Cerpen

Hai, Eca!

Aku berjalan menuju kelas dengan disampingku seorang laki-laki yang bernama Pak Bandi. Ya, aku murid pindahan baru di SMA 2 Palapa. Aku masuk kelas dengan gugup karena semua mata tertuju kepadaku.

“Oke anak-anak perkenalkan ini teman baru kalian namanya Eca” Pak Bandi memperkenalkanku di depan semua siswa. Sontak semua menyapaku dengan sebutan “Hai Eca!”

Aku membalasnya dengan anggukan dan senyuman. Ternyata teman-teman baruku di kelas ini sangat ramah, kecuali satu murid yang duduk di bangku pojok dengan baju sekolah yang tidak rapi. Rambut acak-acakan, bajunya keluar, tidak memakai kaos kaki dan yang lebih parah tidak membawa tas. Karena aku melihat tidak ada tas di bangku nya. Aku duduk dekat seorang murid yang duduk di pojok tadi. Ya, tidak ada bangku kosong selain disana dan bisa dibilang aku terpaksa.

“Hai” Sapaku pada murid yang duduk dipojok tadi

“Hai Eca!” Matanya menatapku penuh, senyumannya yang indah, dan parasnya yang ganteng.

Senyumku sedikit memudar. Hatiku berdegup kencang. Oh Eca kamu ini kenapa? Rutukku dalam hati.

“Eca?” Panggil seseorang disana sambil melambaikan tangan didepan wajahku yang melamun

“Eh iya maaf, kenalin aku Eca kamu siapa?”

“Aku Alan” Dia menjabat tanganku tapi setelah itu dia memalingkan wajahnya dariku dan kembali sibuk dengan dunianya. Entah dia menulis apa tapi sepertinya dia sedang manggambar anime.

Tiga bulan telah berlalu semenjak aku pindah dari sekolahku dulu. Dan sekarang aku sudah akrab dengan teman-teman sekelasku. Dan tahukah kalian? Aku menjadi akrab dengan Alan. Setelah mengenalnya aku menjadi teman curhatnya bisa dibilang. Dia memang berpenampilan seperti berandal, tetapi dia memperlakukanku lembut layaknya seperti putri. Kami sekarang sedang berada di lapangan basket. Duduk di kursi panjang yang biasa kami duduki ketika jam istirahat tiba. Dan mendengarkan setiap celotehan yang keluar dari mulut Alan.

“Eca, gua suka sama lo”

Aku yang sedang mengunyah permen karet pun berhenti mengunyah sebentar. Kaget? Jelas iya.

“ECA, GUA SUKA SAMA LO”

Alan berteriak dengan kencang sampai seisi lapangan pun mendengarnya. Aku tertegun dan segera sadar dari lamunan ketika semua mata tertuju pada kami. Pasalnya Alan adalah anak yang anti cewe, tapi sekarang malah jatuh cinta sama Eca.

“Lo mau ga jadi cewe gua?”

“Alan pliss ini rame banget”

“Gapapa biarin mereka jadi saksi perkataanku tadi”

Aku bingung ditatap dengan mata elang milik Alan. Dia serius dan tidak main-main. Aku tentu saja sudah menjadi kepiting rebus dengan pipiku yang merah merona.

“Ya aku mau, aku sudah suka sama kamu sejak lama Alan”

“Kenapa ga bilang? kalau gini kita jadian sejak lama”

“Aku malu, hehe”

Alan mendenguskan nafasnya pelan. Dia memelukku di tengah-tengah lapangan. Membiarkan banyak mata menatap kami dengan tatapan tertegun. Tidak disangka seorang Alan yang anti cewe, bisa suka sama cewe modelan Eca. Dan mereka menjadi pasangan yang tidak terpisahkan bahkan ketika mereka ribut besar.

-Tamat

Related posts
Cerpen

Gagal Cinta Di Masa SMA

Cerpen

BERMANFAAT ?

Cerpen

Seorang Anak yang Dididik oleh Uang

Cerpen

Karena Dia Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published.