GenK LIFE

Jenis-Jenis APD yang Dibutuhkan Tenaga Medis Saat Hadapi COVID-19

Penggunaan APD atau alat pelindung diri tentu merupakan hal penting yang harus dilakukan. Terutama jika kamu merupakan seorang pekerja yang bekerja di tempat yang memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan, cidera ataupun tertular penyakit.

Beberapa waktu terakhir, dunia memang sedang digemparkan dengan pandemi COVID-19 yang semakin meluas. Dibutuhkan banyak aturan pencegahan hingga penanganan ekstra dalam menghadapi situasi ini. Dengan adanya risiko yang tinggi penularan, tenaga medis yang bekerja di rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan diwajibkan untuk menggunakan APD.

Penggunaan alat pelindung diri bahkan sudah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Namun APD yang harus digunakan oleh pekerja konstruksi tentu berbeda dari yang harus dipakai di rumah sakit atau di fasilitas kesehatan lain. Berikut beberapa contoh APD yang dipakai oleh tenaga medis.

1. Penutup Kepala

Ilustrasi penggunaan APD. (Sumber: Antara)

Sesuai dengan namanya,  pelindung atau penutup kepala (hoodie) ini digunakan agar bagian kepala seperti rambut tidak terkontaminasi dengan patogen atau mirkoorganisme yang sedang mewabah. Selain itu, bisa melindungi bagian kepala petugas agar tidak terkena semprotan maupun percikan cairan dari pasien yang ditangani.

2. Pelindung Wajah

Ilustrasi penngunaan APD. (Sumber: businessinsider)

Tak hanya melindungi kepala, penting juga untuk melindungi bagian wajah. Biasanya alat pelindung wajah berupa kaca mata (goggles) dan masker (respirator) untuk melindungi bagian hidung, mulut dan mata petugas dari paparan virus atau zat berbahaya dari luar. Dua alat tersebut wajib dikenakan tenaga medis jika berada di zona bahaya atau saat menangani pasien positif.

3. Sarung Tangan

Ilustrasi penggunaan APD. (Sumber: Yahoo)

Sarung tangan juga merupakan salah satu alat pelindung diri yang wajib digunakan oleh tenaga medis. Penggunaan sarung tangan dimaksudkan untuk melindungi petugas dari paparan zat berbahaya atau virus yang sangat infeksius. Penggunaan sarung tangan akan membuat tenaga medis leluasa memegang sesuatu ketika bertugas. Penggunaan sarung tangan ini hanya bisa digunakan satu kali saja.

4. Baju Pelindung

Ilustrasi penggunaan APD. (Sumber: Antara)

Baju ini mungkin terlihat seperti baju astronot, namun baju ini sangat tertutup dan dapat menekan risiko tertularnya penyakit. Baju ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai percikan darah ataupun cairan berbahaya. Baju ini juga saling menyatu yang dimaksudkan agar penggunaannya jadi lebih praktis saat dipakai ataupun dilepas.

5. Sepatu Boot

Ilustrasi penggunaan APD. (Sumber: Liputan6)

Kaki juga perlu untuk mendapatkan perlindungan, sehingga penggunaan sepatu boot juga sangat penting. Sepatu ini berguna untuk membantu tenaga medis melakukan mobilitas ke tempat berbahaya khususnya yang ada di luar ruangan. Sebenarnya apabila tak memiliki sepstu boot, tenaga media kiha masih bisa menggunakan sepstu biasa, dengan catatan harus dengan tambahan sarung sepatu ketika bertugas. Tujuannya agar mengurangi risiko terpaparnya virus serta cairan berbahaya.

About author

Related posts
GenK LIFE

Fatherless : Bagaimana Peran Ayah Mempengaruhi Pertumbuhan Anak?

GenK LIFE

4 Hal Penyebab Jerawat Punggung dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

Pentingnya 3V dalam Public Speaking Biar Sukses Bicara di Depan Umum

GenK LIFE

Waspada Mental Block Bikin Produktivitas Menurun, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya