5 Alasan Kenapa Self-Talk Bisa Bikin Hidup Lebih Tenang

Dibaca Normal: 7 menit aja
self talk

Ingin cerita tapi tidak tahu harus ke siapa. Dengan teman pun rasanya tidak nyaman. Kenapa kamu tidak melakukan self talk saja, GenK? Berdialog dengan diri sendiri punya banyak manfaat loh.

Malam itu kamu berbaring sambil memejamkan mata di atas kasur. Memikirkan apa saja kejadian yang sudah kamu lewati hari ini. Kemudian kamu teringat momen saat makan siang.

Saat itu bosmu menawarkan semangkuk puding coklat, tapi kamu menolaknya karena segan.

Seharusnya tadi saya terima saja pudingnya. Bodoh banget sih! ucapmu di dalam hati.

self talk 1

Ilustrasi overthinking (sumber: pexels.com)

Sekarang tinggal penyesalan. Kamu takut kalau bosmu malah salah sangka. Sehingga kamu malah menyalahkan diri sendiri.

Oh tidak, GenK Jangan dijadikan kebiasaan. Apalagi, kamu bergumam di dalam hati untuk merutuki diri sendiri. Jika diabaikan bisa menjadi salah satu pemicu stres loh.

Buat kamu yang sering terjebak di dalam kondisi seperti ini, ada baiknya cari tahu lebih dalam soal apa itu self talk, apa bedanya obrolan negatif dengan obrolan positif, serta dampak psikologisnya buat kamu.

Apa Itu Self Talk?

Setiap hari kamu pasti pernah berbicara di dalam hati. Namun banyak yang belum tahu kalau keadaan seperti ini merupakan salah satu langkah untuk membiasakan berdialog dengan diri sendiri. Obrolan internal ini disebut sebagai self talk.

Self talk adalah kegiatan berdialog yang ditujukan kepada diri sendiri dengan menggunakan inner voice. Namun kegiatan ini tidak cuma dilakukan dengan berbicara di dalam hati saja loh, tapi juga bisa disampaikan dengan suara yang lantang.

self talk 2

Ilustrasi self reflection (sumber: lifealth.com)

Terkadang kamu tidak sadar telah melakukan kegiatan ini. Padahal topik suara batin ini akan sangat seru jika dicari tahu lebih dalam.

Coba deh kita pikirkan lagi. Berbicara dengan keluarga, sahabat, atau rekan kantor tentu sudah biasa. Tapi pernahkah kamu membuka perbincangan dengan diri sendiri?

Berbicara sendiri bukan berarti kesepian.

Lewat suara batin, kamu dapat mensugesti pikiran. Setiap kata yang dilontarkan akan terekam di dalam benakmu. Sehingga kamu harus hati-hati saat berucap walaupun kegiatan ini bersifat internal.

Terdapat dua jenis suara batin, yaitu kalimat yang memiliki konteks positif atau negatif. Yuk, kita lihat di poin berikutnya!

Self Talk Positif dan Negatif, Kenali Perbedaannya

Berdebat dengan suara batin merupakan cara efektif untuk menafsirkan sesuatu. Akan menjadi sangat berguna ketika kalimat yang dilontarkan bersifat positif. Namun akan menjadi petaka jika terus-terusan mencekoki pikiran dengan kalimat negatif.

Inner voice yang sifatnya positif dapat mengurangi rasa takut dan meningkatkan kepercayaan diri loh. Tetapi sifat alami manusia cenderung untuk berbicara sendiri secara negatif.

Ini sangat berbahaya. Bisa-bisa malah mengubur kepribadian asli kamu dengan menciptakan fake personalities. Jadi tidak ada bedanya dengan menindas diri sendiri dong?

self talk 3

Ilustrasi inner voice (sumber: steemit.com)

Kamu tidak kreatif.

Juga bukan orang yang berguna.

Dan kamu adalah orang yang menyedihkan.

Apakah kamu berani mengatakan itu kepada sahabatmu? Apakah kamu dapat menjamin kalau mereka akan baik-baik saja setelah mendengar kata-kata tersebut?

Sekarang kita balik. Jika kamu tidak tega berkata seperti itu ke sahabatmu, kenapa kamu malah sampai hati mengatakan hal tersebut kepada diri sendiri?

Sikap seperti ini sangatlah toxic. Kamu mesti banget menjauhkan diri dari sugesti negatif. Sebaliknya, tingkatkan lagi sugesti positif untuk menyehatkan pikiran.

Bagaimana jika kalimatnya diganti menjadi Saya ingin menjadi orang kreatif bukan Saya tidak kreatif. Sehingga lebih enak didengar dan bersifat motivatif.

