GenK LIFE

Kehabisan Masker, Pakai Masker Kain 3 Lapis Untuk Tangkal COVID-19

Sebagai salah satu upaya pencegahan COVID-19 yang semakin meluas, pemerintah Indonesia pada Minggu (5/4/2020) meminta masyarakat menggunakan masker saat di ruang publik. Aturan baru ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Jakarta.

Hal ini seiring dengan imbauan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona (COVID-19). Sebelumnya, WHO merekomendasikan penggunaan masker hanya oleh mereka yang sakit, petugas medis, dan mereka yang merawat orang sakit. Namun aturan itu berubah seiring dengan Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO Dr Michael Ryan menyetujui penggunaan masker di tempat umum oleh semua orang, dilansir South China Morning Post pada Sabtu (4/4/2020)

Ilustrasi masker. (Sumber: Joan Fabric and Crafts Stores)

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmita mengungkapkan jika ada tiga jenis masker yang bisa digunakan untuk memerangi virus corona (COVID-19). Tiga masker yang direkomendasikan adalah masker kain tiga lapis, masker bedah, dan masker N95. Namun, sehubungan dengan kelangkaan masker bedah dan juga masker N95 yang lebih diprioritaskan untuk kalangan medis, maka masker yang bisa gunakan adalah masker kain.

Ia juga menjelaskan jika sebuah hasil penelitian mengungkapkan jika masker kain dapat menangkal virus sebesar 70%. Walaupun begitu, tak sembarang masker kain yang bisa kamu gunakan. Masker kain harus memenuhi beberapa syarat aman agar bisa digunakan dan bermanfaat dengan baik.

Syarat masker kain yang baik

Walau sudah dianjurkan untuk menggunakan masker kain, namun kamu juga masih harus tetap memerhatikan maskernya ya dan harus disesuaikan dengan rekomendasi dari CDC, seperti:

1. Masker harus menutup bagian tepi wajah dengan sempurna

Ilustrasi pemakaian masker. (Sumber: shutterstock)

Syarat pertama adalah memastikan masker kain cukup lebar hingga dapat menutupi bagian pangkal hidung serta sebagian besar pipi. Sebagai contoh, kamu bisa memilih model yang persis seperti masker bedah sekali pakai maupun yang bentuknya cenderung bulat seperti masker N95.

2. Masker harus memiliki tali pengikat atau karet telinga

Ilustrasi masker kain. (Sumber: Youtube/Osaka Crafts)

Syarat selanjutnya adalah tali pengikat maupun karet yang digunakan untuk mengaitkan masker ke telinga. Hal ini untuk dapat membuat masker tetap berada di tempatnya selama beraktivitas. Apabila tali atau karet terlalu longgar, berpotensi dapat menyentuh wajah untuk memperbaiki posisi masker.

3. Masker harus terdiri dari beberapa lapis kain

Masker kain. (Sumber: Facebook/Chen Xiaoting)

Kain memiliki ketebalan serta kerapatan serat kain yang tentu berbeda-beda. Hal inilah yang juga menjadi pertimbangan lain dalam memilih masker kain. Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19 sendiri menyarankan masker kain minimal terdiri dari 3 lapis kain. Johns Hopkins Medicine juga menyarankan untuk menggunakan kain katun murni tanpa campuran serat lainnya. Hal ini agar kain tidak mudah melar saat ditarik.

4. Masker tidak menghalangi jalan napas

Masker kain. (Sumber: iStock)

Walau demikian, masker yang terlalu tebal juga pasti tidak baik karena dapat menghalangi jalannya pernapasan. Dengan itu, cobalah selau masker kain yang kamu miliki. Apabila kamu masih bisa bernafas dan masker tetap dapat menutupi bagian mulut dan hidung dengan sempurna, maka kamu bisa menggunakan. Namun, apabila masker yang dikenakan membuatmu kesulitan bernafas, maka jangan dipakai.

5. Masker tidak berubah bentuk saat dicuci

Masker kain. (Sumber: shutterstock)

Sehubungan masker ini terbuat dari kain, ada baiknya memang jika kita harus rajin mencucinya. Walau begitu, terkadang ada beberapa jenis kain yang dapat mengalami perubahan bentuk apabila dicuci. Jika hal ini terjadi, lebih baik untuk memilih bahan lain yang lebih kokoh untuk dijadikan masker.

About author

Related posts
GenK LIFE

Fatherless : Bagaimana Peran Ayah Mempengaruhi Pertumbuhan Anak?

GenK LIFE

4 Hal Penyebab Jerawat Punggung dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

Pentingnya 3V dalam Public Speaking Biar Sukses Bicara di Depan Umum

GenK LIFE

Waspada Mental Block Bikin Produktivitas Menurun, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya