fbpx

6 Tips Menghadapi Quarter Life Crisis

Dibaca Normal: 5 menit aja 😊
quarter life crisis

Quarter Life Crisis sering dianggap menakutkan. Dan, sayangnya, GenK, cepat atau lambat ia pasti datang. Tapi tenang saja, kami punya tips buat menghadapinya.

Coba jawab beberapa pertanyaan di bawah ini ya:  

Apakah kamu sering merasa pesimis tentang masa depan?

Apakah kamu bertanya-tanya tentang alasan mengapa kamu dilahirkan?

Apakah kamu merasa bahwa dunia dewasa terasa menakutkan?

Apakah kamu merasa belum mencapai yang terbaik dalam hidup?  

Apabila kebanyakan jawaban kamu adalah “iya”, bisa jadi kamu sedang berada dalam fase Quarter Life Crisis.  

Tapi jangan merasa sedih dulu, GenK, karena bukan kamu saja yang merasakan fase gundah gulana ini kok. Banyak anak muda di berbagai belahan dunia, juga mengalami masa tersebut.  

Namun ketimbang terus-terusan resah, lebih baik kamu mengenal alasan, pemicu dan upaya yang bisa dilakukan, supaya lebih siap menghadapinya.  

Apa Itu Quarter Life Crisis?

Quarter Life Crisis (QLC) adalah krisis emosional dan eksistensi yang menimpa seseorang ketika memasuki umur 20-an.  

Di masa ini, seseorang akan sering mempertanyakan hidup yang sedang dijalaninya dan meninjau kembali apa yang telah dilakukan.  

Quarter Life Crisis 1

Ilustrasi merasa sedih (sumber: pexels.com)

Bagi yang sedang mengalami QLC, perasaan sedih, terisolasi, rasa ragu, kurangnya motivasi, kebingungan, depresi, hingga takut akan kegagalan menjadi sesuatu yang sering ditemui.  

Menurut pakar dan pengajar psikologi dari University of Greenwich, London, Dr. Oliver Robinson, QLC terjadi ketika seseorang menginjak seperempat tahap awal menuju kedewasaan. Biasanya akan menimpa mereka yang berada di umur 25-35 dan paling banyak terjadi pada umur 30.  

Sedangkan menurut psikolog asal Washington D.C., Nathan Gehlert, Ph.D., QLC bisa terjadi pada orang-orang yang cenderung aktif dan pintar, namun mengalami pergolakan karena merasa tidak mencapai hal yang diinginkan dan jauh tertinggal dari orang-orang di sekelilingnya.  

Penyebab Quarter Life Crisis

Adanya perasaan resah saat mengalami QLC sesungguhnya memiliki alasan, GenK. Ada beberapa hal yang bisa memicu munculnya QLC, seperti permasalahan finansial, relasi, karier, krisis identitas serta nilai-nilai yang diyakini.  

  • Permasalahan finansial seringkali disebut sebagai pemicu utama.

Ketika seseorang berhadapan dengan kenyataan bahwa ia harus mencukupi hidupnya sendiri serta keluarga, ia seringkali harus mengorbankan ego dan tujuan dalam hidup.  

Bayangkan jika kamu memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter, namun pada waktu yang sama keluargamu sedang berada dalam krisis finansial. Kamu harus memilih satu dan mengorbankan yang lain. Pilihan yang berat tersebut bisa saja membuatmu disorientasi dan kamu harus berusaha mencari pencapaian lain.  

Quarter Life Crisis 2

Ilustrasi krisis finansial (sumber: pexels.com)

Bisa dibilang bahwa finansial menjadi akar dari segala permasalahan, hingga merembet pada persoalan relasi dan karir. Ketika cita-cita dihadapkan dengan kenyataan, maka jenjang karir yang kamu rencanakan bisa saja berubah.  

Masalah finansial membuatmu harus mencari pekerjaan yang lebih membuatmu cepat mapan ketimbang yang sesuai dengan passion. Di sisi lain, waktu untuk memikirkan soal relasi dengan pasangan atau orang tua menjadi semakin sempit. Bahkan, kecenderungan untuk menikmati masa muda justru lebih besar ketimbang berkomitmen dalam hubungan yang serius.  

