fbpx

Cara Lengkap Membuat Seni Paper Cutting untuk Pemula

Dibaca Normal: 6 menit aja 😊
cara membuat paper cutting

Seni paper cutting beberapa tahun terakhir populer di Indonesia lewat penggunaannya sebagai kado ulang tahun atau wisuda. Tetapi di berbagai belahan lain dunia, papercut menjadi karya seni bernilai tinggi dan kriya yang menjadi bagian tradisi. Keberadaannya bahkan telah muncul sejak abad ke-4 Masehi, GenK!

Sejarah Seni Paper Cutting

Pada dasarnya, paper cutting adalah seni mendesain kertas. Sesuai namanya, kesenian ini identik dengan memotong kertas memakai cutting pen atau pisau cutter untuk menonjolkan sebuah desain atau gambar di atas kertas.

Kesenian ini pertama kali muncul pada pemerintahan dinasti Han di Cina, setelah kertas diciptakan oleh penemunya, Cai Lun, pada tahun 105 M. Papercut tertua di dunia ditemukan di Xinjiang, Cina, dengan  bentuk lingkaran simetris. Karya ini dibuat pada abad ke-6 M.

paper cutting

chinese paper (Sumber: freeimages.com)

Sejak saat itu, seni ini menjadi seni dekoratif populer di Cina. Fungsinya bermacam-macam, mulai dari hiasan lentera sampai dekorasi pintu dan jendela, sebagai simbol kesehatan dan kemakmuran sang pemilik. Papercut ukuran jumbo biasa dipakai sebagai hiasan dada, kursi tandu, dan kotak penyimpanan.

Gaya papercut jianzhi menjadi salah satu yang paling terkenal. Gaya ini  khas dengan lekatnya penggunaan kertas warna merah dan karakter-karakter binatang shio. Gaya jianzhi mengambil pola bordir khas Cina yang amat beragam. Saking beragamnya, papercut gaya jianzhi menjadi bentuk seni tradisional sendiri loh di Cina.

Epiknya seni papercut menjaga nilai budaya masyarakat selama 15 abad di Cina membuatnya dianugerahi sebagai warisan budaya dunia tak berwujud pada 2009.

Paper Cutting hingga Hari Ini

Kemasyhuran papercut berkembang seiring dikenalnya ilmu pembuatan kertas di negara-negara lain setelah abad ke-16 M, GenK. Perjalanan paper cutting kemudian merambah Asia Timur, Asia Barat, Turki, Switzerland, Jerman, lalu ke seluruh dunia.

Seni papercut kemudian berkembang ke berbagai negara dan mengalami percampuran dengan gaya tradisi setempat. Di Jepang, contohnya. Papercut tradisional Jepang lekat dengan penggunaan kertas washi yang kemudian dibentuk menjadi karya dua dimensi, karya instalasi, atau patung kertas.

Baca Juga   3 Ide Kreasi Bunga Kertas

Papercut di Jepang menjadi bagian dari pertunjukan kamikiri yang masih dipertontonkan hingga hari ini. Kamikiri adalah seni unik berumur ratusan tahun yang mempertunjukkan performer membuat gambar siluet dari kertas polos tanpa garis bantu sedikitpun, sesuai bentuk yang diminta penonton.

Hari ini, papercut telah menjadi seni modern yang menjadi bagian industri komersil. Hasil akhirnya juga beragam GenK, mulai dari dekorasi tahun baru Cina, dekorasi pernikahan, desain undangan, shadow box,  hingga karya seni instalasi kontemporer.

Dasar-Dasar Membuat Paper Cutting

Terlepas dari keragamannya, paper cutting di berbagai negara memiliki kesamaan dasar, yakni pemotongan selembar kertas atau beberapa kertas yang kemudian dikolase menjadi satu karya. Tertarik membuat? Siapkan dulu beberapa material berikut:

1. Alas potong (cutting mat)

Alas potong berbahan karet adalah pilihan tepat, karena bekas goresan pisau di alas potong bisa menutup sendiri. Dengan begitu, gerak mata pisau kamu tidak terganggu bekas goresan di alas potong.

2.Penggaris besi

Penggaris bisa kamu gunakan untuk memotong garis agar tetap lurus. Pilih yang besi ya GenK, jangan yang plastik, agar aman dari goresan dan potongan nyasar mata cutter kamu.

3. Pensil

Beberapa seniman tidak menggambar atau membuat outline dulu saat membuat paper cut. Tapi kalau kamu senang menggambar dalam proses pengerjaannya, atau senang menyempurnakan desain sebelum dipotong, pakailah pensil agar mudah dihapus.

4.Pemotong

Ada banyak pilihan cutter untuk paper cutting, di antaranya pena pisau (cutter pen), scalpel, atau cutter biasa. Jika kamu baru memulai, coba pakai cutter pen yang enak digenggam layaknya pulpen biasa.

