kewajiban yang menumpuk itu datang. Rasanya tidak ada habisnya. 24 jam sehari seakan kurang untuk menyelesaikan semuanya. Waktu, pada akhirnya, GenK, selalu menjadi hal utama yang harus kita cermati. Tugas-tugas kita akan lebih teratur dan bisa terselesaikan apabila kita mengelola waktu dengan benar. Makanya, kamu perlu mengetahui cara mengatur skala prioritas. Dengan begitu, kamu bisa memilih mana hal-hal yang penting untuk dilakukan dan mana yang bukan.

Manusia = Makhluk yang Banyak Keinginan

Sebagai manusia, kita memang seringkali menginginkan begitu banyak hal.

Jam 10 malam seharusnya kamu pergi tidur dan beristirahat, namun pada jam yang sama serial kesukaanmu sedang tayang di televisi. Akhirnya kamu begadang hingga tengah malam. Alhasil jam tidurmu menjadi kurang, bahkan bangun kesiangan.

skala prioritas

Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā To do list (Sumber: blog.hubspot.com)

Atau, saat semestinya kamu mengerjakan tugas, kamu malah bermalas-malasan dan berpikir, ā€œAh, nanti saja deh.ā€ Kamu lebih memilih jalan-jalan atau melakukan hobi. Tugasmu pun akhirnya terbengkalai.

Pernah? Sama.

Hal-hal tersebut memang membuktikan bahwa kita memiliki dua hal: kebutuhan yang sangat beragam, serta keinginan yang tidak terbatas. Kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang punya konsekuensi masing-masing, tapi kita terlalu lemah untuk memilih.

Namun, jika kamu mengetahui cara mengatur skala prioritas yang baik, maka kamu bisa meminimalisir dampak negatif dari pilihan yang bertumpuk ini.

Baca Juga   Ingin Duit Tambahan? Cobain 9 Pekerjaan Sampingan untuk Mahasiswa Ini

Apa itu Skala Prioritas?

Skala prioritas adalah daftar yang berisikan susunan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya, mulai dari yang terpenting hingga yang masih bisa ditunda untuk dipenuhi.

Dengan mendahulukan kebutuhan yang terpenting, maka beban kewajiban yang kita rasakan juga lebih berkurang.

Kunci dari mengatur skala prioritas yang baik adalah mengombinasikan antara mengetahui jenis kebutuhan, kemampuan diri, serta pengelolaan waktu.

Misalnya, kamu merasa lebih optimal jika bekerja pada siang hari, maka fokuskan dirimu untuk bekerja di waktu tersebut dan hindarkan diri dari aktivitas-aktivitas yang masih bisa kamu lakukan di lain waktu.

skala prioritas 2

Do your work (Sumber: classpass.com)

Jika kamu masih merasa bahwa pekerjaanmu selalu menumpuk, padahal tenggat waktunya sudah dekat, bisa jadi itu adalah tanda bahwa kamu belum mengetahui cara mengatur skala prioritas yang baik. Akibatnya, kamu selalu tergesa-gesa untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaanmu.

Baca Juga   Cara Membuat Portofolio Kreatif

Dan, karena mengerjakannya dengan tergesa-gesa, seringkali pekerjaanmu selesai dengan hasil yang kurang memuaskan. Bahkan lebih buruknya, kamu tidak bisa menyelesaikannya. Duh, pasti tidak enak ya GenK.

skala prioritas 3

Skala prioritas (Sumber: medicalnewstoday.com)

Kamu perlu waspada jika hal tersebut terjadi secara berulang-ulang dalam setiap pekerjaanmu. Jangan dibiarkan terus menerus ya, GenK. Selain merugikan dirimu sendiri, kamu juga merugikan orang lain yang tugasnya berkaitan denganmu.

Tingkatan Dalam Skala Prioritas

Dalam skala prioritas, ada yang namanya tingkatan. Maksudnya, daftar urusan dan tugas-tugasmu dari yang terpenting sampai yang tidak. Kamu bisa mengurutkannya berdasarkan jenisnya, yakni:

1. Mendesak dan Penting

Karena sifatnya yang sangat mendesak dan penting, maka kebutuhan atau pekerjaan jenis ini harus dilakukan segera. Jangan ditunda, GenK! Kamu harus melakukannya dengan cepat karena waktu yang tersedia hanya sedikit. Jenis yang satu ini memiliki dampak yang begitu berpengaruh dalam hidupmu.

2. Penting

Hal-hal yang masuk kategori ā€˜pentingā€™ umumnya memiliki pengaruh dalam tercapainya tujuan kamu. Urusan yang masuk dalam tingkatan ini memang tidak mendesak, tapi bukan berarti kamu boleh menunda-nundanya. Perhatikan batas wakt penyelesaiannya. Jangan sampai tidak dipenuhi.

3. Mendesak

Yang masuk kategori ini adalah hal-hal yang tidak diduga dan mendadak. Semua muncul di luar perencanaanmu. Satu hal yang perlu kamu perhatikan: jika hal ini tidak begitu penting, kamu bisa melakukannya setelah yang penting selesai.

4. Tidak mendesak dan tidak penting

Karena tidak mendesak dan tidak penting, maka urusan ini tidak masuk ke dalam skala prioritas. Urusan ini bisa dilakukan setelah semua yang penting dan mendesak telah dilakukan. Biasanya urusan semacam ini yang sifatnya rekreasional atau menyenangkan.

Langkah-Langkah Mengatur Skala Prioritas

Setelah mengelompokkan tugas-tugas dalam tingkatan skala prioritas, inilah langkah yang bisa kamu aplikasikan untuk mengatur skala prioritas.

