Sapiosexual dan Mereka Para Pecinta Orang-Orang Cerdas

Dibaca Normal: 3 menit aja

Setiap orang memiliki preferensinya masing-masing dalam mencari pasangan. Mayoritas tentu tertarik dengan mereka yang memiliki sosok rupawan, beberapa karena gaya berpakaian seseorang, ada juga yang berlatar profesi, dan juga yang terpikat oleh kecerdasan. Dikenal dengan istilah sapiosexual, ketertarikan akan kualitas berupa kapasitas intelegensi seseorang menjadi fenomena yang cukup sering ditemukan beberapa waktu belakangan. 

Slider
Slider
Slider

Berbicara soal urusan ketertarikan seksual seseorang sepertinya jadi diskusi yang menarik. Apalagi di era yang keterbukaan yang dipenuhi oleh para generasi milenial dan Z yang punya segudang keunikan dalam berbagai macam hal. Termasuk dalam urusan kehidupan pribadi, atau mungkin lebih spesifik ke dunia percintaan.

Seperti pada kalimat pengantar di awal narasi ini, setiap orang pasti memiliki yang namanya ‘tipe’ pasangannya masing-masing. Pertimbangan yang banyak dipilih termasuk beberapa kualitas baik secara fisik, mental, nurani, maupun nalar. Bagi beberapa orang, kapasitas nalar alias kecerdasan akan selalu menjadi kualitas pertama yang dicari dalam individu calon pasangan. 

UPDATES

Slider

UPDATES

Slider

Pokoknya si doi harus jadi juara kelas, kalau bisa dapat beasiswa, nilai ijazah yang terpampang hanya yang berawalan A atau 90 ke atas, kalau gak yah say goodbye. Minimal pengetahuannya seluas samudera dan pas lagi bercakap seakan membuatmu bertanya jika ia masih berkerabat dengan Pak Habibie atau berkakek-buyutkan Einstein.

 Jika kamu mengiyakan skenario di atas, presentase kemungkinannya tinggi kalau dirimu adalah sosok sapioseksual. Nah loh, otak kamu mulai gatal ingin mencari kebenaran informasi yang faktual dan terbukti mampu memuaskan rasa penasaranmu? Simak ulasan lengkap seputar sapiosexual dan potensinya untuk mempengaruhi kehidupan percintaanmu. 

Baca Juga
Memahami Fobia Generasi Milenial: dari FOMO hingga Jomblo

Apa Itu Sapiosexual?

Sapiosexual 2

Sumber: pexels.com

Mari kita mulai telaah romansa berfaedah ini dengan bedah bahasa dan istilah terlebih dahulu biar kamu paham dan gak salah kaprah. Menurut Merriam-Webster (sumber panduan bahasa terkemuka asal Amerika Serikat), sapiosexual memiliki arti harfiah, “tertarik secara seksual ke orang-orang cerdas”. Berbeda dengan rasa tertarik biasa pada orang pintar semata, seorang sapioseksual akan merasa terangsang dengan kapasitas intelegensi seseorang. 

Dalam beberapa kasus ekstrim, para sapioseksual tidak akan mau sama sekali mencoba menjalin hubungan dengan orang yang menurut mereka tidak “cerdas”. Editor Seventeen untuk rubik Style, Kelsey Stiegman, menggambarkan fenomena sapiosexual sebagai sebuah kombinasi antara orientasi seksual dan fetish yang dapat dimiliki siapa saja. Kecenderungan ini dapat muncul murni karena kualitas intelegensi yang ada pada diri seseorang tanpa mengenal batas gender. 

Seorang sapiosexual dapat tertarik pada pria maupun wanita semata jika sosok tersebut dianggap “cerdas” baginya. Tapi tentu saja, rupa fisik yang menarik masih menjadi aspek yang dipertimbangkan oleh para sapioseksual. Perbedaannya adalah pada nilai ‘tambah’ berupa kapasitas kecerdasan yang dianggap sangat memikat bagi mereka. Saat kamu mendengar seseorang berbicara mengenai suatu topik bak ahlinya, perasaan dari dalam diri membuncah yang secara ‘instan’ membuatmu langsung mengatakan ‘iya’ pada sosok tersebut. 

Baca Juga
Seberapa Bucin Kamu? Tes di Sini!

Slider
Slider
Slider
Artikel Terkait
GenK LIFE

Pria yang Bisa Masak Terlihat Lebih Menarik Bagi Wanita, Ini Bukti Sainsnya

GenK LIFE

5 Hal Berharga Dalam Hidup Saat Sedang Social Distancing di Rumah

GenK LIFE

Cara Melatih Emotional Quotient, Penting Banget untuk Karier dan Bisnismu

GenK LIFE

Cara Mencuci Tangan yang Benar untuk Mencegah Virus Corona

GenK LIFE

5 Langkah Praktis dan Mudah untuk Mengusir Rasa Kesepian

GenK LIFE

Ini Dia 5 Label Stereotipe Introvert dan Ekstrovert, Cek Fakta di Baliknya?

Quizzes

Slider
      TRENDING
#Trending
Next >>
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link