fbpx

7 Cara Berhenti Stalking untuk Meningkatkan Produktivitas

Dibaca Normal: 5 menit aja ūüėä
meningkatkan produktivitas

Kamu jarang mengunggah konten ke media sosial namun tidak bisa berhenti menggunakannya? Jumlah postinganmu hanya sedikit tapi kamu menghabiskan waktu berjam-jam untuk stalking orang lain? Wajar kok, GenK.

Jika dipikir-pikir, entah bagaimana kamu bisa sampai ke profil seseorang yang bahkan tidak pernah kamu temui sebelumnya. Awalnya kamu hanya tertarik dengan fotonya yang menggunakan sneakers edisi terbatas, namun satu jam kemudian kamu telah mengetahui berapa kali ia telah mengganti warna rambut dan siapa nama anjing peliharaannya.  

Kamu bahkan bisa berasumsi bahwa ia adalah penyuka kopi susu kekinian karena begitu sering mengunggah foto di berbagai kafe dengan pilihan minum yang sama.  

Apabila kejadian tersebut terasa familiar, jangan-jangan kamu memang stalker sejati.  

Saking getolnya, kamu bisa menghabiskan berjam-jam scrolling hingga layak dianugerahi predikat detektif amatir karena penelusuranmu yang mendalam di dunia maya. Tapi kamu tahu gak sih kalau stalking itu bisa berbahaya buat kesehatan mental?  

Apa Manfaat Stalking?

stalking 1

Ilustrasi stalking (sumber: pexels.com)

Kegiatan stalking pada dasarnya dilakukan untuk mencari tahu tentang seseorang dari media sosialnya. Hal tersebut kamu lakukan karena kamu kepo, ingin tahu siapa dia dan bagaimana perilakunya di media sosial.  

Kalau yang kamu stalk adalah seseorang yang kamu kenal‚ÄĒatau ya setidaknya tahu namanya‚ÄĒdi dunia nyata, kamu pasti pernah menemukan hal-hal ‚Äėajaib‚Äô yang tidak kamu sangka. Ngaku deh, kamu pasti sering membandingkan bagaimana seseorang berperilaku di dunia nyata dengan dunia maya. Sampai kamu bingung, sebetulnya yang asli yang mana ya? ¬†

Dalam dunia kerja, stalking kadang dilakukan beberapa HRD sebelum merekrut calon pegawainya. Bagi para rekruiter yang sudah melek teknologi, memeriksa media sosial menjadi salah satu cara untuk mengetahui karakter calon pegawai.  

Kalau kamu tipikal yang suka mengunggah hinaan politik dan hal-hal berbau SARA, lebih baik dipikir-pikir lagi ya, GenK. Bisa-bisa kamu dicoret dari calon pegawai meski hasil tesnya bagus.

Baca Juga   Kenapa Kamu Harus Punya Tujuan Hidup?

stalking 2

Ilustrasi stalking mantan (sumber: pexels.com)

Di sisi lain, stalking juga dapat membawa dampak yang cenderung buruk. Khususnya buat kamu yang terindikasi bucin alias budak cinta.  

Banyak yang menjadikan hobi mengecek akun media sosial ini sebagai cara mengenang seseorang yang kita suka di masa lalu, entah itu mantan pacar atau gebetan. Stalking seakan-akan menjadi pengobat rindu, kamu merasa cukup puas hanya dengan mengetahui bagaimana keadaannya sekarang.  

Meski terasa bermanfaat, padahal kebiasaan ini tidak ada faedahnya sama sekali. Kamu masih merasa dekat dengan si dia, padahal itu semua semu, GenK.  

Baca Juga   7 Cara Manajemen Waktu Supaya Kamu Sukses di Usia Muda

Tanda Kalau Stalking Adalah Hobimu

stalking 3

Ilustrasi stalking (sumber: pexels.com)

Biasanya, orang yang hobi nge-stalk tidak sadar mereka sudah kecanduan. Berbekal ponsel pintar dan media sosial, kamu selalu tertarik untuk ngubek-ngubek informasi tentang orang lain. Bahkan, teman-temanmu selalu mengandalkan dirimu untuk jadi detektif dadakan saat mereka punya gebetan. Ya ampun!  

