Creativepreneur and Career

Ini Dia Alasan Kenapa HRD Ill-Feel dengan Lamaran Kerja Kamu

lamaran kerja

4. Menyepelekan Pentingnya Mengoreksi Resume

mengoreksi resume lamaran kerja

sumber: adeccousa.com

Kebanyakan orang bakal mengabaikan satu kesalahan ketik. Kalau kamu memiliki kemampuan tata bahasa yang buruk, kesalahan pengejaan dan penggunaan kata yang nggak sesuai, itu menunjukkan kalau kamu adalah orang yang ceroboh. Jika dari resume lamaran kerja kamu sudah ditemukan kecerobohan, bagaimana ada yang mau mempekerjakan kamu kedepannya?

Jangan malu untuk meminta seseorang mengoreksi resume lamaran pekerjaanmu. Minta mereka mengecek apakah ada hal-hal kecil yang bikin HRD ill-feel. Atau kamu bisa mengecek kembali resume yang kamu susun kalau punya ekstra waktu. Tapi biasanya kita sendiri kesulitan menemukan apa yang salah dalam dokumen yang kita susun. Seperti kata pepatah, ‘Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan nampak.’ Mudah untuk melihat kesalahan orang lain, tapi nggak demikian ketika kita punya kesalahan. Bukan begitu?

5. Melamar Pekerjaan yang Nggak Sesuai Kualifikasimu

melamar kerja

sumber: diversant.com

Semua pelamar mengeluhkan bagaimana membosankan dan menjengkelkannya proses melamar pekerjaan melalui aplikasi online. Pada kenyataannya, mereka tetap gencar menyebarkan resume bahkan meski tahu mereka nggak punya kualifikasi sesuai dengan lowongan pekerjaan tersebut. HRD pun nggak mau pusing-pusing mempertimbangkan lamaran kerja milikmu untuk mengisi lowongan yang tidak sesuai dengan kualifikasi. Mereka akan mengetahui kalau sebenarnya kamu cuma ingin pekerjaan dan nggak benar-benar menginginkan posisi yang ada. So, jangan buang waktumu.

6. Kamu Punya Sifat yang Cenderung Menyebalkan

mempertanyakan status lamaran kerja

sumber: salesgravy.com

Pernah mendengar saran dari ibu atau orang-orang kampus tentang pentingnya menjadi proaktif. Mereka menyarankanmu untuk menghubungi HRD atau bahkan atasan di perusahaan tersebut dan memberitahu mereka kalau kamu memiliki ketertarikan dengan pekerjaan yang ada. Itu adalah saran yang bagus di tahun 80-an. Akan tetapi, jangan berpikir untuk melakukannya hari ini. HRD nggak perlu ditelpon atau dibombardir e-mail maupun pesan singkat hingga chatting yang mengatakan bahwa seseorang merasa tertarik dengan lowongan yang ada.

Nggak perlu mengirimi mereka karangan bunga, coklat atau benda-benda lainnya. Selain karena mengganggu, hal itu sama sekali nggak akan membantumu masuk daftar kandidat yang akan mereka pertimbangkan. Jadi, sebelum kamu tahu tips-tips interview sebagai langkah selanjutnya, ada baiknya perbaiki dari hal kecil dulu. Coba cek lagi lamaran kerja yang kamu buat, deh. Apakah ada hal-hal di atas yang masuk dalam resumemu? Perbaiki semuanya sekarang atau HRD akan langsung ill-feel membacanya.

Editor: Isyhari Maheswar

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Tips Membuat Portofolio Desain Interior yang Menarik

Creativepreneur and Career

Sebelum Memulai Bisnis, Pahami Dulu Perbedaan Paten, Merek dan Hak Cipta

Creativepreneur and Career

6 Point Penentu Keberhasilan Bisnis Kuliner Yang Wajib Dioptimalkan!

Creativepreneur and Career

Manfaat Optimasi E-Commerce Buat Jangka Panjang Bisnis Online