fbpx

Meningkatkan Produktivitas dengan To Don’t List

Dibaca Normal: 6 menit aja 😊
to don't list meningkatkan produktivitas

Sudah pernah mencoba membuat to do list untuk meningkatkan produktivitas tapi yang berhasil dilakukan tidak sampai setengahnya? Jangan sedih, kamu tidak sendirian. Sebuah survei dari apps to do list iDoneThis menemukan, 41% dari daftar tugas harian itu bahkan tidak pernah diselesaikan orang-orang.

Padahal, bikin to do list yang mencangkup pekerjaan dan urusan personal  juga tidak sebentar. Butuh alokasi waktu untuk bagi-bagi tugas A ada di hari apa, tugas B baiknya selesai di hari apa. Maskeran tiap hari apa, lalu meditasi tiap hari apa. Alhasil, waktu persiapan buat jadi produktif malah jadi tidak produktif, GenK.  

Psikolog Adam Grant dalam TED Talk juga bilang, to do list kini tak lagi jadi penanda utama efisiensi dan produktivitas kita. Daftar tugas harian ini malah membuat kita secara tidak sadar bisa merasa kebanyakan tugas, karena setelah check list satu tugas, muncul lagi tugas baru yang harus dikerjakan demi menuntaskan to do list.  

Senada dengan Grant, pembawa acara kenamaan Oprah Winfrey kemudian menawarkan alternatif to do list, yakni to don’t list. Daftar hal-hal yang tidak boleh dilakukan ini bisa membantu kamu untuk bisa fokus untuk menghindarinya, sehingga lebih produktif melakukan yang seharusnya kamu lakukan.  

Tidak Membuang To Do List Sepenuhnya

To do list memang membantu kamu untuk mengecek lagi apa yang ingin kamu lakukan hari ini. To do list membuatmu merasa menyelesaikan sesuatu hari ini, sehingga hari ini terasa produktif, waktu tak terbuang percuma.  

Dengan kata lain, to do list menjaga kamu untuk tetap di jalurnya, menyelesaikan tugas-tugas dengan teratur dan efisien.

produktivitas 1

Contoh to do list (sumber: unsplash.com)

Namun yang perlu dihindari, jangan sampai tugas-tugas ini membuat kamu membebani diri sendiri dengan daftar centang yang kian panjang. Jangan sampai tugas-tugas ini mendikte kamu untuk menjalani hari. Kamu bukan robot yang dirakit untuk menuntaskan seisi to do list.  

Jika kamu terus-menerus menambah deretan tugas dan tanggung jawab baru di to do list saja, akan ada waktunya ketika kamu merasa kewalahan. Tugas-tugas ini jadi tidak lagi semenyenangkan semula. Energimu untuk melakukannya pun tidak sepenuh yang dulu.  

Pada akhirnya, kamu jadi mempertanyakan apa yang sebenarnya kamu cari dengan menyelesaikan deretan tugas yang tidak usai-usai ini.  

Nah, ketika daftar tugas harianmu kian panjang inilah, kamu membutuhkan to don’t list.    

Pada dasarnya, to don’t list adalah daftar hal-hal yang kamu tidak ingin lakukan. Tidak ingin lakukan dalam konteks ini mencangkup kegiatan yang kamu ingin berhenti lakukan, atau tugas yang tidak ingin lagi kamu lanjutkan, karena mengganggu produktivitas sekaligus kebahagiaan kamu menjalani hari.  

Yang Mana yang Termasuk To Don’t List

produktivitas 2

Ilustrasi membuat to don’t list (sumber: unsplash.com)

Untuk menangkis to do list yang mulai membuat kewalahan, kamu bisa mulai menyusun to don’t list. Begini caranya:

Klasifikasi mana yang ingin kamu lepaskan

Mulailah dengan mengidentifikasi aktivitas apa saja yang membuat kamu merasa terpaksa melakukannya, padahal bukan prirotas sehari-hari. Cek juga kegiatan-kegiatan yang menghabiskan banyak waktumu tapi tidak membuatmu lebih produktif. Cobalah belajar mengatur skala prioritas.  

Baca Juga   7 Cara Manajemen Waktu Supaya Kamu Sukses di Usia Muda

Bahagia vs waktu terpakai

produktivitas 3

Meja kerja (sumber: unsplash.com)

Jika kamu agak ragu apakah sebuah aktivitas membuat kamu produktif atau tidak, timbanglah apakah ia memberikan rasa bahagia yang setimpal dengan waktu yang habis.

