Arsitektur & Interior

Jenis-Jenis Material Favorit Para Desainer Interior di Era New Normal

Pandemic Covid-19 memberikan dampak dalam kehidupan sehari-hari, menjadi lebih didorong untuk semakin memperhatikan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar hingga kebersihan benda-benda yang ada di sekitar kita. Dalam dunia interior, pemilihan material adalah salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian khusus dengan pertimbangan kebersihan serta kesehatan para penggunanya. Namun material seperti apa saja sih yang cocok digunakan saat era new normal seperti sekarang ini? Yuk kita kupas jenis-jenis material yang akan menjadi favorit para desainer untuk interior di era new normal.

  1. Antibacterial Material

Sumber : ArchDaily

Jenis material yang pertama adalah antibacterial material. Antibacterial material atau material anti bakteri adalah material yang diproses menjadi sebuah material yang membuat populasi bakteri pada permukaan material menjadi berkurang dan berdampak sangat besar dalam kesehatan kita terlebih lagi dimasa pandemic. Contoh-contoh material yang mulai dikembangkan oleh beberapa produsen dan mereka claim memiliki fitur antibacterial material adalah cat, lantai resin, dan HPL atau yang dapat juga disebut laminated.

  1. Antimicrobial Material

Sumber Gambar : www.pinterest.com

Sama seperti antibacterial material, namun antimicrobial material adalah material yang memiliki populasi bakteri pada permukaan lebih sedikit dari antibacterial material. Menurut penelitian yang dilakukan oleh New England Journal of Medicine, cooper atau tembaga terbukti sebagai satu material yang memiliki microorganism bakteri menempel lebih sedikit dibandingkan material lainnya. Copper sangat cocok diaplikasikan pada benda yang akan sering tersentuh oleh tangan seperti handle pintu. Menurut penelitian yang dilakukan oleh New England Journal of Medicine CDC, bakteri pada permukaan benda yang terbuat dari copper hanya dapat bertahan hidup selama 4 jam, sedangkan bakteri pada permukaan benda yang terbuat dari plastic dan stainless steel dapat bertahan hidup hidup selama 2 hingga 3 hari.

  1. Easy to Clean Material

jenis-jenis material

Sumber Gambar : Sailrite

Berikutnya, material yang akan menjadi pilihan desainer adalah material yang easy to clean atau material yang mudah dibersihkan. Kebutuhan akan material yang mudah dibersihkan meningkat seiring bertambahnya masyarakat yang peduli terhadap kebersihan lingkungannya. Contoh material easy to clean adalah kain yang tahan air, anti bau, dan tidak mudah membekas atau stain free. Dengan penggunaan material seperti ini bakteri yang berasal dari keringat ataupun noda tidak dapat menempel pada permukaan dan bakteri tidak dapat berkembang biak pada permukaan.

  1. Non-porous Material

jenis-jenis material

Sumber Gambar : Marbleandgranit.com

Jenis material selanjutnya adalah Non-porous Material atau material yang tidak berpori. Semakin banyaknya pori, maka semakin tinggi kemungkinan bakteri dapat bertumbuh pada material tersebut. Jika material tidak berpori maka air ataupun benda cair lainnya tidak dapat meresap sehingga bakteripun tidak dapat tumbuh pada permukaan. Contoh material tidak berpori adalah seperti quartz stone, kaca, plastic, dan beberapa jenis metal (tidak semua metal tidak memiliki pori, karna ada beberapa metal yang mudah berkarat). Kita juga dapat mengubah material berpori menjadi material tidak berpori dengan finishing tertentu seperti kayu yang berpori finishing dengan varnish. Fakta menariknya adalah, Marmer dan granit adalah material yang terlihat tidak berpori namun ternyata marmer mempunyai pori-pori pada permukaannya yang dapat membuat minuman dan sirup mudah membekas pada marmer.

  1. Antistatic Material

jenis-jenis material

Sumber Gambar : http://www.pinterest.com

Material antistatic material adalah material yang tidak dapat mengalirkan listrik. Terkadang saat didalam ruangan kita dapat merasakan setruman saat bersalaman dengan orang lain. Hal tersebut dapat terjadi karena listrik statis pada orang tersebut tinggi. Benda yang tidak dapat mengalirkan listrik adalah material yang anti debu. Oleh karena itu jenis material antistatic menjadi salah satu material favorit para desainer kedepannya.

  1. Durable dan Safe Material

Jenis-jenis material terakhir yang menjadi favorite para desainer adalah material yang durable dan aman. Material yang tahan lama juga berarti material tersebut tidak mudah tergores, karena jika material tergores maka debu-debu dapat memasuki celah pada goresan dan membuat bakteri tumbuh.

Demikian jenis-jenis material yang menjadi pilihan dan pertimbangan para desainer di era new normal ini. Ternyata perkembangan teknologi pada material saat ini sudah mendukung kita dalam menjaga kesehatan, ya.

Baca Juga :   Inilah 6 Tren Desain Interior Rumah di Era New-Normal!

By : Shenny Dewi Sutanto

Desain Interior, Universitas Kristen Petra Surabaya

About author

Related posts
Arsitektur & Interior

Sistem Penghawaan,Pencahayaan Dan Teknologi Smart Home Dalam Mengantisipasi Penyebaran Covid-19

Arsitektur & Interior

Wabi-sabi dalam sebuah Desain Furniture

Arsitektur & Interior

Rumah Kecil: Trend Hunian Millenial

Arsitektur & Interior

Ciptakan Suasana Rumah Anti Stress dengan Konsep Zen Living

Leave a Reply

Your email address will not be published.