Gak Cuma Kopi, Ketupat Juga Punya Filosofi!

Dibaca Normal: 5 menit aja
filosofi ketupat

Lebaran saatnya makan ketupat nih, GenK! Tapi apakah kamu tahu filosofi ketupat yang sebenarnya? Lihat pembahasannya di sini.

Lebaran tidak akan lengkap jika tidak ada ketupat.

Ketupat adalah hidangan khas dari negara maritim asal Asia Tenggara. Makanan ini terbuat dari bahan dasar beras yang umumnya dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda atau janur.

Makanan yang selalu menjadi bintang utama di hari raya Idul Fitri ini memang selalu cocok disandingkan dengan lauk pauk khas nusantara, terutama hidangan berkuah.

Rasanya yang gurih dan lembut saat disantap akan nendang banget kalau dicampur dengan kuah santan. Wah, jadi ngiler!

Ketupat juga kerap dijadikan ikon lebaran. Pasti kamu sering menemukan desain poster, kartu ucapan, iklan, dan motion graphic yang diselipkan gambar ketupat. Semua serba ketupat.

Ketupat Sebagai Simbol Lebaran

Sejarah Ketupat dari Kreativv ID 1

Sumber: islami.co

Tradisi ini pertama kali diperkenalkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga sejak awal abad ke-15 sebagai medium untuk mengajarkan agama Islam. Beliau menjadikan ketupat sebagai simbol hari raya Idul Fitri.

Beliau membudayakan 2 kali Bakda, yaitu ada Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Mungkin istilah Bakda Kupat masih asing di telingamu. Bakda ini dimulai seminggu pasca lebaran, GenK.

Masyarakat Jawa meyakini tradisi ketupat yang diturunkan oleh Sunan Kalijaga adalah tradisi luhur yang patut untuk dilestarikan. Bahkan di sejumlah daerah ada yang membuat perayaan Lebaran Ketupat.

Kalau diulik lagi, ternyata ketupat bukan sekadar hidangan khas lebaran loh. Menurut filosofi Jawa, makanan dari beras ini punya makna khusus.

1. Ngaku Lepat

Ngaku lepat merupakan kepanjangan dari ketupat. Bagi orang Jawa, ngaku lepat berarti mengakui kesalahan. Makanya saat lebaran ada diselipkan tradisi sungkeman, yaitu duduk bersimpuh di hadapan orang tua untuk memohon ampun atas kesalahan yang sudah diperbuat selama ini.

Tradisi sungkeman mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menghormati orang tua, rendah hati, ikhlas, dan mau mengakui kesalahan diri sendiri. Pas banget dilakukan saat lebaran yang berarti menyucikan diri dan berkumpul dengan keluarga besar.

Jadi tidak ada salahnya untuk menyisipkan tradisi sungkeman di hari raya Idul Fitri. Selain mengandung nilai moral, sungkeman juga berguna untuk mengeratkan tali silaturahmi dengan sanak saudara.

2. Laku Papat

Adapun laku papat memiliki arti empat tindakan. Yang termasuk tindakan di sini adalah lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Setiap tindakan memiliki maknanya masing-masing yang masih berhubungan dengan filosofi ketupat.

Supaya lebih paham, yuk kita bahas satu per satu, GenK!

  • Lebaran
Baca Juga
Belajar Table Manner Yuk! - Part 1. Sebelum Makan

Lebaran adalah sebutan lain untuk hari raya umat beragama Islam, baik Idul Fitri yang dirayakan setiap bulan Syawal setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan, maupun Idul Adha yang selalu dirayakan setiap tahunnya.

Dalam kata lain, lebaran memiliki makna usai atau selesai yang menandakan berakhirnya waktu puasa di bulan Ramadhan. Di mana pintu ampunan telah dibuka lebar untukmu. Makanya ketupat dijadikan simbol lebaran, GenK.

  • Luberan

Dalam KBBI, luber berarti melimpah. Kalau dihubungkan dengan filosofi Jawa, melimpah yang dimaksud adalah banyaknya harta kekayaan yang dimiliki olehmu.

Seperti yang sudah diajarkan dalam agama Islam, bersedekah untuk membagikan sedikit harta kepada kaum dhuafa akan mendapatkan pahala yang besar. Membayar zakat fitrah di saat menjelang lebaran pun telah menjadi ritual yang wajib dilakukan oleh umat Islam sebagai cerminan kepedulian kepada sesama umat manusia.

  • Leburan

Secara bahasa, lebur artinya luluh atau hancur. Kalau dihubungkan dengan laku papat, dosa dan kesalahan akan habis melebur karena setiap umat Islam wajib untuk saling memaafkan satu sama lain. Ingatlah bahwa tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini.

Memaafkan orang lain yang jelas bersalah memang bukanlah hal yang mudah. Belajar menjadi ikhlas adalah kuncinya. Mulai sekarang cobalah belajar untuk memaafkan, karena tidak ada ruginya kok, GenK. Malah berguna untuk menghilangkan stres pikiran.