Baca Juga   8 Cara Mengatasi Keraguan Terhadap Diri Sendiri

  • Krisis Identitas

Krisis identitas juga mempengaruhi seseorang dalam mempercayai idealisme dan nilai-nilai tertentu. Banyak orang menyebut QLC sebagai fase menuju kedewasaan karena seseorang akan cenderung mencoba banyak hal dan berpindah dari satu nilai ke nilai lainnya.  

Di masa ini seseorang juga cenderung memiliki pandangan yang berbeda dari orang tuanya, sehingga rentan memicu konflik dalam keluarga.  

Tips Menghadapi Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis 3

Ilustrasi menghadapi Quarter Life Crisis (sumber: executivestyle.com.au)

Karena persoalan tentang QLC cukup memusingkan, kami tidak ingin kamu tenggelam dalam krisis tersebut sendirian, GenK.  Ada beberapa hal yang bisa kamu terapkan sebagai upaya menghadapinya.

  • Fokus dan berani ambil resiko

Ketika QLC melanda, kamu dihantui dengan rasa takut akan kegagalan dan keraguan terhadap dirimu sendiri. Kami menyarankan kamu untuk mulai fokus dan berani ambil resiko untuk mencapai yang kamu inginkan. Mengumpulkan keberanian memang tidak mudah, namun cobalah untuk menghilangkan pikiran bahwa kamu tidak pantas dan tidak cukup baik. Tantang dirimu sendiri supaya keluar dari zona nyaman dan mulai perubahan.

  • Mementingkan diri sendiri belum tentu egois kok

Kami mengerti bahwa semakin banyak tanggung jawab yang kamu emban ketika semakin dewasa. Tetapi ingatlah bahwa menyenangkan semua orang adalah hal yang mustahil. Akan ada pengorbanan dari setiap keputusan yang kamu ambil. Sehingga sesekali memikirkan kepentinganmu sendiri bukanlah hal yang egois, karena kamu juga punya mimpi yang ingin dicapai.

  • Mencari dukungan dari orang terdekat

Sebuah krisis akan sulit jika dihadapi sendirian, sehingga carilah dukungan dari orang-orang terdekatmu. Masih ada orang lain yang mau menguatkan dan mendengar kegelisahanmu. Lagi pula, tidak perlu takut dianggap lemah dan gagal ketika mengutarakan isi hatimu secara jujur ke orang lain.

Baca Juga   7 Cara Berhenti Stalking untuk Meningkatkan Produktivitas

  • Berhenti membandingkan hidupmu dengan orang lain

QLC kini terasa semakin berat karena media sosial menjadi tempat  berkompetisi untuk memamerkan keberhasilan dan pencapaian dalam hidup. Daripada membuatmu makin stress, berhenti membandingkan hidupmu dengan orang lain. Kamu tidak perlu merasa bahwa hidup orang lain lebih menyenangkan dibanding hidupmu. Lebih baik kamu menghabiskan waktu untuk membaca atau melihat video tutorial ketimbang scrolling media sosial.

  • QLC Adalah Hal yang Wajar Dialami

Meski terdengar klise, penting bagimu untuk berpikir bahwa QLC adalah hal normal yang dilalui. Hampir semua orang di usiamu mengalami QLC dan anggaplah hal tersebut sebagai fase menuju kedewasaan.

  • Melakukan kegiatan positif

Kami tahu bahwa kamu merasa kecewa ketika impianmu tidak tercapai. Ketimbang menyalahkan keadaan dan terpuruk dalam hal-hal negatif, lebih baik menyalurkan energimu ke kegiatan yang lebih positif seperti olahraga, kursus, menulis blog, dan sebagainya.

Tak Selamanya Buruk

 Quarter Life Crisis 4

Ilustrasi berpikir positif (sumber: pexels.com)

Meski Quarter Life Crisis terasa berat dan terkesan menakutkan, tetapi ada pelajaran yang bisa dipetik dari krisis tersebut, GenK. Bagaikan sebuah ujian, QLC membuatmu berproses dan mengetahui nilai-nilai yang kamu miliki.  

