GenK LIFE

Writing Therapy, Efektif Bebaskan Pikiranmu dari Stres

writing-therapy

Kamu masih ingat nggak, kebiasaan menuliskan pengalaman-pengalaman yang kamu alami di dalam buku harian? Semakin kamu beranjak dewasa, kebiasaan menulis diary jadi makin terlupakan. Mungkin, kamu memang nggak punya cukup waktu buat melakukannya. Atau, kamu takut dengan penghakiman orang lain yang menilai menulis di diary tuh alay. Padahal, menulis diary adalah salah satu bagian dari writing therapy, lho. Apa saja sih manfaat dan gimana cara kerja dari terapi ini? Yuk, simak saja ulasan berikut!

Ini Lho, Manfaat Writing Therapy

writing-therapy-example

Contoh terapi menulis di buku harian (Sumber: positivepsychology.com)

Siapapun pasti pernah dilanda rasa stres atau overthinking yang bikin kamu nggak bisa tidur. Ketika kamu mengalaminya, biasanya berbagai pikiran buruk bakal berputar di dalam otakmu. Ini juga bisa banget terjadi bagi kamu yang baru saja mengalami kejadian traumatis. Ingat, nggak semua orang yang menderita trauma bisa dengan bebas bercerita pada orang lain. Malah, seringkali mereka memendam semua rasa negatif itu sendirian.

Nah, terapi menulis bisa bantu kamu mengeluarkan segala pikiran negatif dan uneg-uneg di dalam kepala tanpa harus khawatir akan dihakimi oleh orang lain. Karen Baikie dan Kay Wilhelm adalah 2 orang psikolog yang meneliti tentang manfaat dari writing therapy. Menurut studi yang mereka lakukan di tahun 2015, terapi menulis terbukti bisa bantu mereka jadi lebih sehat secara fisik dan mental hingga 4 bulan kemudian.

Kelihatannya, dengan menulis peristiwa yang paling traumatis bagimu bisa membantumu menemukan semangat dan tujuan hidup yang baru. Saat pikiran-pikiran negatif itu keluar lewat penamu, kamu jadi bisa berpikir lebih jernih. Kamu juga bisa jadi lebih tenang dan bisa menarik hikmah dari peristiwa yang menimpamu. Sejauh ini, writing therapy sudah dipraktikkan buat penderita:

  • Stres gara-gara peristiwa traumatis
  • Rasa cemas berlebihan (anxiety)
  • Depresi
  • Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)
  • Penyakit kronis
  • Kecanduan minuman keras dan narkoba
  • Anoreksia / Bulimia
  • Orang yang rendah diri
  • Masalah interpersonal
  • Gangguan kemampuan komunikasi
Baca Juga :   5 Manfaat Art Therapy untuk Kesehatan Raga dan Mentalmu
About author

Related posts
GenK LIFE

Pengen Hidup Jadi Lebih Baik? Ini 4 Buku Untuk Membangun Kebiasaan Yang Wajib Dibaca!

GenK LIFE

Generasi Millennial Ga Bisa Nabung? Ini Cara Ngatur Duit Ala Millennial!

GenK LIFE

Ide Hampers Lebaran Unik untuk Jalin Silaturahmi dengan yang Tersayang

GenK LIFE

Memperingati Hari Tari Internasional, Intip 6 Tarian Unik di Dunia