Pada dasarnya, mengidentifikasi kegiatan-kegiatan to don’t list adalah proses untuk memunculkan kesadaran bahwa inilah kegiatan-kegiatan yang tidak ingin kamu lakukan lagi. Dengan kata lain, jika to do list adalah daftar kegiatan produktif yang ingin kamu lakukan, maka to don’t list adalah kegiatan yang ingin kamu lepaskan dari keseharian.  

Menyeimbangkan keduanya membuat kamu lebih sadar bagaimana mengatur tanggung jawab akan waktu, mengatur hubungan dengan orang-orang yang terlibat di kegiatanmu. Keduanya juga membuatmu mengatur kebiasaan baik, sehingga kamu tahu mana yang prioritas, mana yang tidak.  

Menimbang Baik-Buruk Kegiatan dalam To Don’t List

Jika kamu sudah terbiasa dengan to do list, jangan sedih kalau menyusun to don’t list terasa gampang-gampang susah. Apalagi jika kamu sedang mengupayakan target jangka panjang di to do list-mu yang tak kunjung tercapai.  

Kamu mungkin masih terbawa situasi ingin mencentang list harian sedikit demi sedikit, agar lama-lama mencapai target jangka panjang itu.  

produktivitas 4

Ilustrasi menimbang baik-buruk to don’t list (sumber: unsplash.com)

Contoh, jika kamu sedang menabung untuk trip ke Eropa. Kamu lalu menetapkan daftar tugas harian yang lebih kecil, seperti mengambil freelance di mana-mana. Upahnya nanti bisa ditabung untuk mencukupi semua biaya ke Eropa.  

Namun rupanya, upahmu terpakai untuk biaya hidup bulanan. Kamu pun mengambil lebih banyak lagi proyek freelance demi reward sebuah trip ke Eropa. Tanpa kamu sadari, kamu mengabaikan waktu tidurmu, waktu makan, bahkan waktu untuk ke kamar kecil karena menahan pipis; enggan beranjak dari depan tugas.  

Kamu jadi lebih sering memesan junk food murah karena terasa lebih hemat waktu. Kamu jadi mengabaikan kesehatanmu.  

Reward dari upah, lebih-lebih yang bisa mengantarkanmu pada liburan, tentu terasa menggoda. Namun risiko kesehatan yang menghantuimu juga sama besarnya, atau bahkan lebih besar dari rupiah yang kamu dapat. Apalagi, jika upahmu tidak mencukupi untuk membiayaimu kalau-kalau kamu jatuh sakit. Dan, jangan lupakan risiko untuk menjadi tidak produktif saat sakit.  

Nah, pertimbangan reward-tanggung jawab harian inilah yang perlu kamu timbang masak-masak demi kebaikan fisik dan mentalmu. Atur to don’t list seperti ‘saya gak akan ambil freelance lagi kalau sisa waktu tidur gue tinggal 5 jam’.  

Beberapa hal berikut bisa jadi contoh kamu untuk menimbang to don’t list sendiri supaya kamu semakin pandai meningkatkan produktivitas:  

  1.       Jangan melihat dari jangka pendek saja

Jangan merasa terpaksa untuk melakukan hal-hal kecil yang memerlukan porsi waktu besar.  Pertimbangkan lagi besar manfaatnya untuk jangka panjang.

  1.       Jangan mengekor

Tidak perlu merasa harus ikut tren agar cocok dengan orang lain. Kalau kamu punya kebiasaan berbeda dan tidak merugikan keseharian kamu, lakukan saja.

  1.       Jangan ikut-ikutan standard orang

Kalau standard kamu lebih tinggi dari pada standard aktivitas orang lain, tidak perlu ragu jadi berbeda.

  1.       Jangan hanya menerima, tapi juga memberi

Kalau kamu terlibat di komunitas atau tim, berkontribusilah seoptimal mungkin. Kamu boleh memberi, tapi juga menerima. Setiap sumbangsih tenaga dan pikiran dari masing-masing anggota tim tidak ada yang tidak berharga.

  1.       Jangan mencoba untuk bertahan dengan keadaan yang terlalu menekan

Hidup ini dinamis, maka terbukalah dengan perubahan dan hal baru. Pakem-pakem yang tidak menyalahi peraturan dan norma, belum tentu melukai kamu, Genk.

  1.       Jangan  menilai seseorang sebelum paham situasinya

Bias atau prasangka muncul ketika kita tidak benar-benar tahu fakta. Karena itu, coba terbuka dengan ide dan opini orang. Berharmoni dengan orang lain bikin hidupmu lebih damai.

  1.       Jangan membiarkan emosimu meluap tak terkontrol

Meluapkan perasaan dan emosi itu baik, asal tak membuat orang yang menerimanya jadi tidak nyaman. Meskipun kamu bisa merasa lega saat itu, kemudian hari akan ada waktunya kamu menyesalinya.

