Arsitektur & Interior

Intip 6 Desain dengan Gaya Eklektik yang Patut Dicoba!

Desain Dengan Gaya Eklektik

Desain dengan Gaya eklektik mungkin merupakan salah satu gaya desain yang kurang umum dan belum dikenal banyak orang. Padahal, apabila diterapkan dalam interior, gaya desain eklektik ini cukup unik dan memiliki kesan menarik bila dibandingkan gaya desain yang umum digunakan. Kira-kira, seperti apa sih gaya desain eklektik itu? Simak beberapa penjelasan berikut untuk mengetahui lebih lanjut!

Apa sih Desain Eklektik Itu?

Desain dengan gaya eklektik merupakan salah satu gaya desain yang cukup menarik dan unik untuk diterapkan pada bangunan residensial (rumah, villa, dll) maupun komersial (toko, butik, dll). Eklektik merupakan gaya desain dan arsitektur yang popular pada abad ke-19. Gaya ini merupakan kombinasi dari gaya desain pada berbagai era, yang kemudian menghasilkan sebuah desain otentik yang belum pernah ada sebelumnya.

Penerapan desain eklektik ini dapat diaplikasikan pada berbagai elemen bangunan, furnitur, penggunaan ornamen, motif, dan sebagainya. Gaya desain eklektik biasanya menerapkan unsur gaya desain zaman dahulu yang kemudian di modernisasi menjadi sebuah desain yang baru dan berbeda dari gaya desain yang sebenarnya.

Penerapan gaya desain eklektik bertujuan untuk menyuguhkan suasana dan pemandangan yang berbeda dari desain pada umumnya. Penerapan desain ini juga dapat membantu untuk memberikan edukasi mengenai sejarah dan kebudayaan daerah tempat tinggal melalui desain yang unik dan menarik, loh. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa ciri khas dan karakteristik gaya desain eklektik yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan desain yang menarik!

GUNAKAN DEKORASI DENGAN MOTIF DAN DETAIL

Sumber Gambar : Domestika.org

Setiap desain interior dalam ruangan pasti memiliki hiasan atau elemen dekoratif untuk memperlengkap dan mempercantik suatu ruangan. Demikian juga pada rumah dengan gaya desain eklektik. Ciri khas dekorasi pada desain eklektik yaitu penggunaan ukiran pada furnitur kayu, kaki melengkung pada kursi, dan desain besi tempa sebagai penghias. Selain itu, terdapat juga penggunaan dekorasi dan aksesoris yang memiliki bentuk, warna, dan motif unik sehingga membuat tipe desain ini memiliki nilai artistik tersendiri.

Selain itu, dekorasi pada dinding dengan cat tembok bertekstur dan lukisan artwork. Banyak aksesoris yang dapat ditambahkan pada  desain eklektik ini seperti cermin besar, vas berbahan kristal, lukisan, maupun bingkai foto yang dapat digantungkan pada dinding. Penggunaan motif, renda dan warna cerah juga merupakan salah satu dekorasi andalan pada gaya desain eklektik ini. Biasanya motif diterapkan pada karpet, lukisan, gorden, pelapis sofa, taplak meja, dan sebagainya.

PADUKAN DENGAN WARNA CERAH

Sumber Gambar : Pinterest.com

Warna merupakan salah satu elemen yang sangat mempengaruhi seperti apa ekspresi dan suasana yang ingin disajikan pada sebuah ruangan. Dalam desain interior eklektik, biasanya warna yang digunakan adalah warna kontras dan terang untuk menghasilkan sebuah harmoni, kemewahan, dan komposisi ruang yang indah. Karakter warna cerah yang saling dipadukan akan menghasilkan sebuah seni dan keunikannya sendiri. Selain itu, warna cerah juga bertujuan untuk menjadikan ruangan menjadi lebih hidup dan dapat meningkatkan mood penggunanya. Namun, ketika memadukan warna cerah harus tetap memilih satu saja warna cerah yang utama. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesan berantakan dan membuat tampilan ruangan yang lebih seimbang.

Selain penggunaan warna kontras dan terang, warna dengan aksen netral juga perlu diterapkan dalam gaya desain eklektik. Warna – warna netral ini bertujuan untuk menghasilkan komposisi ruang yang lebih harmoni dan nyaman. Penerapan warna netral seperti krem atau coklat muda dapat diterapkan pada furnitur, dekorasi, gorden, atau elemen penyusun bangunan (lantai, dinding, plafon). Selain itu,  dapat juga  memadukan warna netral lain seperti warna abu-abu muda. Namun sebaiknya hindari pemilihan warna gelap pada unsur pencahayaan seperti lampu dan gorden.

MATERIAL PADA LANTAI, DINDING, DAN PLAFON

Sumber Gambar : Pinterest.com

Setiap lantai pada rumah bergaya eklektik, biasanya menggunakan material maupun karakter khusus agar menghasilkan suasana yang lebih ceria dan elegan. Beberapa contoh material lantai yang biasa digunakan yaitu kayu solid, parket, ubin, maupun laminate. Tak jarang pada beberapa area dilapisi oleh karpet bermotif bunga – bunga atau ubin dengan motif tertentu.

