Arsitektur & Interior

Simak Penerapan Konsep Healing Environment pada Ruang Publik

Konsep Healing Environment

Kepadatan suasana perkotaan akan meningkat setiap tahunnya, dimana gedung pencakar langit akan semakin banyak terlihat dan berpengaruh terhadap berkurangnya ruang terbuka hijau. Di sisi lain, saat ini kita masih dalam masa pandemi Covid-19 yang masih belum kunjung berakhir. Pandemi ini merupakan salah satu penyebab yang dapat memengaruhi kondisi mental seseorang. Dari sinilah konsep Healing Environment akan sangat berpengaruh terhadap proses mendesain sebuah ruang.

Setelah pandemi usai alangkah baiknya jika semua pihak dapat menerapkan konsep ini pada ruang publik yang dapat menjadi ruang multifungsi bagi masyarakat. Sebelumnya perlu kita ketahui dahulu apa sih pengertian dari konsep ini?

Jadi konsep Healing Environment ialah konsep yang ditujukan untuk membangun suasana melalui penyesuaian semua elemen desain untuk dapat memberikan rangsangan positif bagi indra.

Sumber Gambar : livinator.com

Berikut merupakan penerapan konsep Healing Environment dapat kita terapkan pada bangunan ruang publik dengan memerhatikan 3 aspek di bawah ini, yuk langsung kita simak:

Penerapan Konsep Healing Environment

  1. Aspek Alam

Konsep Healing Environment

Sumber Gambar : archdaily.com

Lingkungan memiliki peran penting dalam proses penyembuhan diri seseorang yang sedang mengalami depresi. Melalui pendekatan alam ini dapat memberikan efek yang dapat menurunkan tekanan darah, hormon stress, dan meningkatkan energi.

Penerapan unsur alam dapat diaplikasikan pada penambahan unsur air, batu-batuan, tanah, rumput, kayu, dan tanaman. Ini dapat menciptakan suasana alam yang menenangkan bagi pengunjung.

Misalnya, menambahkan kolam ikan dan air terjun mini di dalam bangunan ruang publik. Suara gemericik air yang timbul diharapkan dapat didengar dan memberi ketenangan bagi pengunjung. Air terjun ini juga berfungsi untuk memberi kesejukan di dalam bangunan. Selain itu, aspek alam dipercaya dapat menambah view, kesan asri, dan udara yang segar bagi kesehatan jiwa.

  1. Aspek Indra

Konsep Healing Environment

Sumber Gambar : flickr.com

Manusia memiliki 5 indra, yaitu indra pendengaran, pengelihatan, penciuman, peraba, dan perasa. Kelima indra ini memiliki peran masing-masing dalam proses penyembuhan (healing). Contoh penerapan aspek indra pada bangunan, yaitu indra pengelihatan.

Pada aspek ini, yang dapat diterapkan yaitu dengan adanya Indirect Lighting atau yang biasa dikenal dengan pencahayaan tidak langsung dari matahari (alami). Dengan adanya Indirect Lighting dapat menciptakan suasana lingkungan yang alami dan menyenangkan. Misalnya, dengan penerapan sisi bentuk bangunan yang disusun dinamis, sehingga dari sini indirect lighting dan direct lighting dapat memberikan efek yang menarik secara visual bagi pengunjungnya.

  1. Psikologis

Konsep Healing Environment

Sumber Gambar : architizer.com

Secara psikologis, healing environment dapat membantu proses pemulihan seseorang menjadi lebih cepat dan mengurangi stress.

Pada aspek ini, dapat diterapkan pada bentuk bangunan yang mengadopsi bentuk dinamis. Adanya garis lengkung pada bangunan dapat mengaktifkan sensory pada bagian otak yang mendeteksi bangunan dengan sudut akan meningkatkan emosional bagi psikologi dibandingan dengan bangunan tanpa sudut yang dapat mengurangi tingkat stress.

Nah, ketiga aspek diatas merupakan aspek utama yang wajib diterapkan pada sebuah bangunan ruang publik yang berkonsep Healing Environment.

Kenapa sih kok menggunakan konsep ini?

Karena di situasi pandemi, semakin banyak orang mengalami kejenuhan karena harus lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Selain itu, merekapun juga ada yang mengalami masalah tertentu karena misal kehilangan pekerjaan ataupun kehilangan orang yang mereka sayangi sebab pandemi.

Karena itulah dengan penerapan konsep Healing Environment pada ruang publik, pengunjung dapat memanfaatkan ruang publik bagi diri mereka yang sedang mencari ketenangan dan kerileks-an saat mengalami depresi maupun stress.

Konsep Healing Environment

Sumber: australianinteriordesignawards.com

Desain dengan konsep Healing Environment diharapkan dapat di aplikasikan pada ruang publik pada umumnya, karena perlu kita ketahui bahwa lingkungan memiliki peran penting dalam proses pemulihan mental seseorang.

Sumber:
https://trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/sim/article/download/6629/5018
Penulis:
Maura Millenia Handri | Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Petra
About author

Related posts
Arsitektur & Interior

DIY Cara Cetak Foto di Kayu untuk Ide Bisnis, Coba Yuk!

Arsitektur & Interior

Tips Mendesain Lobi Konsep Industrial Modern yang Stylish!

Arsitektur & Interior

Inspirasi Hunian Lansia karya Van Aken Architect

Arsitektur & Interior

Ini Dia Tips&Tricks dalam Mendesain Interior Kantor untuk Menjadikanmu Lebih Produktif!

Leave a Reply

Your email address will not be published.