Creativepreneur and Career

Mau Jadi Freelancer? Kenali Dulu Kelebihan dan Kekurangannya!

kelebihan dan kekurangan freelancer

4. Kerja Jadi Lebih Efisien lewat Komunikasi Jarak Jauh

Semua tergantung internet. Kalau ada internet, komunikasi dengan klien lewat jarak jauh pun tidak masalah. Kamu juga jadi bisa berhemat dalam mengatur pengeluaran sehari-hari. Berhubung freelancer adalah pekerja lepas yang bisa bekerja di mana saja, kamu bisa memilih untuk mengerjakan di rumah dan menghemat ongkos.

Walaupun begitu, kamu juga harus menjalin komunikasi dan harus paham apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh klien. Jangan sampai miskomunikasi. Bisa berabe deh.

Kekurangan Menjadi Freelancer

Kalau tadi kami sudah membahas sisi positifnya, sekarang saatnya membahas seputar kekurangan dan kerugian menjadi freelancer nih. Tujuannya supaya kamu lebih mantap dan lebih berhati-hati ketika memutuskan sebuah pilihan. Kamu harus ingat, setiap pilihan pasti memiliki sisi positif dan negatifnya.

Meski ada banyak manfaat yang kamu dapatkan, untuk menjadi freelancer dibutuhkan perencanaan dan persiapan yang cermat juga loh. Jangan sampai kamu malah jadi kebingungan sendiri karena tidak punya pegangan, seperti rekan kantor untuk bertukar pikiran. Daripada penasaran, langsung saja kita lihat kekurangan dan kerugian yang sangat memungkinkan kamu rasakan ketika menjadi freelancer. Yuk simak!  

 

1. Sepi, Kerjain Tugas Sendirian Deh

Freelancer 4

Ilustrasi orang yang sedang bosan (sumber: reposetherapy.com)

Bekerja di rumah memang asik dan tidak perlu repot. Namun, menghabiskan waktu seharian di rumah selama berhari-hari tentu membosankan. Hidup akan terasa seperti sedang di sel isolasi. Sebagai pekerja lepas, kamu harus bekerja tanpa karyawan lain. Semua dikerjakan sendiri. Tidak ada interaksi yang berarti dengan sesama pekerja kantor.

Lalu bagaimana cara mengatasi kesepian sebagai freelancer? Karena freelancer adalah pola kerja yang sangat bergantung dengan jaringan internet dan dunia maya, maka kamu bisa berkomunikasi dengan orang lain lewat media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, atau LinkedIn. Dari situ kamu bisa terhubung dengan para pekerja profesional lainnya.    

2. Tidak Punya Jaminan Penghasilan yang Tetap

Minggu ini sibuk, eh ternyata minggu depan malah santai banget. Ya, inilah balada yang dihadapi freelancer. Beban kerja dan penghasilan akan bervariasi setiap bulannya, bahkan sulit untuk diprediksi dalam jangka panjang. Pada dasarnya freelancer bekerja sesuai proyek yang dijanjikan bersama klien. Kalau proyeknya sudah selesai, kamu mesti cari lowongan lain dan tentunya tidak selalu mudah. Kamu pasti akan menghadapi beberapa kendala, meski sekecil apa pun.

Selain itu, freelancer juga sangat jarang menerima bonus dari klien, karena sudah terikat dengan perjanjian awal. Mungkin klien akan mengapresiasi pekerjaanmu, tapi sangat sulit kalau berharap mendapat remunerasi dari klien.

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Mau Bikin Customer Lebih Suka Produkmu? Pakai Aja Strategi Visual Marketing

Creativepreneur and Career

3 Teknik Menyajikan Story Telling yang Apik Agar Audiens Tenggelam

Creativepreneur and Career

Strategi yang Wajib Kamu Tau, Supaya Bisnis Bisa Berkembang dan Eksis di Pasar Global!

Creativepreneur and Career

Freelance Website untuk Mahasiswa Jurusan Arsitek

Leave a Reply

Your email address will not be published.