Community

Panduan Sukses Hendy Setiono Si Juragan Kebab Indonesia

Bisnis kuliner memang jadi salah satu lahan favorit yang banyak digemari para entrepreneurs dari dulu hingga sekarang. Pesona cita rasa makanan dan minuman yang unik serta menggugah selera pastinya selalu bisa menjadi lahan bisnis yang potensial. Termasuk salah satunya bisnis kuliner yang menyajikan panganan khas Timur Tengah, berupa irisan daging yang dibalut campuran sayur serta roti spesial, apalagi kalau bukan kebab. Mendengar kata kebab pasti sudah terbesit dong franchise bisnis yang kami maksud? Yap, apa lagi kalau bukan Kebab Turki Baba Rafi. Kreativv ID langsung mengajak sang mastermind dan owner, Hendy Setiono untuk berbincang lewat Instagram Live bertajuk F&B War Mode: How to survive? Ini dia cuplikan obrolannya! 

Kreativv ID: Mas Hendy kok bisa memulai bisnis Baba Rafi itu gimana mas? 

Hendy: Wah, kalau saya sendiri ini bisa dibilang korban keputusasaan. Waktu itu cikal bakalnya dari kuliah saya yang sempat mendalami jurusan Informatika Institut Teknologi Surabaya, yang terkenal susah karena coding-nya. Bisa dibilang saya salah satu korban yang gak mendapat hasil yang baik di bangku kuliah. Dari desperate kuliah tersebut saya memutuskan untuk mencoba berbisnis sendiri, waktu itu 17 tahun yang lalu, pas usia saya 19 tahun, sejatinya berbisnis dan segala hal terkait entrepreneurship masih minim dan jarang. Saya adalah satu-satunya orang di angkatan (jurusan) saya yang pengen menjadi seorang pengusaha. Sangat berbeda dengan sekarang tentunya, entrepreneurship jadi lebih banyak dan mudah untuk diakses siapa saja, seperti IG Live ini. 

Baca Juga :   3 Komunitas Teater Indonesia Ini Sajikan Hiburan Penuh Makna
About author

Related posts
Community

5 Kiat Agar Bisnis Kamu Bertahan di Kala Pandemi

Community

AIESEC Future Leaders sebagai Wadah Pemuda untuk Berkembang!

Community

7 Tanaman Unik dan Langka di Dunia, Ada yang dari Indonesia Lho!

Community

Urban Village 2020 x Laung Banceuy: Bangkit Bersama untuk Memajukan Prospek Wisata Alam Kampung Adat Banceuy di Era New Normal