Positif dan negatif. Keduanya jelas berbeda. Dampak yang bakal kamu dapatkan juga berbeda. Sekarang tinggal pilih, apakah kamu ingin tetap di zona self-criticism yang toxic atau mau menyayangi diri sendiri lewat kalimat-kalimat positif, GenK.

Baca Juga
Apa Benar Night Owls Lebih Kreatif daripada Early Birds?

Cara Meningkatkan Self Talk Positif

Buat kamu yang ingin mendalami monolog positif, ada satu hal yang mesti banget kamu tanamkan. Ini benar-benar dasar, yaitu berpikir positif.

Dengan membiasakan diri dengan pola pikir seperti itu, maka kamu akan jauh lebih termotivasi setiap menghadapi rintangan.

Akan tetapi ada baiknya jika berpikir positif dibarengi dengan berpikir kritis. Tujuannya supaya kamu punya pertimbangan yang lebih seimbang dan tidak akan salah langkah, GenK.

self talk 4

Ilustrasi berpikir positif (sumber: pexels.com)

Balik lagi soal self talk positif, memang ketika kamu membentuk kebiasaan baru pasti membutuhkan waktu dan usaha. Namun seiring berjalannya waktu, pola pikirmu bisa berubah loh.

Seperti yang ditulis dalam Healthline, Positive Self-Talk: How Talking to Yourself Is a Good Thing (17/10/2018), berikut adalah kiat-kiat yang dapat kamu lakukan.

1. Mengurangi sikap pesimis

Kalau ada optimis, maka ada pesimis.

Pesimis adalah sikap seseorang yang menghadapi suatu hal dengan keraguan, kesedihan, rasa putus asa, hilang harapan, dan murung. Pokoknya apa pun akan terasa buruk.

Sikap seperti ini harus dikurangi. Jika dibiarkan terus-menerus maka akan menjadi kebiasaan. Dampaknya akan terasa pada psikologis kamu, GenK.

Misalnya bulan lalu kamu gagal menyelesaikan proyek digital painting dari klien. Bulan ini kamu jadi ragu untuk mengambil proyek baru. Alasannya karena takut gagal. Kamu jadi tidak yakin dengan kemampuanmu sendiri. Kamu merasa bukan orang yang kompeten dalam bidang pekerjaanmu.

Sikap seperti ini memang harus dihilangkan, GenK.

2. Tidak mudah terjebak dalam pikiran negatif

Kejadian tertentu malah meningkatkan keraguan atas diri kamu sendiri. Salah satu contohnya seperti yang sudah kami bahas di poin sebelumnya.

Salah satu cara untuk menghindari self talk negatif adalah dengan tidak mudah terjebak di dalam pikiran negatif.

Kalau sudah begini, maka kamu dapat mengantisipasi dan mempersiapkan diri ketika cobaan datang menghampiri.

3. Jauhi lingkungan yang toxic

Toxic toxic club.

Apakah temanmu ada yang seperti itu? Atau malah kamu sendiri yang punya sifat toxic?

Jika jawabannya adalah iya, maka ada baiknya untuk segera keluar dari lingkungan negatif tersebut. Kelilingi diri kamu dengan orang-orang yang positif. Tanpa kamu sadari sebenarnya kamu dapat menyerap emosi orang-orang yang ada di sekitar, baik itu positif maupun negatif.

Ini seperti cermin.

Bila kamu ingin tahu sebenarnya kamu itu orang yang seperti apa, maka lihatlah teman-temanmu. Mereka adalah cerminan dari diri kamu sendiri.

4. Buat catatan kecil

Terkadang kamu butuh pengingat, salah satunya adalah dengan catatan kecil yang berisikan kalimat-kalimat penyemangat. Sering melihat kalimat positif atau gambar yang inspiratif cukup untuk mengarahkan pikiran kamu kepada hal-hal baik.

Tulislah dengan menggunakan sticky note. Tempelkan tulisan tersebut di dinding kamar, meja kerja, dan di manapun tempat yang kamu gunakan untuk menghabiskan waktu.

Kamu dapat mencetak tulisan tersebut dari internet atau membuatnya sendiri ala-ala studyblr.

Baca Juga
Apa Itu Meme? Budaya Komunikasi Kekinian Anak Milenial

Kenapa Kamu Harus Melakukan Self Talk?

self talk 5

Ilustrasi bercermin (sumber: pexels.com)

Sebelum melakukan sesuatu, ada baiknya kamu mengetahui benefit apa yang bakal kamu dapatkan. Ada banyak alasannya, GenK. Mungkin kamu masih janggal jika disuruh monolog.

Berbicara sendiri? Aneh banget!

Bahkan ada juga yang menganggap bahwa kegiatan ini tidak berfaedah. Padahal bicara sendiri merupakan obat untuk refleksi diri yang tidak bakal kamu temukan di apotek manapun.