  • Laburan

Baca Juga
Sejarah Donat, dari Belanda Hingga ke Kemudi Kapal

Laburan berasal dari kata labur yang artinya kapur. Kapur merupakan zat yang digunakan untuk menjernihkan air maupun sebagai pemutih dinding. Bila dihubungkan dengan makna ketupat, diharapkan manusia untuk selalu menjaga kesucian lahir dan batin. Memiliki kesucian hari itu penting. Makanya jadikan momen lebaran tahun ini untuk kembali menyucikan diri, GenK.

Filosofi Ketupat

Sejarah Ketupat dari Kreativv ID 2

Sumber: kaltim.tribunnews.com

Kalau tadi kami sudah membahas filosofi ketupat secara umum, sekarang kami akan membahasnya lebih detail. Ternyata setiap bahan yang digunakan untuk membuat ketupat memiliki makna masing-masing loh. Penasaran? Yuk simak penjelasannya, GenK!

  • Janur sebagai lambang cahaya hati nurani

Janur dibuat dari daun pohon kelapa muda yang kerap digunakan sebagai wadah beras, yang kemudian dimasak jadi ketupat.

Janur atau jatining nur yang artinya hati nurani. Setiap manusia tentu punya hati nurani, walau sekecil apa pun itu.

Ternyata sejak dulu janur merupakan ubo rampe atau perlengkapan ritual yang penting banget untuk orang Jawa. Sunan Kalijaga menjadikan janur sebagai lambang cahaya dari Tuhan. Makanya keberadaan janur sering kita temukan di acara-acara sakral, GenK.

  • Anyaman janur melambangkan tali silaturahmi

Filosofi ketupat yang berikutnya diambil dari anyaman janur. Kompleksitas masyarakat Jawa bisa dieratkan dengan tali silaturahmi yang merupakan cerminan dari anyaman janur ketupat. Perdebatan dan perselisihan terjadi karena adanya perbedaan. Namun jangan sampai perbedaan itu malah membuat sesama umat manusia jadi terpecah belah.

  • Cara membungkus ketupat mencerminkan kesalahan manusia

Apa kamu bisa merangkai anyaman janur untuk bungkus ketupat?

Memang tidak mudah, GenK. Butuh latihan untuk membuat pola yang sempurna. Rumitnya proses membungkus inilah yang dianggap sebagai cerminan beragam kesalahan yang dilakukan oleh manusia selama hidupnya.

  • Pola anyaman yang rapi melambangkan kesempurnaan

Masih berkaitan dengan anyaman janur, semakin rapi polanya maka semakin baik pula, GenK. Hal ini dikarenakan pola anyaman yang rapi digunakan sebagai lambang kesempurnaan dan kemenangan di hari raya Idul Fitri.

  • Beras menggambarkan nafsu duniawi

Beras merupakan bahan utama untuk membuat ketupat. Dibutuhkan proses yang panjang untuk mengubah beras menjadi ketupat. Namun siapa sangka di balik rasanya yang gurih, beras di dalam ketupat memiliki makna tersendiri yang berhubungan dengan filosofi ketupat, yaitu melambangkan nafsu duniawi.

Makanya beras yang berarti nafsu kemudian dibungkus dengan janur yang berarti hati nurani.

  • Isi ketupat mencerminkan kesucian hati

Untuk menyantap ketupat, kamu perlu membelahnya terlebih dahulu. Saat ketupat dibelah akan terlihat nasi putih. Ini merupakan cerminan kebersihan dan kesucian hari di saat lebaran. Memohon ampun dari segala bentuk kesalahan yang telah dilakukan merupakan bagian dari ngaku lepat.

Selain dijadikan sebagai makanan utama saat lebaran, ternyata ketupat juga digunakan untuk kegiatan lain loh.

Di beberapa rumah orang Jawa, ketupat dijadikan sebagai jimat. Caranya adalah dengan digantungkan di atas pintu masuk rumah. Makanya tidak perlu kaget lagi kalau seandainya kamu berkunjung ke rumah orang yang menggantung ketupat di pintu masuk.

Selain itu di pulau Bali, ketupat kerap kali dijadikan sebagai bahan sesajen upacara.

Kalau di Bali, ketupat disebut dengan kipat, GenK. Tak hanya untuk sesajen, tapi masyarakat di sana juga menjajakan ketupat untuk dimakan kok. Salah satunya adalah di Pantai Kuta. Banyak pedagang yang mendorong keliling dagangan ketupatnya di sana.


Nah, itu dia penjelasan singkat seputar filosofi ketupat. Ternyata makanan yang kamu konsumsi saat lebaran ini memiliki makna yang berguna banget untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga
Cara Membuat Latte Art Sederhana ala Home Barista

Polling

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Kuliner

5 Jenis Bisnis Kuliner Kekinian Tanpa Modal Banyak

Kuliner

Cara Membuat Infused Water yang Mudah dan Simpel

Kuliner

Cara Membuat Salad Buah dengan Resep Nikmat dan Praktis

Kuliner

Cara Membuat Sambal dengan Resep Enak dan Praktis

            Thank u, next!