Baca Juga   8 Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Menghilangkan Stress

  1.       Jangan cuek sama orang-orang tersayang meskipun lagi sibuk

Mereka adalah barisan utama tempat kamu pulang, tempat kamu nyaman berbagi hari. Maka jangan biarkan hari-hari sibuk membuat kamu berubah dan tidak menyenangkan buat mereka. Lagi-lagi, hal-hal kayak gini bisa bikin kamu menyesal ketika mereka kecewa atau bahkan pergi.

  1.       Jangan menghabiskan banyak waktu di depan gadget dan mainan

Kita memang generasi gadget, tapi jangan sampai layar dan kemudahan di dalamnya menyulitkan kamu untuk menikmati alam dan pengalaman di luar sana.  

Manfaat To Don’t List

produktivitas 5

Ilustrasi hidup jadi lebih baik (sumber: unsplash.com)

Itu dia gambaran to don’t list yang bisa kamu coba untuk meningkatkan produktivitas. Seimbangkan to don’t list dengan to do list kamu agar hidup tidak jadi lebih berat. Beberapa manfaat ini juga bisa kamu rasakan saat mencoba to don’t list:

  1. Lebih sadar mana hal yang penting di hidupmu, dan yang tidak.
  2. Lebih produktif karena tahu mana hal yang tidak perlu dilakukan.
  3. Lebih peka dengan tanggung jawab dan mengesampingkan hal yang menghabiskan waktu.
  4. Tekanan mental menurun karena kamu lebih peka dengan hal yang tidak perlu kamu lakukan sehari-hari.
  5. Lebih melihat dan mengerti sebuah tujuan dari perspektif lebih besar dan jangka panjang untuk hidupmu.


Yak, selamat bertumbuh kian dewasa, produktif,  dan bertanggung jawab. Terapkan to don’t list dalam keseharianmu agar tugas-tugas tidak kiat memberatkan hidup. Berusaha meningkatkan produktivitas boleh, tapi jangan lupa bahagia!  

Tentang Penulis

Yurista Andina atau yang kerap disapa dengan Yuri ini merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual. Dari hobi, kini menulis telah menjadi passion yang digeluti oleh perempuan penggemar musik K-Pop ini. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Saat tidak disibukkan dengan pekerjaan kantor, ia sering menghabiskan waktu untuk menulis cerita fiksi.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
GenK LIFE

5 Alasan Kenapa Orang Suka Foto di Kamar Mandi

GenK LIFE

Kenapa Milenial Hobi Travelling? Bukan Sekadar Tren Loh..

GenK LIFE

Cek Plagiat dengan Cara Ini, Biar Karyamu Gak Menyalahi Aturan

GenK LIFE

4 Alasan Kenapa Orisinalitas Itu Penting di Industri Kreatif

GenK LIFE

4 Trik Instastory Kekinian Buat Instagram Makin Kece

GenK LIFE

Gini Jadinya Kalau Kekuatan Superhero Bumilangit Dipakai Sehari-hari!

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Hashtag Serta Tips & Trik Cara Pakainya

GenK LIFE

7 Jenis Pekerjaan dalam Satu Tim Produksi Animasi

GenK LIFE

5 Cara Menambah Followers Twitter ala kreativv ID

GenK LIFE

4 Profesi Kekinian di Industri Kreatif yang Bisa Kamu Coba

GenK LIFE

Serba Bisa dengan 3 Hard Skill Serbaguna di Industri Kreatif

GenK LIFE

7 Jenis Profesi Buat Kamu yang Hobi Menulis

GenK LIFE

5 Tips Facebook Marketing untuk Membangun Brand-mu

GenK LIFE

5 Tips Kreatif Main Instagram agar Kontenmu Lebih Menarik

GenK LIFE

Cara Membuat Form Online Praktis dan Gratis

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Copyright, Anak Kreatif Wajib Tahu

GenK LIFE

Kepribadian Pekerja Kreatif Berdasarkan Golongan Darah

GenK LIFE

10 Ciri Orang dengan Intuisi Tinggi yang Berani Mewujudkan Idenya

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Art Block dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

5 Jenis Pekerjaan Buat Kamu yang Hobi Menggambar

            Artikel Selanjutnya     
kid logo
Mau inspirasi ngalir deras,
kreativitas anti mandek?
Dapetin newsletter gratis dan undangan eksklusif ke acara-acara kreativv ID!

 
close-link
kid logo
EARLY BIRD
Daftar dengan mengisi form di bawah ini

 
close-link