GenK LIFE

6 Tips Menghadapi Quarter Life Crisis

quarter life crisis

Quarter Life Crisis sering dianggap menakutkan. Dan, sayangnya, GenK, cepat atau lambat ia pasti datang. Tapi tenang saja, kami punya tips buat menghadapinya.

Coba jawab beberapa pertanyaan di bawah ini ya:  

Apakah kamu sering merasa pesimis tentang masa depan?

Apakah kamu bertanya-tanya tentang alasan mengapa kamu dilahirkan?

Apakah kamu merasa bahwa dunia dewasa terasa menakutkan?

Apakah kamu merasa belum mencapai yang terbaik dalam hidup?  

Apabila kebanyakan jawaban kamu adalah “iya”, bisa jadi kamu sedang berada dalam fase Quarter Life Crisis.  

Tapi jangan merasa sedih dulu, GenK, karena bukan kamu saja yang merasakan fase gundah gulana ini kok. Banyak anak muda di berbagai belahan dunia, juga mengalami masa tersebut.  

Namun ketimbang terus-terusan resah, lebih baik kamu mengenal alasan, pemicu dan upaya yang bisa dilakukan, supaya lebih siap menghadapinya.  

Apa Itu Quarter Life Crisis?

Quarter Life Crisis (QLC) adalah krisis emosional dan eksistensi yang menimpa seseorang ketika memasuki umur 20-an.  

Di masa ini, seseorang akan sering mempertanyakan hidup yang sedang dijalaninya dan meninjau kembali apa yang telah dilakukan.  

Quarter Life Crisis 1

Ilustrasi merasa sedih (sumber: pexels.com)

Bagi yang sedang mengalami QLC, perasaan sedih, terisolasi, rasa ragu, kurangnya motivasi, kebingungan, depresi, hingga takut akan kegagalan menjadi sesuatu yang sering ditemui.  

Menurut pakar dan pengajar psikologi dari University of Greenwich, London, Dr. Oliver Robinson, QLC terjadi ketika seseorang menginjak seperempat tahap awal menuju kedewasaan. Biasanya akan menimpa mereka yang berada di umur 25-35 dan paling banyak terjadi pada umur 30.  

Sedangkan menurut psikolog asal Washington D.C., Nathan Gehlert, Ph.D., QLC bisa terjadi pada orang-orang yang cenderung aktif dan pintar, namun mengalami pergolakan karena merasa tidak mencapai hal yang diinginkan dan jauh tertinggal dari orang-orang di sekelilingnya.  

Penyebab Quarter Life Crisis

Adanya perasaan resah saat mengalami QLC sesungguhnya memiliki alasan, GenK. Ada beberapa hal yang bisa memicu munculnya QLC, seperti permasalahan finansial, relasi, karier, krisis identitas serta nilai-nilai yang diyakini.  

  • Permasalahan finansial seringkali disebut sebagai pemicu utama.

Ketika seseorang berhadapan dengan kenyataan bahwa ia harus mencukupi hidupnya sendiri serta keluarga, ia seringkali harus mengorbankan ego dan tujuan dalam hidup.  

Bayangkan jika kamu memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter, namun pada waktu yang sama keluargamu sedang berada dalam krisis finansial. Kamu harus memilih satu dan mengorbankan yang lain. Pilihan yang berat tersebut bisa saja membuatmu disorientasi dan kamu harus berusaha mencari pencapaian lain.  

Quarter Life Crisis 2

Ilustrasi krisis finansial (sumber: pexels.com)

Bisa dibilang bahwa finansial menjadi akar dari segala permasalahan, hingga merembet pada persoalan relasi dan karir. Ketika cita-cita dihadapkan dengan kenyataan, maka jenjang karir yang kamu rencanakan bisa saja berubah.  

Masalah finansial membuatmu harus mencari pekerjaan yang lebih membuatmu cepat mapan ketimbang yang sesuai dengan passion. Di sisi lain, waktu untuk memikirkan soal relasi dengan pasangan atau orang tua menjadi semakin sempit. Bahkan, kecenderungan untuk menikmati masa muda justru lebih besar ketimbang berkomitmen dalam hubungan yang serius.  

Baca Juga :   8 Cara Mengatasi Keraguan Terhadap Diri Sendiri
About author

Related posts
GenK LIFE

Ngabuburit di Masa Pandemi? Intip Rekomendasi Aktivitas Seru Selama Puasa 2021

GenK LIFE

Yuk, Simak Tipsnya Biar Tetap Bugar Saat Puasa Ramadhan!

GenK LIFE

Bridge of Life: Kalimat Positif Pemberi Harapan Hidup di Atas Sungai Han

GenK LIFE

Rekomendasi Podcast Indonesia Buat Menginspirasi Hari-Harimu

Leave a Reply

Your email address will not be published.