Community

Seni Menjaga Kesehatan Mental Selama di Rumah ala Aenea Marella

Di tengah pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama beberapa bulan ini membuat mayoritas orang mesti menghentikan aktivitas dan menetap di dalam rumah. Berbagai tantangan tentu saja terus bermunculan selama masa karantina pribadi yang dijalani demi mengurangi penyebaran virus secara lebih luas. Salah satu yang paling sering menjadi topik pembahasan adalah terkait dengan kesehatan mental yang mungkin kerap dikesampingkan sebelumnya. Perubahan kondisi yang terjadi secara signifikan dan membuat banyak orang menetap di rumah justru bisa menimbulkan masalah baru, yaitu ke kesehatan mental. Untuk menanggapi hal ini, ada ragam cara yang bisa ditempuh serta hal-hal yang perlu diperhatikan guna merawat kesehatan mental selama di rumah.

 Kreativv ID pun mendatangkan seorang pakar bernama Aenea Marella dalam sebuah sesi Instagram Live bertajuk Maintaining Wellbeing In Your Home. Buat kamu yang belum tahu nih, Aenea Marella merupakan seorang psikolog klinis dewasa yang menempuh Pendidikan S1 di Universitas Indonesia dan Magisternya di Universitas yang sama. Pendekatan metode terapi yang sering ia gunakan adalah eclectic approach, dan terkadang juga dengan pendekatan kognitif perilaku. Nea, sapaan akrabnya sekarang masih aktif melakukan praktik di RS Carolus Gading Serpong dan Nest BSD, serta sebagai staf pengajar paruh waktu di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya selain sebagai associate aktif di Yayasan Pulih. Simak diskusi hangatnya berikut!

Kreativv ID: Suka dukanya apa nih Kak Nea selama ini berkarir di bidang psikologi? 

Aenea: Kebetulan aku pribadi merasa bersyukur banget selama ini bisa berkarir dengan banyak sukanya. Hal yang paling mendasar mungkin dari belajar psikologi itu sendiri adalah aku bisa jadi lebih mengenal diri sendiri dan menerima berbagai kondisi yang dihadapi secara lebih terbuka. Aku juga jadi bisa belajar cara berpikir yang lebih baik serta melihat pengalaman dari masa lalu yang berkontribusi untuk kondisi saat ini. Begitu juga dengan tingkah laku serta cara berhubungan dengan orang lain. Terus bisa ketemu banyak orang sejak mulai praktek tahun 2013 juga, pergi ke tempat-tempat baru, daerah gitu, sama orang-orang baru. Kalau dukanya pas ketemu orang yang mungkin masalahnya ternyata besar banget, aku sampai bertanya kok bisa sampai segitu rumitnya hidup seseorang. Atau pas ke daerah dan ketemu komunitas yang masih memandang kesehatan mental itu sebagai sesuatu yang sepele.  

Baca Juga :   Dari Bikin Bento Sampai Rilis Buku, Ini Dia Cerita Sukses Yackikuka
About author

Related posts
Community

5 Kiat Agar Bisnis Kamu Bertahan di Kala Pandemi

Community

AIESEC Future Leaders sebagai Wadah Pemuda untuk Berkembang!

Community

7 Tanaman Unik dan Langka di Dunia, Ada yang dari Indonesia Lho!

Community

Urban Village 2020 x Laung Banceuy: Bangkit Bersama untuk Memajukan Prospek Wisata Alam Kampung Adat Banceuy di Era New Normal