3 Komunitas Teater Indonesia Ini Sajikan Hiburan Penuh Makna

Dibaca Normal: 3 menit aja
teater indonesia

Teater menjadi salah satu cabang kesenian yang perkembangannya sangat maju di Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Australia. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Seiring perkembangan industri kreatif, di Indonesia sendiri punya banyak kelompok teater yang tak jarang melahirkan bintang ternama di dunia hiburan. Sebenarnya ada banyak hal yang bisa kamu pelajari dari dunia teater loh. Mereka berperan sebagai media pembentukan karakter dan edukasi yang bermakna. Buat kamu yang tertarik mempelajari seni ini, berikut beberapa nama kelompok teater Indonesia yang masih aktif pementasan.

1. Teater Katak

Salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Nusantara adalah Teater Katak. UKM ini menjadi wadah bagi mahasiswa yang ingin mempelajari lebih dalam soal ilmu teater. Semuanya berawal pada tahun 2007 saat ada delapan orang mahasiswa angkatan perdana UMN berkumpul untuk membicarakan pendirian teater pertama di kampus karena kecintaannya terhadap dunia seni peran. Mereka menggunakan nama AUTUMN Keadaan semakin membaik ketika Venantius Vladimir Ivan, pria lulusan S2 hukum yang bersedia melatih UKM ini. Kemudian namanya berubah menjadi Katak, yaitu singkatan dari Komunitas Anak Teater Kampus. Unik banget namanya!

UPDATES

Slider

UPDATES

Slider

Kelompok Teater Katar yang sekarang juga membuka sanggar ini sudah berhasil mendapatkan beberapa penghargaan di Lomba Monolog ARTEFAC 2018 dalam kategori “Properti Terbaik” dan “Penampil Terbaik”. Teater Katak masih aktif menjalankan pementasan sampai saat ini loh. Kamu bisa lihat jadwal lengkapnya di akun Instagram @katak_id. Seperti produksi pementasan “Mulan” yang ditampilkan secara berkolaborasi antara Teater Katak dan ke.ta.wa Comedy Club pada 11-12 Januari 2020 lalu di Gedung Kesenian Jakarta. 

Baca Juga
Mengenal Bapak Seni Kolase, Richard Hamilton

2. Papermoon Puppet Theatre

Berlokasi di Yogyakarta, Papermoon Puppet Theatre didirikan pada April 2006 oleh Maria Tri Sulistyani atau lebih akrab dipanggil Ria. Ketertarikannya terhadap dunia seni rupa dan pertunjukan membuatnya menemukan bahwa teater boneka merupakan medium yang bisa dikolaborasikan dengan berbagai seni lain, seperti seni teater, rupa, dan musik. Pertunjukan boneka yang awalnya dianggap hanya hiburan semata, ternyata juga bisa mengedukasi penontonnya loh. 

Papermoon Puppet Theatre percaya bahwa setiap makhluk, objek, dan hal-hal lain di muka bumi memiliki nyawa di dalamnya. Lewat pementasan boneka yang menghibur sekaligus mengedukasi, mereka berharap dapat mewujudkan semua itu. Sudah lebih dari 10 tahun, Papermoon Puppet Theatre telah membagikan kisahnya kepada penonton di dunia lewat pertunjukan di Jepang, Belanda, Australia, dan Amerika Serikat. Namun, Yogyakarta tetap menjadi rumah terbaik bagi mereka. Seandainya kamu tertarik menonton pertunjukan Papermoon Puppet, bisa langsung cek jadwalnya di website papermoonpuppet.com dengan mudah.

Baca Juga
Mengenal Apa Itu Mise en Scene dalam Produksi Film

3. Komunitas Salihara

View this post on Instagram

Belum ada kegiatan untuk akhir pekan? Saksikan pentas tari "Orfeus", Sabtu & Minggu, 11-12 Mei 2019, 20:00 WIB di Teater Salihara! •⠀⁣ Dalam dongeng Yunani, perjalanan Orfeus menjemput kekasihnya Euridice dari dunia bawah berakhir dengan tragis. "Orfeus" adalah sebuah pertunjukan lintas disiplin yang menghadirkan secuil peristiwa kematian ketika Euridice pergi dan Orfeus setengah putus asa melepas. • Koreografer & Direktur Artistik: Melati Suryodarmo (@suryodarmomel) Musik: @srihanuraga Sinematografi: @antodoso Berdasarkan sajak oleh Goenawan Mohamad •⠀⁣ Tiket umum: Rp95.000 masih tersedia on the spot. Tiket pelajar: Rp50.000 masih tersedia pada hari Minggu. Loket dibuka pukul 18:30 WIB •⠀⁣ #Orfeus #salihara

A post shared by Komunitas Salihara (@komunitas_salihara) on

Teater Indonesia selanjutnya bernama Komunitas Salihara yang merupakan sebuah pusat seni multidisiplin swasta pertama di Indonesia. Pusat seni ini didirikan oleh Goenawan Mohamad pada 8 Agustus 2008. Perlu diketahui nih, meski dinamakan “komunitas” tetapi Komunitas Salihara sebenarnya tidak memiliki suatu bentuk keanggotaan loh. Bisa dilihat dari program-program yang ditawarkan memang diperuntukkan untuk publik dan siapa pun yang berminat. Di Komunitas Salihara, mereka menawarkan berbagai program kesenian seperti seni pertunjukan teater, seni tari, seni musik, pemutaran film, pameran seni rupa, mendiskusikan gagasan, dan sastra. Jadwalnya bisa kamu cek di website tiket.salihara.org yah.

Komunitas Salihara menyediakan fasilitas yang bisa kamu sewa, salah satunya adalah Teater Salihara yang menjadi teater blackbox pertama di Indonesia. Teater ini dirancang oleh seorang arsitek bernama Adi Purnomo sambil melibatkan para ahli di bidang tata surya dan cahaya loh. Sehingga Teater Salihara dapat mendistribusi cahaya dan suara dengan baik yang nantinya berpengaruh pada berbagai macam seni pertunjukan. Keren banget! 

Tidak ada salahnya menonton teater di akhir pekan. Selain terhibur dengan adegan yang disajikan, kamu juga bisa sekalian belajar akan makna yang sesungguhnya tersurat dari balik naskah, bahasa tubuh, dan mise en scene yang muncul di panggung. Dari ketiga nama komunitas teater Indonesia di atas, manakah yang menarik perhatianmu?

Quizzes

Slider

Quizzes

Slider
Artikel Terkait
Community

Kumpulan Best Moments di Oscar 2020, dari Bong Joon Ho Sampai Eminem

Community

Daftar Nominasi Film Animasi Pendek Terpilih Piala Maya 2020

Community

Ini Dia Quotes Motivasi Kobe Bryant yang Bikin Kamu Semangat Lagi

Community

Hormati Kobe Bryant, Seniman Dunia Buat Mural Tribute

Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link
Silahkan isi form terlebih dahulu untuk mengunduh Media Kit
Asset Media Kit
close-link