5.Blade (mata pisau) cadangan

Seperti halnya cutter, mata pisau cutter pen juga bisa berkurang ketajamannya seiring pemakaian. Lama-lama, ini akan memengaruhi kualitas hasil potongan pada karya kamu. Karenanya, jangan lupa siapkan mata pisau cadangan ya, GenK.

6.Kertas

Ada bermacam jenis kertas yang bisa kamu pakai untuk hasil akhir atau final cut karyamu. Beberapa yang direkomendasikan di antaranya yakni watercolour paper (kertas cat air), karena mudah dipotong namun cukup kuat jika ingin diposisikan berdiri di dalam frame. Kertas foto doff juga bisa jadi alternatif.

Selain kertas untuk membuat hasil jadi, siapkan juga kertas untuk menggarap desain, GenK. Dengan begitu,  kertas final cut punyamu jadi tidak keburu lecek karena coba-coba desain. Untuk kertas desain, kamu bisa memakai HVS biasa atau tracing paper.

Dari kertas desain, kamu bisa menggambar ulang desain yang kamu mau ke atas kertas final cut. Atau, kamu bisa mentrasfernya lewat tracing paper atau teknik transfer sederhana memakai pensil.

Baca Juga   3 Kerajinan dari Stik Es Krim Buat Meningkatkan Kreativitasmu

7.Material pendukung

Kalau kamu berencana memajangnya di frame, siapkan frame yang sesuai dengan ukuran desain yang kamu inginkan ya GenK, atau sebaliknya.

Siapkan juga kertas berwarna kontras sebagai latar papercut kamu. Kain, kertas majalah, atau halaman buku cetak juga bisa menjadi alternatif artsy buat background karyamu. Oh ya, kamu juga dapat menyiapkan frame dengan kaca dua sisi (depan dan belakang), sehingga tak memerlukan background lagi.

Cara Membuat Paper Cutting

Nah, kalau bahan-bahan sudah siap, berikut cara membuatnya:

1.Membuat desain dan tracing

paper cutting 3

Membuat desain (Sumber: behance.net)

Ada beragam desain yang bisa kamu contoh dari Pinterest dan tagar #papercut di Instagram. Bentuknya pun bermacam-macam, ada yang gambar karakter, floral, calligraphy, sampai pola simetris.

Nah, setelah menetapkan bentuk, kamu bisa mulai menggambar manual di atas kertas desain. Pertimbangkan bagian mana yang ingin kamu potong dan bagian mana yang ingin kamu sisakan di atas kertas untuk membentuk sebuah objek.

Jika sudah sesuai dengan visual harapanmu, gambar ulang desain tersebut ke atas kertas final cut.

Jika kamu menggunakan metode tracing untuk memindahkan desain ke kertas final cut, ingat bahwa hasil desainmu akan kena efek mirroring (kiri jadi kanan, dan sebaliknya) ya.

Efek mirroring akan sedikit tricky buat desain huruf. Untuk itu, coba saja langsung menggambar di atas kertas final cut. Tapi berhati-hati agar tidak membuatnya lecek karena bekas tekanan pensil dan hapus-tulis terus menerus ya, GenK.

Baca Juga   5 Ide Kerajinan dari Kardus Sepatu yang Bisa Bikin Kamarmu Lebih Rapi

Untuk mentransfer desain ke atas kertas final cut, arsir bagian belakang kertas desainmu dengan krayon atau pensil.  Jika sudah cukup tebal, bersihkan debu arsiran agar tak mengotori kertas final saat di-trace.

Setelah itu, mulai proses tracing dengan meletakkan kertas desain di atas kertas final. Tebalkan garis-garis menggunakan pensil. Berikan tekanan yang cukup agar muncul garis yang cukup jelas di kertas final.

Kamu juga bisa menggambar digital untuk membuat desain. Buat outline dan detail gambar yang ingin dipotong dalam warna hitam agar memudahkan proses pemotongan.

2.Pemotongan

paper cutting 2

Paper cutting (Sumber: etsy.com)

Jika kamu mendesain digital, print desain karyamu ke atas kertas final cut agar bisa langsung dipotong.

Nah, kamu yang mendesain manual juga bisa mulai memotong outline dan detail pada desainmu. Jika kamu belum terbiasa dan takut salah potong, isi bagian yang akan dipotong dengan arsiran pensil.

Perhatikan tekanan mata pisaumu saat memotong, GenK. Pastikan cukup dalam agar potongannya tidak menyisakan serat kertas, tapi tidak terlalu dalam agar tidak nyangkut di alas potong.

