Kenapa Milenial Hobi Travelling? Bukan Sekadar Tren Loh..

Dibaca Normal: 4 menit aja
kenapa milenial suka travelling

Generasi milenial, generasi yang sukanya jalan-jalan menghambur-hamburkan uang untuk bertamasya berkeliling berbagai tempat, dibanding menyimpan uang untuk membeli rumah. Benarkah demikian? Yuk cari tahu kenapa travelling menjadi hobi yang digemari oleh banyak anak milenial.

Berbagai headline artikel yang mengatakan kalau hobi travelling merupakan tren baru milenial telah bertebaran di jagat internet. Zaman yang kini dipenuhi dengan banyak peluang baru dari terhubungnya dunia dengan adanya teknologi, menjadikan traveling sebagai hal yang jauh lebih mudah diakses dibanding sebelumnya.

Kegiatan berwisata yang dulunya hanya dilakukan untuk bersenang-senang belaka, kini berubah fungsi menjadi sebuah keharusan dan bahkan tujuan hidup bagi beberapa orang loh. Nah, milenial menjadi generasi utama tempat berkembangnya tren baru ini.

Tapi apa sih, sebenarnya alasan di balik fenomena ini? Mengapa pilihan untuk memiliki rumah di masa depan tersingkirkan dengan keinginan melancong ke berbagai tempat di seluruh dunia? Selengkapnya mari cari tahu bersama, GenK!

1. Menjadi Satu dengan Budaya

Travelling 1

Ilustrasi cultural immersion (sumber: unsplash.com)

Hobi travelling yang digemari oleh para milenial punya tujuan yang berbeda dari cuma sekadar bertamasya biasa. Anak muda kini tidak hanya menghabiskan waktu dan uang berkunjung ke belahan dunia lain hanya untuk berpesta dan menghibur diri semata, GenK.

Para milenial menginginkan perjalanan dengan pengalaman autentik yang memiliki nilai lebih untuk pengembangan diri mereka sendiri. Nah, salah satu cara yang paling tepat untuk memenuhi tujuan tersebut adalah lewat cultural immersion.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Forbes, menunjukan kalau tren traveling yang berkembang di kalangan milenial dari melakukan traveling adalah keinginan mereka untuk mencoba pengalaman dari budaya baru, atau yang lebih dikenal dengan cultural immersion.

Penjelajahan untuk melihat dunia dari berbagai perspektif dan cara-cara baru lewat keragaman budaya lokal yang ada merupakan goal yang ingin dicapai milenial. Mulai dari melihat tempat-tempat bersejarah, turun mengikuti kegiatan budaya lokal, sampai food travel.

Kuliner merupakan bagian penting dari setiap perjalanan yang gak boleh terlewatkan. Hidangan khas dari suatu daerah merupakan cerminan budaya masyarakat setempat yang sarat makna dan penuh cerita unik.

Teruntuk kamu pecinta kuliner yang senang memanjakan lidah dengan berbagai cita rasa unik di tempat baru, kamu bisa intip tips travelling yang khusus kamu buat untukmu, GenK.

Baca Juga
Gini Jadinya Kalau Kekuatan Superhero Bumilangit Dipakai Sehari-hari!

2. Self-discovery

Travelling 2

Ilustrasi self-discovery (sumber: unsplash.com)

Siapa yang pernah menonton film berjudul Eat, Pray, Love? Lewat tayangan layar lebar yang dirilis pada tahun 2010 ini, tokoh Elizabeth Gilbert yang diperankan oleh aktris kawakan, Julia Roberts, berhasil menyajikan cerita self-discovery yang dilakukan lewat travelling dengan epik.

Sang tokoh utama, Elizabeth (Liz) Gilbert, yang sedang dihadapkan dengan berbagai macam cobaan dalam kehidupan pribadinya, memutuskan untuk melakukan perjalanan mengunjungi tiga negara. Dimulai dari Italia, India, hingga Indonesia, dalam upaya menemukan jati dirinya.

Bukan hanya Liz, banyak milenial yang juga turut menjadikan traveling sebagai cara untuk mencari jati diri mereka masing-masing. Melancong ke berbagai tempat baru akan memberikan kesempatan yang besar untuk menguji batas kemampuan diri dan mengembangkan rasa mandiri.