Kemudian, untuk bagian dinding, biasanya mengadopsi penggunaan wallpaper, sticker, maupun gorden sebagai unsur dekoratif pada ruangan. Pada dinding juga dapat diterapkan lukisan dinding sederhana atau mural untuk dijadikan hiasan. Biasanya, warna yang umum digunakan adalah warna netral seperti putih, abu-abu, dan coklat. Apabila ingin menambahkan hasil yang kontras, dapat menghias salah satu dinding dengan batu bata.

Selanjutnya, pada bagian plafon, biasanya menggunakan plafon up-ceiling maupun down-ceiling dengan material gypsum, dihias dengan lukisan, maupun penggunaan list profil gypsum berukir. Selain itu, pada bagian plafon, dapat dihias dengan menggunakan lampu kristal gantung, chandelier, maupun lampu bergaya urban kontemporer.

TETAPKAN FOCAL POINT

Desain Dengan Gaya Eklektik

Sumber Gambar : Pinterest.com

Desain eklektik merupakan desain yang mengkolaborasikan berbagai jenis gaya desain. Meskipun begitu, desain eklektik tetap memerlukan satu center of attention. Tujuan dari penerapan bentuk dominan atau focal point adalah untuk memberikan kesan ruang yang lebih hidup dan memiliki jati diri. Dengan adanya focal point, jadikan elemen desain lainnya sebagai elemen pendukung untuk membuat ruangan tidak terkesan sesak dan lebih indah. Hindari pemakaian warna gelap agar ruang terlihat lebih luas dan kurangi pula perpaduan corak yang berlebihan agar tidak terlihat terlalu ramai.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menonjolkan focal point yaitu melakukan permainkan warna furnitur dan juga hiasan dinding agar terlihat eye catching. Selain itu, tonjolkan sesuatu yang eye catching, seperti aksen pada dinding atau item dekoratif mencolok lainnya, misalnya, penempatan karya seni berupa lukisan, foto berbingkai klasik, hingga sebuah jam dinding besar bergaya vintage dengan warna maupun ukuran yang cukup dominan.

GAYA FUNITUR FUNGSIONAL

Desain Dengan Gaya Eklektik

Sumber Gambar : Pinterest.com

Kenyamanan dan kemudahan merupakan salah satu ciri khas dari furnitur pada desain interior dengan gaya eklektik. Semua funitur yang ada dalam ruangan tidak hanya indah, tetapi juga harus praktis dan fungsional. Oleh karena itu, dalam desain dengan gaya eklektik sering ditemukan mebel antik dan modern yang saling melengkapi, misalnya lemari antik yang diletakkan berdampingan dengan lemari built-in modern, meja kaca minimalis, atau rak display antik dengan kursi bergaya modern.

Dalam memilih funitur yang akan digunakan, pastikan tetap memilih satu skema warna utama dengan tujuan untuk menyeimbangkan semua tampilan ruangan dan menghasilkan sebuah komposisi ruang yang tidak tampak berantakan. Selain itu, karakteristik dan ciri khas dari gaya eklektik biasanya memiliki furnitur vintage dengan ornamen bunga, dan kain bordir. Bahan-bahan yang biasa digunakan antara lain satin, kulit, beludru, dan corduroy.

TERAPKAN POLA GEOMETRIS

Desain Dengan Gaya Eklektik

Sumber Gambar : Pinterest.com

Gaya desain eklektik identik dengan motif dan pola yang cukup rumit dengan menggunakan warna cerah. Pola geometris ini dapat diaplikasikan sebagai bidang visual dalam ruangan. Pola geometris dapat memberikan kesan unik, menarik, dan seni yang indah. 

Penerapan pola geometris ini cukup bervariasi, misalnya diterapkan pada bantalan funitur, motif lemari, motif lantai, dinding, dan sebagainya. Kebanyakan pattern yang paling sering dipakai adalah, garis horizontal, zigzag, vertikal dan lingkaran.

Setiap tipe dan warna pattern apabila dapat dikombinasikan dengan baik, akan menghasilkan sebuah desain eklektik yang sangat menarik. Selain itu, pilih warna senada pada setiap motifnya, misalnya dengan menempatkan motif geometris berwarna hitam dan putih pada bantal di kursi dan kemudian diikuti dengan karpet di bawah meja dengan warna senada.

Penulis:
Javiera Lievena (Mahasiswa Prodi Desain Interior, Universitas Kristen Petra)
Related posts
Arsitektur & Interior

Tips Elemen Dekorasi Interior Pada Toko Elektronik

Arsitektur & Interior

4 Inspirasi Karakter Pada Ruang Komersial Konsep Industrial Yang Bisa Kamu Coba!

Arsitektur & Interior

Pengaruh Desain Pada Nona Manis Dimsum Club & Nyonya Manis Drinking Club Malang Pada Psikologi Pengunjung

Arsitektur & Interior

Yuk, Intip Green House Coworking Dengan Konsep Green Design!

Leave a Reply

Your email address will not be published.