Powerful Creativity: Kunci Sukses Bikin Film ala Yandy Laurens

Dibaca Normal: 3 menit aja 😊
yandy laurens ideafest 2019

Memasuki hari ketiga penyelenggaraan IdeaFest 2019 pada hari Sabtu, tanggal 5 Oktober kemarin, ribuan pengunjung terlihat memadati Balai Sidang Jakarta Convention Center. 

Ratusan pembicara keren dari berbagai sektor industri kreatif mengisi total sepuluh ruangan kelas yang terletak di lantai dasar gedung JCC. Nah, dari total tujuh sesi yang diadakan dari mulai pukul 10 pagi, kami berkesempatan hadir pada sesi kelima yang membahas tentang dunia perfilman.  

IdeaFest 2019 1

Barisan pengunjung yang mengantri masuk ke dalam ruangan untuk sesi IdeaTalks

Dengan mengangkat tema Powerful Creativity Balancing Quality & Quantity in Film Making, sesi kali ini diisi oleh sutradara kondang yang terkenal dengan berbagai karya web series-nya, seperti Sore dan Mengakhiri Cinta dalam 3 Episode, serta film Keluarga Cemara. Ada yang tahu siapa sutradara yang dimaksud? Yap, ia adalah Yandy Laurens. 

IdeaFest 2019 2

Film Keluarga Cemara karya Yandy Laurens

Pria kelahiran Makassar, 30 tahun silam ini hadir membagi cerita dan tips kepada puluhan hadirin yang memenuhi ruangan Habibie, tentang dilema yang sering dihadapi oleh para filmmaker; memilih antara kualitas atau kuantitas film.  

Apakah lebih baik harus membuat film yang berkualitas tapi jumlahnya sedikit, atau mending banyak tapi berpotensi untuk tidak jadi maksimal? Mau memilih jadi seorang idealis, atau yang penting sekadar laris?

Setiap filmmaker tentu punya tujuan dan gayanya sendiri dalam membuat film, baik untuk memenuhi panggilan hati, atau sekadar mencari pundi-pundi rupiah. Hal utama yang mesti diperhatikan sebelum memutuskan untuk membuat sebuah karya adalah kemampuan dan kapasitas pribadi, serta tim yang terlibat. 

“Standar kualitas pribadi seorang filmmaker yang mesti diperhatikan ada dua hal, yaitu dari segi cerita yang ingin dibangun, serta gaya produksinya”, jelas Yandy.

Keterbatasan sumber daya merupakan salah satu tantangan yang banyak ditemui dalam proses pembuatan film. Padahal dari keterbatasan yang ada, kamu bisa belajar banyak hal, GenK. 

IdeaFest 2019 3

Sesi Powerful Creativity Balancing Quality & Quantity in Film Making oleh Yandy Laurens

Sumber daya yang minim bisa mengajarkan kita menjadi lebih lebih cerdik dalam melihat dan memaksimalkan peluang yang ada di sekitar. Bukan hanya sumber daya, urusan waktu juga tak kalah penting. Apalagi saat akan membuat film, waktu yang ada tidak selalu sebanding dengan hasil yang diinginkan. 

“Jadikanlah waktu sebagai teman. Belajarlah untuk mengoptimalkan proses persiapan dan saat shooting. Saya biasanya paling mentok jam 11 pokoknya sudah harus kelar semuanya untuk take satu scene,” tambahnya. 

Lebih lanjut, sutradara lulusan Institut Kesenian Jakarta ini juga memaparkan betapa pentingnya pemahaman teori perfilman saat mengerjakan proyek film. Kemampuan seorang filmmaker tidak hanya diukur dari sekadar mahir dalam hal teknis saja, pengetahuan yang cukup akan teori-teori dasar ilmu juga perlu loh

Jadi harus balance nih, antara teori sama praktik, GenK. Dengan menguasai teori, kamu bisa punya referensi saat sedang stuck dalam proses shooting. Misalnya saat ingin membangun mood suatu scene, atau bagaimana cara yang tepat untuk mempertahankan jalan cerita film agar tetap menarik dan tidak membosankan. 

Buat kamu generasi milenial yang punya passion di bidang perfilman dan punya niat untuk terjun ke bidang kece ini, manfaatkanlah beragam fasilitas yang ada di sekitarmu. Carilah referensi sebanyak mungkin, baik di internet atau langsung dari buku maupun orang lain. Seperti kata pepatah, malu bertanya, sesat di jalan, GenK.

IdeaFest 2019 4

Wawancara eksklusif dengan tim kreativv ID

“Era sekarang, kamu bisa menyeimbangkan kualitas dan kuantitas dengan mudah. Intinya adalah harus fokus pada diri sendiri. Kebanyakan orang sulit mengembangkan diri karena sibuk membandingkan diri dengan orang lain. You have your own pace. Do what you can’t, pasti ada jalan”, tutup Yandy.

Tentang Penulis

Wahyu Ramadhan adalah alumnus dari jurusan Bahasa Prancis, Universitas Gadjah Mada. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Hobi menulisnya berkembang sejak ia duduk di bangku SMA hingga sekarang. Dengan menulis, ia dapat belajar banyak hal baru dan berbagi ilmu yang dimilikinya dengan orang banyak. Pemuda yang menyukai warna merah ini senang membaca buku dan belajar hal baru dengan ditemani segelas susu atau jus jambu.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Komunitas

Rame Banget! Kang So-ra dan Angga Yunanda Membuka Acara KIFF 2019

Komunitas

Dari Rendang sampai Diajak Naik Bajaj, Kang Sora Hadir Membuka KIFF 2019

Komunitas

Mengenal Kofipon, Tempat Belajar Para Pecinta Foto Ponsel

Komunitas

Zach King Membocorkan Trik Sulap Digitalnya di IdeaFest 2019, GenK!

Komunitas

IdeaFest 2019 Menjadi Festival Kreatif yang Inspiratif

Komunitas

Climate Diplomacy Week 2019, Belajar Pola Makan Pintar Ramah Lingkungan

Komunitas

kreativv ID Dorong Minat Mobile Photography Milenial lewat #KelasKreativv Vol. 1

Komunitas

WU Hub Co-Working Space Adakan Innovate Program Batch 1: Sustainable Environment Initiators

Komunitas

IdeaFest 2019 Tampil Lebih Fresh dengan Deretan Pelaku Kreatif Ternama

Komunitas

IdeaFest Hadir Kembali Membawa Semangat #KebanggaanIndonesia

Komunitas

Mengintip Resep Rahasia di Balik Horornya “The Librarian” karya KayR801

Komunitas

Yuk Kenalan dengan Angie dan Huhu, Komikus Webtoon “Bahagia Itu”!

Komunitas

Annisa Nisfihani, Bikin Baper lewat Webtoon “Pasutri Gaje”

Komunitas

Lebih Dekat dengan Abi Ma’Ruf, Sosok di Balik “Si Abi Driver Ojol”

Komunitas

Sesi Kreativv: Millennial Workspace, Bincang Ruang Kerja ala Milenial

Komunitas

Riuhnya Lantai Dansa PIASE 2019

Komunitas

Semarak a la Sirkus di Pameran Seni ITB 2019

Komunitas

Milenial Bisa Bikin Startup Tanpa Modal Besar

            Artikel Selanjutnya