Community

Yuk Kenalan dengan Angie dan Huhu, Komikus Webtoon “Bahagia Itu”!

webtoon bahagia itu

Apa hal yang membuatmu bahagia? Apakah itu makanan? atau mungkin berkumpul dengan orang-orang tersayang? Tanpa kamu sadari, sebenarnya hal-hal kecil pun bisa menjadi alasannya loh.

webtoon bahagia itu

Webtoon “Bahagia Itu” karya Angie dan Huhu

Sama halnya dengan Webtoon “Bahagia Itu” karya Angie dan Huhu. Lewat seri komik tersebut, mereka menceritakan tentang hal-hal kecil di sekitar kita yang kadang terlupakan.

Ternyata jarak antara Bandung-Sydney tak lantas menurunkan semangat Angie sebagai writer dan Huhu sebagai ilustrator untuk terus membuat karya bersama, GenK. Malahan mereka berhasil memenangkan ‘Rising Star’ di Webtoon Challenge dan official di platform Ciayo Comics. 

profil angie wiyaniputri

Angie Wiyaniputri, writer Webtoon “Bahagia Itu”

profil hutami dwijayanti

Hutami Dwijayanti, ilustrator Webtoon “Bahagia Itu”

Ingin kenal lebih dekat dengan kedua komikus kreatif ini? Yuk simak sama-sama hasil wawancara kami bersama Angie dan Huhu untuk #IndonesiaKreativv!

Wawancara Bersama Angie dan Huhu

Boleh cerita bagaimana awal mula kalian terjun ke dunia komik?

Angie hobi membaca komik dari kecil, dari hobi membaca komik jadi terinspirasi untuk membuat cerita komik sendiri. Lalu bertemu teman lama Hutami yang memang berprofesi sebagai ilustrator, setelah mengobrol ternyata kita sama-sama tertarik untuk membuat komik.

Setelah proses brainstorming panjang untuk menyatukan keinginan masing-masing dan menentukan purpose dari komik kita nanti, akhirnya lahir “Bahagia Itu” sebagai debut komik digital kita berdua di Webtoon Challenge. Puji syukur komik debut kita bisa menang ‘Rising Star’ di Webtoon Challenge dan official di platform Ciayo Comics.

Selain membuat komik, ada pekerjaan lain mungkin? Misalnya jadi freelance atau lainnya?

Angie: Gak ada, ibu rumah tangga saja.

Huhu: Full-timer di creative studio sendiri (AMECO Studio).

Kalau author dan judul komik favorit kalian apa nih?

Angie: Saya paling suka “Hai, Miiko!” karya Eriko Ono.

Huhu: Banyak… tapi mungkin yang paling berkesan sampai sekarang itu komik “Doraemon” karya Fujiko F. Fujio, “Yotsubato!” karya Kiyohiko Azuma, dan karya-karyanya Urasawa Naoki seperti “Monster” dan “21th Century Boys”.

Apa yang menjadi inspirasi kalian ketika membuat komik?

Angie: Inspirasinya bisa dari pengalaman sendiri, imajinasi, komik, film, cerita-cerita dari teman atau keluarga.

Kenapa kalian memilih media digital untuk mempublikasikan karya?

Karena kita melihat media digital lebih efisien dan efektif untuk publikasi di era digital sekarang ini. Pembaca juga akan lebih mudah untuk mengakses komik kita.

Baca Juga :   kreativv ID Dorong Minat Mobile Photography Milenial lewat #KelasKreativv Vol. 1

Pernah ada kepikiran untuk membuat versi cetak gak?

Pernah dan mau banget kalau ada penerbit yang berminat.

Apa yang membuat kalian merasa bahagia sebagai seorang komikus?

Angie: Menulis adalah hobi dan passion saya, sangat menyenangkan dan bahagia membuat sebuah cerita yang dapat menginspirasi semua orang. Di tengah kesibukan mengurus anak 24 jam/hari, dengan membaca komik saya jadi merasa terhibur dan bahagia. Saya juga ingin membuat pembaca yang membaca komik saya merasa terhibur dan bahagia pula. Dengan membuat pembaca bahagia, saya pun menjadi bahagia.