3.Mengembangkan Paper Cutting ke Ragam Bentuk

Jika kamu ingin belajar potongan dan karya papercut lebih jauh, berikut beberapa seniman dan karya yang bisa kamu jadikan referensi, GenK!

Detail mini ala Yuko Yamamoto

paper cutting 5

Papercut (Sumber: ofpaperandthings.blogspot.com)

Jika kamu ingin belajar potongan dan desain yang lebih menantang, coba buat papercut ala seniman Yuko Yamamoto, GenK. Karya Yuko banyak merupa tumbuhan rambat, bunga, dan rerumputan dengan potongan amat tipis dan detil berukuran kecil. Hati-hati, jangan sampai kertasnya putus, GenK!

Karya jumbo a la Tomoko Shioyasu

paper cutting 4

Vortex (Sumber: strictlypaper.com)

Sementara Yuko bermain dengan detail mini, Tomoko Shioyasu memadukan tantangan detail dengan ukuran karya dalam hitungan meter. Contohnya Vortex, karya papercut besar dengan detail kompleks yang menjadi salah satu masterpiece-nya.

Mixed Media a la Diana Keeler

Kamu yang menyenangi seni serat dan tekstil juga bisa mengkomposisikannya ke dalam karya papercut loh, GenK.

Kamu bisa melihat karya Diana Keeler sebagai referensi papercut yang dikolase dengan kain. Seniman asal Amerika ini menggunakan inspirasi dari perjalanannya untuk membuat papercut berbentuk peta benua, jalan perkotaan, dan karya bertema travelling lain.

Baca Juga   Aneka Kerajinan Tangan dari Botol Bekas

Paper and Light Sculpture/Diorama ala Hari & Deepti

paper cutting 6

Paper and Light Sculpture (Sumber: harianddeepti.com)

Karya papercut juga bisa dipadukan dengan light box, loh. Untuk membuat shadow box, kamu bisa memasang LED light strip ke dalam kotak frame  dan menyisipkannya di antara kertas-kertas papercut-mu.

Kamu bisa berkreasi dengan warna lampu LED dan penempatannya untuk menghasilkan berbagai efek artistik seperti karya-karya Hari & Deepti yang dreamy dan memukau.

Siapa sangka, paper cutting yang bermula dari karya tradisi bisa berkembang dalam bentuk-bentuk kontemporer yang demikian artsy. Materialnya yang mudah ditemukan sehari-hari dan eco friendly juga membuat kesenian ini tak lekang digerus pergantian abad.


Bagaimana GenK, kamu tertarik mencobanya?  

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Hobi dan Kriya

Membuat 3 Jenis Kerajinan Tangan dari Koran Bekas

Hobi dan Kriya

Cara Membuat Dekorasi Kamar Menggunakan Lampu Neon Kekinian

Hobi dan Kriya

Menghias Kamar dengan Kreasi Origami

Hobi dan Kriya

Ayo Belajar Cara Membuat Undangan Praktis

Hobi dan Kriya

Mengenal Ecobrick, Si Pengganti Batu Bata Ramah Lingkungan

Hobi dan Kriya

Lagi Nyiapin Pesta? Dekorasi dengan Bunga Mawar Kertas Deh!

Hobi dan Kriya

Cara Membuat Aksesoris Wanita: Anting Kekinian

Hobi dan Kriya

4 Ide Kreatif Desain Amplop Lebaran

Hobi dan Kriya

4 Ide Hiasan Dinding Unik dan Cara Membuatnya

Hobi dan Kriya

9 Hobi Sederhana yang Bisa Menghasilkan Uang

Hobi dan Kriya

4 Kerajinan dari Kain Flanel sebagai Hadiah Kecil buat Temanmu

Hobi dan Kriya

5 Ide Kerajinan dari Kardus Sepatu yang Bisa Bikin Kamarmu Lebih Rapi

Hobi dan Kriya

Cara Membuat Kartu Ucapan yang Pasti Diingat Oleh Orang Terdekatmu

Hobi dan Kriya

DIY Phone Case Kreatif untuk Kamu Yang Bosenan

Hobi dan Kriya

3 Kerajinan dari Stik Es Krim Buat Meningkatkan Kreativitasmu

Hobi dan Kriya

Aneka Kerajinan Tangan dari Sedotan

Hobi dan Kriya

Aneka Kerajinan Tangan dari Botol Bekas

Hobi dan Kriya

Kreatif! Ini Dia Cara Membuat Aksesoris Wanita

Hobi dan Kriya

Berkebun di Dalam Air dengan Aquascape

Hobi dan Kriya

Yuk, Bikin Rak Buku Unik untuk Koleksi Bukumu

            Artikel Selanjutnya     
kid logo
Mau inspirasi ngalir deras,
kreativitas anti mandek?
Dapetin newsletter gratis dan undangan eksklusif ke acara-acara kreativv ID!

 
close-link