Selain menjelaskan tentang rentang umur yang sering dilanda QLC, Dr. Oliver Robinson juga menjelaskan tentang empat fase yang terjadi dalam QLC.  

Ketika seseorang merasakan terjebak dalam situasi baik pekerjaan, relasi, pendidikan dan sebagainya, saat itulah ia mulai masuk ke dalam fase pertama.  

Baca Juga   Meningkatkan Produktivitas dengan To Don’t List

Lalu, fase kedua dimulai ketika muncul pemikiran bahwa akan ada perubahan yang bisa terjadi.  

Ketika ia telah menemukan motivasi dan masuk ke fase ketiga, ia akan berusaha membangun hidup yang baru.  

Dan yang terakhir, ia mengisi “hidup” barunya dengan komitmen yang baru pula.  

Dari empat fase di atas, kita bisa melihat sisi positif QLC sebagai proses menemukan jati diri.  

Ketika kamu sering memikirkan tentang apa yang sebenarnya kamu cari dalam hidup, sesungguhnya di saat itu pula kamu mulai mencari jati dirimu. Lama kelamaan kamu menemukan kembali minat dan tujuan hidup. Akhirnya, kamu menjadi sosok baru yang memiliki visi dan komitmen berbeda dari sebelumnya.  


Dengan mengenal lebih dalam tentang Quarter Life Crisis, semoga kamu tidak lagi resah dan takut pada QLC, GenK. Cobalah untuk melihat sisi positif dari segala hal dan tetap semangat untuk menemukan jati dirimu ya.

Polling

Tentang Penulis

Yurista Andina atau yang kerap disapa dengan Yuri ini merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual. Dari hobi, kini menulis telah menjadi passion yang digeluti oleh perempuan penggemar musik K-Pop ini. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Saat tidak disibukkan dengan pekerjaan kantor, ia sering menghabiskan waktu untuk menulis cerita fiksi.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
GenK LIFE

5 Alasan Kenapa Orang Suka Foto di Kamar Mandi

GenK LIFE

Kenapa Milenial Hobi Travelling? Bukan Sekadar Tren Loh..

GenK LIFE

Cek Plagiat dengan Cara Ini, Biar Karyamu Gak Menyalahi Aturan

GenK LIFE

4 Alasan Kenapa Orisinalitas Itu Penting di Industri Kreatif

GenK LIFE

4 Trik Instastory Kekinian Buat Instagram Makin Kece

GenK LIFE

Gini Jadinya Kalau Kekuatan Superhero Bumilangit Dipakai Sehari-hari!

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Hashtag Serta Tips & Trik Cara Pakainya

GenK LIFE

7 Jenis Pekerjaan dalam Satu Tim Produksi Animasi

GenK LIFE

5 Cara Menambah Followers Twitter ala kreativv ID

GenK LIFE

4 Profesi Kekinian di Industri Kreatif yang Bisa Kamu Coba

GenK LIFE

Serba Bisa dengan 3 Hard Skill Serbaguna di Industri Kreatif

GenK LIFE

7 Jenis Profesi Buat Kamu yang Hobi Menulis

GenK LIFE

5 Tips Facebook Marketing untuk Membangun Brand-mu

GenK LIFE

5 Tips Kreatif Main Instagram agar Kontenmu Lebih Menarik

GenK LIFE

Cara Membuat Form Online Praktis dan Gratis

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Copyright, Anak Kreatif Wajib Tahu

GenK LIFE

Kepribadian Pekerja Kreatif Berdasarkan Golongan Darah

GenK LIFE

10 Ciri Orang dengan Intuisi Tinggi yang Berani Mewujudkan Idenya

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Art Block dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

5 Jenis Pekerjaan Buat Kamu yang Hobi Menggambar

            Artikel Selanjutnya     
kid logo
Mau inspirasi ngalir deras,
kreativitas anti mandek?
Dapetin newsletter gratis dan undangan eksklusif ke acara-acara kreativv ID!

 
close-link
kid logo
EARLY BIRD
Daftar dengan mengisi form di bawah ini

 
close-link