Berikut ada beberapa tanda kalau kamu sudah menjadi stalker yang pro:  

  1.       Punya lebih dari satu akun

Bagi kamu yang rajin mengecek akun orang lain, membuat akun kedua anonim adalah cara supaya identitasmu terjaga. Kamu jadi tidak khawatir andaikata tidak sengaja menekan tombol like atau pun mengintip stories. Hayo, siapa saja yang punya akun khusus stalking?

  1.       Selalu update meski tidak follow

Kamu tidak follow si A atau B, tapi selalu tahu perkembangannya akibat mengecek rutin isi media sosialnya. Bener begitu, kan? Kami paham kok, GenK!

  1.       Gelisah saat tidak ada koneksi internet

Karena kamu terlalu sering membuka media sosial untuk kepo, kamu jadi cenderung gelisah saat tidak ada internet. Hati-hati ya GenK, bisa jadi kamu sudah kecanduan.

  1.       Membersihkan history secara berkala

Untuk menutupi jejak-jejak, kamu selalu rajin menghapus history pencarian aplikasi media sosialmu. Hayo, siapa yang merasa tersindir?

  1.       Bukan lagi penasaran, tapi kepuasan

Mencari tahu tentang orang lain sebenarnya masih bisa dimaklumi kalau kamu melakukannya dalam taraf wajar, GenK.  Namun, kalau kamu menjadikan stalking sebagai cara mencari kepuasan, sepertinya kamu harus belajar mengontrol diri.  

Bahaya Terlalu Lama Stalking

Awalnya kamu memang tidak berniat stalking, tapi karena penasaran kamu berujar dalam hati ‚ÄúAh, gak apa-apa, cuma lihat lima menit‚ÄĚ. ¬†

Kenyataannya, kamu menghabiskan jam makan siang saking penasaran dengan partner jalan mantanmu.  

Kamu rela melupakan makan siang demi mendapatkan informasi yang memuaskan rasa keingintahuanmu.  

Ujung-ujungnya, kamu kesal sendiri dengan kenyataan yang tidak bisa kamu ubah tersebut. Gak rugi tuh, GenK?  

stalking 4

Ilustrasi stres karena terlalu sering stalking (sumber: pexels.com)

Daripada kamu terus-terusan membuang waktu untuk stalking, lebih baik kamu menghentikan kebiasaan itu secepatnya. Sebuah studi yang dimuat pada jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Working menemukan bahwa terlalu sering menengok aktivitas mantan di media sosial berdampak sangat buruk bagi kesehatan mental.  

Hasil tersebut didapatkan setelah peneliti bertanya kepada 400 responden tentang seberapa sering mereka melihat media sosial mantan kekasihnya. Terbukti bahwa semakin tinggi intensitasnya, maka semakin besar pula kemungkinan mereka untuk sulit move on.  

Hal ini juga berdampak pada semakin kecilnya kemungkinan mereka untuk mengembangkan minat baru. Belum lagi, ada risiko munculnya rasa cemburu ketika tahu bahwa mantan sudah bersama dengan yang lain.  

Menyedihkan, ya?  

Bayangkan, berapa banyak waktu kamu yang terbuang tanpa melakukan apa-apa? Gak produktif banget kan, GenK!  

Baca Juga   Ambil Kendali Hidupmu dengan Mengatur Skala Prioritas

Cara Mengurangi Stalking agar Lebih Produktif

stalking 5

Ilustrasi menjadi produktif setelah berhenti stalking (sumber: pexels.com)

Daripada kamu semakin tenggelam dalam kebiasaan buruk ini, ada baiknya kamu menguranginya demi kesehatan mental yang lebih baik, GenK. Selain terbukti bikin kamu sulit move on, kecanduan stalking bisa membuat kamu cemas gak jelas.  

Nah, ada beberapa cara yang kami sarankan supaya kamu bisa hidup lebih produktif tanpa stalking.  

  1.       Batasi penggunaan media sosial setiap harinya. Kamu bisa mengatur waktu dan alokasi data yang dihabiskan untuk media sosial dengan bantuan aplikasi.

 

  1.       Kalau mengatur dan membatasi  penggunaan media sosial masih tidak mempan di kamu, lakukan cara yang lebih ekstrem dengan uninstall media sosial dari ponsel. Anggap saja kalau kamu sedang berpuasa dan belajar menahan diri.

