Buku

Junji Ito, Mangaka Horor Terbaik Jepang

Kalau kamu pecinta genre horor atau setidaknya penyuka manga Jepang, pasti nama Junji Ito tidak lagi asing di telingamu. Meskipun banyak manga dalam genre horor, karya Ito tetap muncul sebagai judul teratas. Kreativitas Ito dalam horor bisa dibilang tidak ada yang membandingi. Untuk yang belum familiar, Junji Ito adalah mangaka horor terkenal karena karyanya yang benar-benar out-of-the box. Hah, out-of-the box? Gimana tuh?

Profil Karya Junji Ito : Visual

sumber (pinterest)

Sebagai mangaka, Junji Ito memiliki spesialisasi di body horror alias horor yang secara khusus menampilkan gore serta kejadian aneh/supernatural terhadap tubuh manusia. Disebut spesialisasinya karena tema ini merupakan tema konsisten dan benar-benar ditunjukkan lewat setiap monster yang muncul di karyanya. Contohnya adalah perubahan tubuh manusia menjadi meliuk-liuk layaknya naruto dalam Uzumaki.

Setiap monster, setiap deformasi dan kecatatan yang mereka miliki benar-benar digambar dengan sangat detil. Saking detilnya, gambarnya bisa terus membayangimu bahkan berhari-hari setelah kamu membacanya. Oleh karenanya, untuk kamu yang memiliki fobia deformasi seperti trypophobia, sebaiknya menghindari karya Ito karena cukup triggering.

Detail gambar Ito tidak hanya ditunjukkan dalam penggambaran monsternya, tapi juga ke karakter manusia normalnya. Berbeda dengan gaya mangaka pada umumnya yang cenderung memberikan detil ke keseluruhan wajah, Ito cenderung mengkonsentrasikan detilnya ke bagian mata saja. Detil ini dengan jelas menunjukkan ketakutan serta kegilaan yang dilanda oleh para karakter seiring berjalannya cerita.

Profil Karya Junji Ito : Cerita

sumber (joshduningan)

Kemalangan yang dialami oleh para karakternya biasanya disebabkan oleh dua hal: kuasa supernatural atau paranoia mereka sendiri. Paranoia ini entah dipantik oleh kuasa supernatural tadi atau ketakutan tak berdasar yang tentunya akan mengarah ke kegilaan. Yang lebih menakutkannya lagi, kuasa supernatural ini biasanya terjadi secara tiba-tiba, tanpa ada sebab yang jelas sehingga membuat karakter-karakternya betul-betul tidak berdaya.

Hal ini mengarah ke tema besar dalam karya Ito: betapa menyeramkannya kehilangan agensi dan rasa menjadi manusia. Sebagai pembaca, kita “dipaksa” melihat efek dari kuasa supernatural yang tak bisa dijelaskan terjadi ke para karakternya. Seramnya lagi, ia diperparah oleh betapa normal dan biasanya protagonis Ito sehingga kemalangan yang terjadi ke mereka terasa lebih mencekam.

Tak hanya menampilkan horor dari tubuh manusia, Ito juga pintar memunculkan ketakutan manusia terhadap anomali alam seperti yang ditampilkan dalam Gyo. Di Gyo, makhluk laut menumbuhkan kaki seperti milik serangga dan menginvasi daratan, mendatangkan malapetaka ke sekelompok anak muda yang sedang berlibur di vila pantai. Makhluk laut berkaki inipun menghancurkan peradaban manusia.

Profil Karya Junji Ito: Karakter

sumber (revistayume)

Tidak dengan karakter Ito, justru perempuanlah yang mendapatkan banyak sorotan. Setidaknya, ada 13 karakter perempuan utama dalam karya Ito, mayoritas berperan sebagai antagonis. Antagonis ikonik Ito tentu saja Tomie, si gadis imortal jelita yang selalu menebarkan teror ke setiap orang terutama laki-laki yang tergoda oleh kecantikannya dan para perempuan yang sadar akan karakter sejatinya dan melawannya.

Tentu, antagonis lainnya tidak kalah menyeramkan dan ditulis dengan sangat baik. Ada Sunagami Riyo, monster penghisap darah cantik yang naksir sang dokter dari kota yang ditugaskan di desanya, Fuchi-san sang model yang memiliki fisik yang tak terlupakan berkat dagu, badan, dan kakinya yang sangat panjang, Shinobu sang anak ibu kos yang ternyata egois dan psikopat, dan tetangga tak bernama yang ternyata merupakan monster fungi.

Itu juga membuat protagonis perempuan yang tak kalah menariknya. Contohnya adalah Saiko dari A Town Without Street yang masih bisa waras di tengah kota tanpa jalan, pembunuh berantai, dan keluarganya yang terus merisak privasinya. Lalu ada Mimi dari Mimi’s Ghost Stories yang terpaksa menjadi pengusir hantu karena kuasa spiritual yang terus mengganggunya.

Selain itu, ada Yukari Taniyama dari The Village of Sirens yang dengan tenang mencari tahu monster yang mengganggu desanya. Ia juga merusak telinganya dengan stik agar tak terganggu dan bisa fokus menolong orang-orang. Karakternya dengan sukses membalikkan trope protagonis horor yang tidak bisa apa-apa.

Tentu ini hanya sebagian dari cerita dan karakter Ito. Ada banyak sekali cerita Ito yang belum dieksplor dari sini, jadi sebaiknya kamu baca sendiri ya!

Penulis : Anisa D Putri

Penyunting : Adi

About author

Related posts
Buku

Love In Heart

Buku

Cara Bersikap Asertif Ala Judy Murphy (Part 2)

Buku

Cara Bersikap Asertif Ala Judy Murphy (Part 1)

Buku

Kamu Hobi Membaca? Ini Dia Beberapa Buku Menarik Dari Penulis Wanita di Seluruh Dunia!