Pola Asuh Tiger Parenting, Benar Baikkah untuk Mental Anak?

Dibaca Normal: 4 menit aja

Setiap orang tua, tentu memiliki pola asuh yang berbeda-beda, semua itu tergantung dari kebiasaan ataupun nilai-nilai yang ada di dalam keluarga. Misalnya ada orang tua yang lebih mengutamakan kedekatan antar anak dan orang tua, ada yang mengutamakan kedisiplinan serta kemandirian, hingga tak jarang juga ada yang terus menerus menanamkan rasa hormat anak ke orang tua, dan lain sebagainya. Lalu pola asuh apakah yang bagus dan baik untuk perkembangan mental anak?

Slider
Slider
Slider

Pola Asuh Anak

Sebenarnya, ada 4 macam pola asuh anak yang mungkin harus kamu tahu terlebih dahulu, seperti:

Uninvolved

Dalam pola asuh ini, orang tua terbilang kirang atau nyari tidak terlibat sama sekali. Anak-anak cenderung lebih dibebaskan, sehingga akan rentan untuk berbuat semuanya sendiri. Apabila anak-anak sudah paham akan hal yang benar, tentu tidak akan masalah. Sebaliknya, jika belum mengetahui dan belajar akan mana yang benar atau salah, itu bisa lebih berbahaya.

UPDATES

Slider

UPDATES

Slider

Indulgent

Ini adalah salah satu pola asuh yang juga sangat tak disarankan untuk dilakukan. Pola asuh ini, membuat orang tua selalu mengikuti semua kemauan anak sehingga orang tua dapat dijajah oleh anak sendiri. Cara ini tentu bukanlah cara yang tepat terlebih untuk perkembangan mental anak. Jika terbiasa ditururi, anak akan tumbuh menjadi sosok yang manja, egois, tidak tahu cara berbagi hingga bersika intoleran kepada yang lain.

Ilustrasi pola asuh anak. (Sumber: shutterstock)

Authoritarian

Kebalikan dari indulgent, pola pengasuhan ini lebih kepada anak yang harus mengikuti semua perintah orang tua dan tidak boleh ada bantahan. Pola pengasuhan ini sendiri sebenarnya sangat lazim ditemui dan diterapkan di negara-negara Asia ataupun keluarga yang masih menganut feodalisme. Negara China, bahkan tercatat sebagai negara yang paling banyak menerapkan pola pengasuhan ini kepada anak-anaknya.

Authoritative

Pola pengasuhan ini mungkin merupakan pola pengasuhan yang baik. Walau orang tua masih dianggap sebagai figur yang berkuasa, namun tidak sampai seperti authoritarian. Orang tua dan anak secara demokratis akan berdiskusi dan terbuka dengan segala hal.

Baca Juga
5 Cara Berdamai dengan Diri Sendiri untuk Menjaga Kesehatan Mental

Slider
Slider
Slider
Artikel Terkait
GenK LIFE

5 Dongeng yang Terkenal di Indonesia, Mana yang Paling Kamu Suka?

GenK LIFE

Kenali Varian Masker Wajah Organik yang Sesuai dengan Kebutuhan Kulitmu

GenK LIFE

Kenali Tanda-Tanda Schizophrenia yang Seringkali Nggak Disadari

GenK LIFE

Fakta tentang Anak Bungsu yang Jarang Diungkap, Ternyata Nggak Selalu Manja

GenK LIFE

Apa yang Dimaksud Dengan False Positive dan False Negative Saat Rapid Test COVID-19

GenK LIFE

Ambil Kendali Hidupmu dengan Mengatur Skala Prioritas

Quizzes

Slider
      TRENDING
#Trending
Next >>
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link