 

  1.       Kecenderungan kamu untuk stalking jangan-jangan bermula dari rasa sedih dan galau yang muncul karena mendengar lagu cinta yang sedih. Buat playlist lagu yang ceria dan semangat supaya kamu terhindar dari rasa kangen mantan.

 

  1.       Ketimbang membuka media sosial, kamu bisa mengisi waktu luang dengan menekuni hobi baru atau yang sudah lama kamu tinggalkan. Supaya lebih menarik, lakukan dengan teman-teman yang memiliki ketertarikan yang sama.

 

  1.       Karena kita sudah tahu kalau stalking itu amat nirfaedah, lebih baik kamu mempelajari hal-hal baru yang belum pernah kamu coba. Siapa tahu kamu memiliki bakat terpendam selain menjadi penguntit. Ingat, jangan menyia-nyiakan waktumu untuk hal yang kurang penting.

 

  1.       Kenapa sih kamu masih saja mikirin mantan? Sudah jelas ditinggalkan kok masih aja penasaran. Coba deh mulai membuka diri kepada orang-orang baru. Jangan-jangan ada yang lebih asyik dan mempesona ketimbang yang sudah lewat, GenK.

 

  1.       Ingat GenK, semua yang kami sarankan tidak bisa terlaksana jika kamu tidak membulatkan tekad dan komitmen untuk berhenti stalking. Sebagai seseorang yang menuju dewasa, belajar berkomitmen tidak ada salahnya kan! Ingat,
    hidupmu terlalu berarti untuk dihabiskan cuma dengan mengurusi apa yang dilakukan orang lain di media sosial.


Itulah beberapa saran yang bisa kami berikan untuk kamu yang tidak pernah berhenti stalking. Kami berharap kebiasaan buruk tersebut bisa berkurang darimu ya, GenK, dan segera mendapatkan semangat hidup yang baru. Jangan sampai kamu tidak produktif. Kamu harus menentukan tujuan hidupmu dan berusaha mencapainya. Semangat!

Polling

Tentang Penulis

Yurista Andina atau yang kerap disapa dengan Yuri ini merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual. Dari hobi, kini menulis telah menjadi passion yang digeluti oleh perempuan penggemar musik K-Pop ini. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Saat tidak disibukkan dengan pekerjaan kantor, ia sering menghabiskan waktu untuk menulis cerita fiksi.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
GenK LIFE

10 Ciri Orang dengan Intuisi Tinggi yang Berani Mewujudkan Idenya

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Art Block dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

5 Jenis Pekerjaan Buat Kamu yang Hobi Menggambar

GenK LIFE

Yuk Belajar Cara Membuat Kalender Sendiri

GenK LIFE

5 Cara Tepat dan Mudah Belajar Mengetik Cepat

GenK LIFE

Apa Itu Meme? Budaya Komunikasi Kekinian Anak Milenial

GenK LIFE

5 Alasan Kenapa Self-Talk Bisa Bikin Hidup Lebih Tenang

GenK LIFE

Design Thinking, Skill Mencari Solusi yang Dibutuhkan di Zaman Sekarang

GenK LIFE

Memahami Fobia Generasi Milenial: dari FOMO hingga Jomblo

GenK LIFE

Baru Mulai Bisnis? Yuk Baca Cara Jualan Online Lengkap!

GenK LIFE

Mengenal Eustress, Stres yang Baik Untukmu

GenK LIFE

Kenapa Proses Kreatif Itu Penting?

GenK LIFE

Kerja Terampil di Industri Kreatif dengan 4 Soft Skill Ini

GenK LIFE

Cara Menjalani Gaya Hidup Minimalis Tanpa Membebani Diri

GenK LIFE

Beberapa Tren yang Lahir untuk Mengatasi Kesepian Kita

GenK LIFE

4 Profesi Kekinian yang Cocok untuk Lulusan Desain Komunikasi Visual

GenK LIFE

Yang Perlu Kamu Tahu dari Tes Kepribadian MBTI

GenK LIFE

Mengontrol Mimpi lewat Lucid Dream

GenK LIFE

Tren Ngabuburit Zaman Now vs Zaman Dulu

GenK LIFE

5 Ide Acara Bukber yang Seru dan Anti Boros

            Artikel Selanjutnya