Baca Juga   7 Cara Manajemen Waktu Supaya Kamu Sukses di Usia Muda

skala prioritas 4

Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā  Ā Mengatur skala prioritas (Sumber: pentorium.com)

  1. Menentukan tingkat urgensi supaya kamu tahu apa saja yang harus didahulukan. Kalau mau lebih efektif, buatlah skala prioritas mendetail berdasarkan jenis urusannya, misalnya prioritas dalam bekerja, prioritas dalam belajar, prioritas dalam keuangan, dan sebagainya.
  2. Selain ditentukan, ada baiknya jika daftar hal-hal yang penting tersebut kamu tuliskan di dalam sebuah catatan. Hal ini dilakukan supaya kamu tidak lupa urutannya. Kamu bisa membuat daftar checklist sederhana yang memotivasimu untuk menyelesaikan seluruhnya.
  3. Menentukan target yang ingin dicapai berdasarkan tingkatan waktu. Sebagai permulaan, kamu bisa mulai membuat perencanaan sederhana dalam waktu sehari hingga satu minggu. Setelah itu, belajarlah membuat perencanaan tentang apa yang ingin kamu penuhi dalam jangka panjang. Misalnya, keinginan untuk kuliah S2, liburan ke luar negeri, dan sebagainya.
  4. Membuat rencana untuk mempelajari hal baru. Selain mencapai apa yang menjadi prioritas, kamu juga bisa merencanakan apa yang ingin kamu kuasai selanjutnya. Hal ini tentunya sangat berguna untuk membantumu melakukan prioritas di masa mendatang.
  5. Dalam menyusun skala prioritas, jangan lupa untuk menyediakan waktu luang bagi dirimu sendiri. Kenapa? Aagar hidupmu seimbang dan tidak jenuh dalam melakukan rutinitas, GenK. Tapi ingat, sediakan waktu yang sesuai, jangan sampai terlalu banyak sampai menggeser kewajiban yang harus dipenuhi.
  6. Belajar menghargai waktu dan konsisten dengan skala prioritas yang kamu buat. Jangan sampai daftar yang kamu bikin hanya berakhir di atas kertas, GenK. Jangan.

Manfaat Mengatur Skala Prioritas

Selamat, sekarang kamu telah belajar membuat hidupmu lebih mudah dijalani!

Ketika kamu bisa mengelola waktu sebaik-baiknya, kamu bisa membuat hidupmu lebih teratur. Manfaat jangka panjangnya, tentu saja, dirimu dapat lebih berkembang dan matang sebagai seorang individu.

Kalau kamu masih malas mengatur skala prioritas, ada baiknya kamu pikir-pikir lagi. Karena, ada segudang manfaat yang bisa kamu rasakan ketika sudah menguasai cara mengatur skala prioritas. Ini beberapa di antaranya:

  1. Semua kewajiban dapat terselesaikan karena kamu telah menyusun segalanya dengan baik.
  2. Terhindar dari stress yang muncul akibat kebingungan menentukan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.
  3. Performa dalam bekerja selalu baik dan tepat waktu.
  4. Kesehatan menjadi lebih terjaga karena kamu tidak perlu menghabiskan waktu semalam suntuk untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda.
  5. Rencana liburan dapat diwujudkan karena rutinitas terselesaikan tepat waktu.
  6. Menyenangkan diri sendiri dan orang lain. Contoh kecilnya adalah kamu bisa menghabiskan akhir pekanmu bersama keluarga andaikata semua pekerjaan bisa rampung di lima hari kerja.
  7. Membantu memiliki perencanaan masa depan yang lebih baik.


Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatian bila ingin menguasai cara mengatur skala prioritas, GenK. Terapkan cara tersebut supaya setiap perencanaan dan pekerjaanmu bisa terlaksana dengan baik. Jangan lupa, hidup memang terbukti berat; tugasmu membuatnya ringan, bukan sebaliknya. Semangat ya!

Polling

Tentang Penulis

Halo GenKreativv disini.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
GenK LIFE

10 Ciri Orang dengan Intuisi Tinggi yang Berani Mewujudkan Idenya

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Art Block dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

5 Jenis Pekerjaan Buat Kamu yang Hobi Menggambar

GenK LIFE

Yuk Belajar Cara Membuat Kalender Sendiri

GenK LIFE

5 Cara Tepat dan Mudah Belajar Mengetik Cepat

GenK LIFE

Apa Itu Meme? Budaya Komunikasi Kekinian Anak Milenial

GenK LIFE

5 Alasan Kenapa Self-Talk Bisa Bikin Hidup Lebih Tenang

GenK LIFE

Design Thinking, Skill Mencari Solusi yang Dibutuhkan di Zaman Sekarang

GenK LIFE

Memahami Fobia Generasi Milenial: dari FOMO hingga Jomblo

GenK LIFE

Baru Mulai Bisnis? Yuk Baca Cara Jualan Online Lengkap!

GenK LIFE

Mengenal Eustress, Stres yang Baik Untukmu

GenK LIFE

Kenapa Proses Kreatif Itu Penting?

GenK LIFE

Kerja Terampil di Industri Kreatif dengan 4 Soft Skill Ini

GenK LIFE

Cara Menjalani Gaya Hidup Minimalis Tanpa Membebani Diri

GenK LIFE

Beberapa Tren yang Lahir untuk Mengatasi Kesepian Kita

GenK LIFE

4 Profesi Kekinian yang Cocok untuk Lulusan Desain Komunikasi Visual

GenK LIFE

Yang Perlu Kamu Tahu dari Tes Kepribadian MBTI

GenK LIFE

Mengontrol Mimpi lewat Lucid Dream

GenK LIFE

Tren Ngabuburit Zaman Now vs Zaman Dulu

GenK LIFE

5 Ide Acara Bukber yang Seru dan Anti Boros

            Artikel Selanjutnya