Huhu: Ketika pembaca menikmati karya-karya kita dan terinspirasi pastinya. Seperti konsep komik “Bahagia Itu”, dari awal pesan yang ingin disampaikan bahwa kita tidak boleh lupa akan kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang terjadi di kehidupan kita.

Menurut kalian, apa tantangan terbesar yang pernah dihadapi sebagai seorang komikus?

Angie: Tantangan terbesar mungkin saat lagi gak ada ide cerita.

Huhu: Mengatur deadline komik dengan pekerjaan lain dan target yang harus kita capai setiap season-nya.

komik bahagia itu

komik bahagia itu 2

komik bahagia itu 3

komik bahagia itu 4

komik bahagia itu 5

komik bahagia itu 6

Mini seri “Bahagia Itu”

Boleh ceritain inspirasi gaya gambar komik “Bahagia Itu”?

Huhu: Inspirasi dari macam-macam referensi dari barat dan timur hahaha… tapi yang ingin saya tampilkan dari awal yaitu visual yang mudah diingat oleh pembaca dan visual yang simple tapi enak untuk dinikmati. 

Kan palet warna di sini cenderung pastel. Ada maksud tertentu gak dalam pemilihan palet warna tersebut?

Huhu: Supaya adem seperti ceritanya.

Apakah Chacha karakter fiktif atau ada versi nyatanya?

Karakter fiktif… meskipun banyak yang menyangka gambaran atau cerita asli kehidupan Tor atau Thor-nya (author). Hahahaha…

Storyline yang diangkat sangat sederhana seperti pada kehidupan sehari-hari, tapi ketika dibaca bener-benar “mengena” di hati. Kok kalian bisa kepikiran akan hal sekecil itu?

Pesan yang ingin disampaikan dari “Bahagia Itu” adalah berbahagia dari hal-hal kecil di sekitar kita yang kadang terlupakan. Storyline-nya diangkat dari kehidupan sehari-hari sehingga pembaca dapat merasakan hal yang sama. Pembaca juga menjadi terhubung dengan Chacha dan kawan-kawan karena merasa senasib.

Boleh cerita proses pembuatan komik ala kalian dari awal hingga akhir? Apakah kalian punya tempat dan alat khusus yang dipakai untuk membuat komik? 

Pertama-tama author akan menulis naskah. Lalu dari naskah akan dibuat storyboard oleh ilustrator. Setelah storyboard jadi, author dan editor akan melakukan review kembali sebelum masuk tahapan inking (outlining) dan pewarnaan (coloring).

Apa kesulitan bikin komik berdua?

Kadang terjadi perbedaan pendapat antara author dan ilustrator dalam membuat komik “Bahagia Itu”, tetapi kita selalu berdiskusi untuk mencapai kesepakatan bersama.

Baca Juga :   Mother Earth & Architecture, Menjaga Budaya Suku Dayak Iban di Era Modern

Kalian pernah berantem gak? Kalo lagi berantem, masih bisa kerja bareng gak?

Untungnya belum pernah hahaha…

webtoon bahagia itu

Webtoon “Bahagia Itu”

Kami penasaran soal promosi nih. Bagaimana cara kalian mempromosikan karya ke orang banyak? Adakah strategi khusus yang dilakukan?

Kami menggunakan media sosial seperti Instagram (@chacha_bahagiaitu) dan Facebook (Chacha – Bahagia Itu) sebagai media utama untuk mempromosikan karya kami. Selain itu kami juga melakukan cross promotion dengan author komik lainnya dan mengadakan giveaway. Kalau media offline, kami beberapa kali membuka booth dalam event seperti Comic-Con.

Hal apa yang paling berkesan buat kalian saat proses pembuatan seri “Bahagia Itu”?