Petualangan yang menunggu di berbagai tempat baru dapat memberikanmu peluang untuk melihat hidup dari perspektif lain dan mendorong kamu untuk keluar dari zona nyaman. Pengalaman yang kamu dapatkan pastinya akan berguna dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk dirimu sendiri dan orang lain.

3. Bukan Hanya Liburan Semata

Travelling 3

Temukan tantangan baru lewat traveling (sumber: unsplash.com)

Kalau dulu, liburan hanya dijadikan sebagai pelarian sementara dari rutinitas pekerjaan. Sekarang, travelling sudah bukan lagi hanya tentang senang-senang belaka, Genk, tetapi juga terkait dengan personal growth.

Para milenial seringkali mencoba berkunjung ke suatu tempat baru untuk mencari tantangan yang tidak pernah bisa ditemukan di rutinitas pekerjaan mereka sehari-hari. Tantangan yang dimaksud dapat datang dari hal-hal fisik maupun secara psikis.

Misalnya saat kamu harus mencoba berkomunikasi dengan orang lokal untuk menemukan tempat wisata tujuanmu, membuat rencana keuangan sebelum keberangkatan, hingga bertahan dari cuaca yang tidak menentu selama perjalanan.

Tantangan-tantangan yang muncul merupakan sumber pembelajaran yang akan memberikan pengalaman hidup yang tak ternilai harganya. Jadi bukan travel untuk agar bisa bekerja lebih keras, tapi kerja lebih keras supaya traveling bisa lebih sering. Setuju gak?

Baca Juga
5 Cara Ampuh Supaya Terhindar dari Toxic Positivity

4. Tak Sekadar Rehat, Tapi Juga Supaya Sehat

Travelling 4

Tetap sehat meskipun sedang rehat (sumber: unsplash.com)

Tidur di atas kasur yang empuk di hotel mewah, lalu lanjut menaiki mobil untuk berkeliling tempat wisata, berkunjung ke pusat perbelanjaan, kemudian makan siang di restoran lokal, terus kembali lagi ke hotel. Ada yang masih mengikuti jadwal tersebut saat traveling?

Skenario di atas mungkin jadi hal yang lumrah ditemui pada para pelancong dari generasi sebelumnya, tapi hal tersebut tidak berlaku untuk sebagian milenial. Hobi travelling bukan hanya ditujukan untuk fungsi rehat saja, GenK, tapi juga bagaimana bisa jadi ajang untuk tetap sehat.

Selain sebagai metode pencarian jati diri dan pengembangan personal, tidak sedikit jumlah anak milenial yang juga sekaligus menjadikan acara jalan-jalan sebagai upaya untuk menjadi lebih aktif dan tentunya agar tetap sehat, berdasarkan laporan dari Bloomberg.

Kamu tidak akan kaget saat menemukan koper travelling yang dibawa oleh para milenial terisi dengan seperangkat pakaian sport, hingga beberapa alat olahraga. Dari mendaki gunung, memanjat tebing, bersepeda, dan semua aktivitas yang melibatkan aktivitas fisik menjadi kegemaran para generasi baru ini.

Berjalan menyelusuri pelosok kota, hingga pedalaman desa dengan jarak tempuh berkilo-kilometer sudah bukan lagi jadi tantangan. Sebalikanya, berjalan kaki telah menjadi kesenangan baru yang patut dicoba selama mengunjungi suatu tempat baru.

Travelling telah berubah menjadi bagian dari kehidupan dan ciri khas budaya generasi milenial yang tidak bisa dipisahkan. Apa pun tujuan yang ingin kamu capai dengan melakukan travelling, satu hal yang pasti, jadikan semua pengalaman yang kamu dapatkan dari setiap perjalanan sebagai pembelajaran untuk menjadi versi dirimu yang lebih baik, GenK.

Polling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait
GenK LIFE

Kenapa Generasi Milenial Masa Kini Sangat Perfeksionis?

GenK LIFE

7 Cara Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi Saat Bekerja

GenK LIFE

Yuk Cek Tipe Milenial Kamu Lewat Indonesia Millennial Report 2020

GenK LIFE

Teknik Pomodoro, Kerja Produktif dengan Waktu yang Efektif

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link