leadersingle

Alasan Kenapa Kamu Harus Tahu Toxic Positivity

Dibaca Normal: 3 menit aja
toxic positivity

Terkadang, menjadi ceria itu penting demi menutupi rasa sedih yang sedang melanda hati. Namun hal ini bisa menjadi bumerang loh, karena nantinya kamu bakal merasakan perasaan yang lebih buruk lagi jika terus-terusan dipendam dan bisa meledak kapan saja. Kondisi seperti ini disebut dengan toxic positivity.

Good vibes only”. Kalimat seperti itu pasti sering kamu temui di media sosial. Untuk beberapa orang, mungkin kalimat tersebut dianggap sebagai motivasi untuk selalu berpikir positif, bahagia, dan semangat melewati setiap permasalahan di dalam hidup. Pokoknya tidak ada yang namanya pikiran negatif, tidak ada. Tetapi apakah kamu tahu, pemikiran seperti itu ternyata bisa mengundang yang namanya toxic positivity loh. Tidak hanya merugikan diri, tapi sifat toxic ini bisa merugikan orang lain juga. Biar bisa keluar dari sifat menyebalkan ini, sebaiknya simak artikel ini sampai habis, yuk!

Apa Itu Toxic Positivity?

Berbeda dengan orang toxic di luar sana yang emosinya meledak-ledak dan barbar, orang yang punya toxic positivity tuh diam-diam menghanyutkan.  Sebenarnya kedua sifat tersebut sama-sama ‘racun’ yang mengakibatkan orang lain terkena dampak negatif. Toxic positivity adalah gagasan yang dilontarkan untuk mendorong dan memaksa orang lain agar selalu bahagia, berpikir positif, semangat, selalu melihat sisi baik dari setiap masalah, dan lain sebagainya. Pokoknya kamu hanya boleh bahagia, titik.

UPDATES

Slider

UPDATES

Slider

Ketika melihat sahabat sedang galau, orang yang memiliki toxic positivity akan datang bersama petuah-petuah andalannya. Sebisa mungkin menenangkan orang lain untuk meredam emosinya dan memaksa untuk tetap tenang dan mengambil hikmahnya.

Baca Juga
Mengenal Eustress, Stres yang Baik Untukmu

Toxic Positivity Malah Bikin Stres

Kala merasa stres, tentu kamu membutuhkan teman cerita. Setidaknya teman yang selalu menyediakan pundaknya untuk berbagi beban pikiran. Namun, tidak selamanya bercerita dengan teman adalah pilihan terbaik. Mereka punya kapasitasnya tersendiri. Tidak di setiap kondisi mereka bisa memahami perasaanmu.

toxic positivity

Ilustrasi curhat (sumber: psychologytoday.com)

Sampai suatu hari terlontarlah kalimat, “Masih banyak orang lain di luar sana yang lebih menderita daripada kamu”. Oh tidak, berhati-hatilah dengan kalimat seperti itu. Bukannya menenangkan, kamu malah bisa bikin orang lain makin stres. Kalimat tersebut seakan-akan meremehkan permasalahan orang lain. Siapa sih yang tidak ciut? Ini baru satu contoh toxic positivity, masih ada banyak contoh lainnya yang mesti kamu hindari. 

Baca Juga
8 Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Menghilangkan Stress

Quizzes

Slider

Quizzes

Slider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait
GenK LIFE

Lockdown Akan Berdampak Langsung Pada 5 Profesi Ini

GenK LIFE

Benarkah Cashback Dompet Digital Bikin Ketagihan?

GenK LIFE

Quarter Life Crisis dan Balada Kegalauan Anak Milenial

GenK LIFE

5 Cara Ampuh Supaya Terhindar dari Toxic Positivity

GenK LIFE

Jam Biologis Tubuh dan Jadwal Kamu untuk Menjaga Kesehatan

GenK LIFE

Mengenal Berbagai Macam Tipe Kecerdasan dan Gaya Belajar

      TRENDING
#CoronaVirus
Next >>
firmmobile
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link
Silahkan isi form terlebih dahulu untuk mengunduh Media Kit
Asset Media Kit
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link