Angie: Dalam proses pembuatan seri “Bahagia Itu” saya menjadi banyak belajar juga, jadi lebih positif seperti Chacha. Saya juga sangat terharu dan bahagia saat mendapat feedback dan komentar yang positif dari para pembaca.

Huhu: Ketika komik pertama kita ternyata bisa masuk ‘Rising Star’ di Webtoon. Hahaha… waktu bikin kita ga pasang target, cuma do our best saja sambil berharap bisa menghasilkan sesuatu. Waktu itu saya masih mengerjakan setiap episodenya dengan lembur di akhir minggu. Rasanya bahagia ketika pesan yang ingin disampaikan lewat cerita kita ditanggapi dengan respon positif oleh pembaca.

Tantangan terbesar apa yang kalian temui saat mengembangkan seri ini?

Saat harus mengembangkan ide dan plot cerita yang menarik agar pembaca selalu setia dengan seri “Bahagia Itu”.

Jika kalian bisa memilih untuk bertemu dan mengobrol dengan satu orang karakter dari “Bahagia Itu”, karakter siapakah itu? 

Angie: Chacha! (dan Bonbon pengen saya elus-elus hehehe…)

Huhu: Barbie… 

Bagaimana rencana ke depan untuk seri “Bahagia Itu.”? Apakah akan ada seri berikutnya, atau mungkin edisi khusus?

Sampai saat ini kami masih dalam proses pembuatan season 3. Dan sambil berjalan, kami juga suka membuat mini seri “Bahagia Itu” yang kami upload di Instagram.

Baca Juga :   Belajar Masak Praktis di Rumah Bareng Ambarini Kartohadiprojo

Kira-kira kalian sekarang ada project ongoing apa nih? Atau ada rencana lain mungkin?

Kami lagi mau mengembangkan IP kami ke merchandise.

Gantungan kunci “Bahagia Itu”

Tote bag “Bahagia Itu”

Bagaimana pendapat kalian tentang tren komik digital yang kini sangat digemari oleh generasi muda?

Angie: Menurut saya tren komik digital lagi booming banget ya, mungkin karena sangat mudah dibaca dan cepat diakses lewat HP yang kebanyakan orang tidak bisa lepas dari HP-nya hehehe… Dan banyak orang suka membaca komik karena menurut saya pribadi membaca komik itu menyenangkan. Kalau genre romantis bisa ikut baper sampai nangis terharu, kalau genre humor bisa tertawa sampai nangis juga hahaha… Lalu genre horor bisa ketakutan sampai gak bisa tidur hehe… Dan membaca komik juga menambah banyak wawasan karena menurut saya banyak pesan yang ingin disampaikan oleh komikus melalui karya-karyanya.

Huhu: Tren komik digital sekarang ini menurut saya menjadi media yang sangat efektif untuk mempertemukan kreator dan pembacanya. Namun di sisi lain kita juga perlu membangun  mindset pembaca di Indonesia supaya lebih memberikan apresiasi pada kreator dengan banyaknya konten komik yang bisa dibaca dengan cuma-cuma. Selain itu dari segi kreator, saya rasa mereka jadi lebih terpacu untuk membuat konten yang lebih bervariasi.

Boleh dong dibagi pesannya untuk kreator muda lain yang baru terjun ke dunia komik.

Angie: Membuat komik itu seperti membuat sebuah mahakarya yang akan menginspirasi banyak orang. Semangat dan teruslah berkarya!

Huhu: Jangan menyerah ketika karyanya tidak mendapat respons positif, jangan pernah berhenti belajar, dan jangan takut meminta feedback dari orang lain.

About author

Related posts
Community

5 Kiat Agar Bisnis Kamu Bertahan di Kala Pandemi

Community

AIESEC Future Leaders sebagai Wadah Pemuda untuk Berkembang!

Community

7 Tanaman Unik dan Langka di Dunia, Ada yang dari Indonesia Lho!

Community

Urban Village 2020 x Laung Banceuy: Bangkit Bersama untuk Memajukan Prospek Wisata Alam Kampung Adat Banceuy di Era New Normal

Leave a Reply

Your email address will not be published.