Berikut beberapa benefit yang menjadi alasan kenapa kamu harus mencoba bicara sendiri. Disimak, yuk!

1. Refleksi diri

Siapa yang akan menilaimu dengan jujur jika bukan dirimu sendiri?

Yap, bicara sendiri bisa menjadi salah satu cara untuk refleksi diri. Memberi penilaian sejujur-jujurnya pada setiap pilihan dan kejadian yang sudah kamu lewati. Namun ada hal yang mesti kamu ingat.

Memberi penilaian gak selamanya kritik loh. Ada juga penilaian yang sifatnya memotivasi.

Lewat bicara sendiri, seharusnya akan lebih mudah untuk mencari tahu apa saja yang harus diperbaiki dan apa saja hal-hal baik yang mesti kamu pertahankan. Bahkan tingkatkan lagi jika itu memungkinkan, GenK.

2. Mempermudah saat membuat keputusan

Alasan berikutnya adalah untuk mempermudah kamu saat membuat keputusan.

Galau itu lumrah. Apalagi kalau kamu dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Kemudian kamu bertanya kepada teman. Mereka tentu akan memberikan saran ini dan itu. Padahal di lubuk hatimu yang terdalam sebenarnya kamu menolak pemikiran mereka. Akhirnya galau lagi deh.

Daripada terus berputar di dalam lingkaran yang sama, cobalah untuk membuka diskusi dengan diri sendiri. Karena kamu adalah orang yang paling mengerti apa yang sebenarnya kamu inginkan.

Mulai sekarang belajarlah untuk mengambil keputusan bijak tanpa intervensi orang lain.

3. Sebagai teman curhat

Mencari teman curhat itu cocok-cocokan. Terkadang ada topik tertentu yang tidak bisa kamu ceritakan kepada sahabat atau keluarga. Teman yang tersisa siapa lagi kalau bukan dirimu sendiri.

self talk 6

Ilustrasi bersedih (sumber: pexels.com)

Terlalu lama menyimpan masalah dan tak lekas menemukan teman curhat menjadi salah satu alasan terkuat kenapa seseorang bermonolog. Buatlah seolah-olah kamu tengah mengobrol dengan orang lain.

Utarakan semua isi pikiranmu, toh tidak akan ada yang menyalahkan dan menganggapmu rendah jika ternyata salah.

Kegiatan ini dianggap efektif guna meluapkan segala isi hati dan pikiran yang terpendam. Senang atau sedih, ungkapkan semuanya. Buat dirimu lega, GenK.

Baca Juga
5 Alasan Kenapa Draw My Life Sangat Populer di YouTube

4. Sugesti Baik dengan Eustress

Ketika kamu berhadapan dengan sebuah masalah, tentu membutuhkan dukungan, baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu cara termudah untuk mendapatkan dukungan adalah dari dirimu sendiri.

Mensugesti pikiran dengan hal-hal positif yang memotivasi merupakan pilihan yang tepat.

Saya pasti bisa melewati masalah ini.

Dengan begitu, stres yang bersifat negatif ini dapat diubah menjadi eustress yang merupakan stres baik. Alih-alih membawa dampak buruk, eustress justru membawa dampak positif, GenK.

Setelah menanamkan pemikiran seperti ini bakal membuatmu jadi lebih bersemangat dan termotivasi untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.

5. Self-Care

Pada dasarnya, dari empat poin yang sudah kami sebutkan sebelumnya semuanya termasuk ke dalam self-care, GenK.

Melakukan self-care biasanya identik dengan boros. Pergi nonton, belanja, nongkrong di kafe, dan lain-lain. Seperti pelampiasan. Padahal membahagiakan diri sendiri bisa dilakukan dengan cara sederhana kok. Salah satunya dengan melakukan self-talk.

Dengan berbicara sendiri maka kamu akan lebih mengenal siapa kamu sebenarnya. Apa sebenarnya yang kamu mau dan apa yang bisa membuatmu bahagia.

Sekarang tidak perlu bingung, GenK, karena kamu bisa langsung bertanya dengan diri sendiri. Gratis kok.


Tidak ada salahnya bermonolog, yang penting tetap dalam konteks yang positif. Sisihkan waktu untuk mengobrol dengan dirimu meskipun hanya sebentar. Karena dialah yang paling mengerti kamu seutuhnya. Dijamin pikiran stres bakal minggat, GenK.

Polling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait
GenK LIFE

5 Cara Ampuh Supaya Terhindar dari Toxic Positivity

GenK LIFE

Alasan Kenapa Kamu Harus Tahu Toxic Positivity

GenK LIFE

Yuk Intip Tips dan Cara Mendapat Uang dari Podcast!

GenK LIFE

7 Rekomendasi Podcast Terbaik Penuh Faedah Buat Anak Kreatif

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link