Nikmatnya Gorengan: Dari Mesir Sampai Jadi Favorit Buka Puasa

Dibaca Normal: 4 menit aja 😊
gorengan

Di bulan puasa seperti sekarang, gorengan sering dipilih sebagai takjil berbuka puasa. Gurihnya bakwan dan tempe goreng dilengkapi sambal kacang, sudah pasti tidak tertahankan. Teksturnya yang renyah, menjadi magnet tersendiri bagi penikmatnya. Bagaimana ya ceritanya makanan ini bisa sampai ke masyarakat kita?

Di Indonesia, banyak sekali bahan makanan yang bisa dijadikan gorengan: tempe, tahu, ubi, pisang, sagu, hingga sukun. Bahkan sayuran seperti jamur, kentang dan brokoli, tidak mau ketinggalan untuk memeriahkan kelompok ini.

Padahal, cara membuatnya mudah. Tidak perlu direndam dalam bumbu semalaman atau dimasak berjam-jam di atas wajan. Kuncinya hanya dilapisi adonan tepung, diberi sedikit bumbu, dan memasaknya ke dalam minyak panas.

Seperti pepatah “Banyak jalan menuju Roma”, banyak cara juga untuk merasakan kenikmatan makanan satu ini. Gorengan tetap terasa nikmat baik dimakan langsung atau bersama makanan lain.

Coba kamu pikirkan deh, hampir semua makanan cocok dipadukan dengannya. Mulai dari bakso, soto betawi, mie ayam, capcay, hingga sayur sop menjadi semakin nikmat dengan kehadiran tempe goreng atau bakwan.

Ditemukan di Mesir

Gorengan ternyata bukan makanan baru loh, GenK. Makanan ini ternyata sudah ditemukan sejak ratusan tahun lalu.

Berdasarkan buku A History of Food (2008), teknik memasak menggunakan minyak dalam jumlah banyak atau deep frying, ternyata sudah digunakan sejak 1200 SM di Mesir. Rahasia memasak asal Mesir ini lama kelamaan menyebar ke berbagai belahan dunia dan diadaptasi oleh tiap negara.

Penyebaran teknik memasak inilah yang menghasilkan berbagai jenis gorengan di negara-negara lain. Ada tempura, kuliner Jepang yang berisi seafood dan aneka sayuran. Bahkan donat, merupakan salah satu jenis yang begitu digemari di Amerika dan Eropa.

Dibawa dari Cina ke Nusantara

Di Indonesia, sejarah makanan ini ternyata melalui perjalanan yang panjang. Seperti banyak kuliner lain di Nusantara, gorengan ternyata juga dibawa oleh pendatang dari Cina.

Perantau yang sampai ke tanah Indonesia memperkenalkan teknik memasak yang belum pernah digunakan di sini. Seni memasak Cina mengenal beberapa teknik menggoreng yang diadopsi oleh masyarakat Tanah Air. Di antaranya seperti menggoreng dengan sedikit minyak (jian) dan menggoreng dengan banyak minyak (zha).

Baca Juga   4 Resep Dessert Olahan Santan yang Enak dan Segar

Lewat teknik zha inilah, berbagai jenis gorengan di Indonesia akhirnya ditemukan. Wah, untung perantau Cina mampir ke Indonesia ya. Kalau tidak, renyahnya tidak akan kita rasakan, GenK.

Aneka Gorengan di Tanah Air

Karena gorengan begitu dicintai di berbagai wilayah di Indonesia, alhasil kita memiliki berbagai jenis yang memiliki keunikan masing-masing. Bahkan, yang sama bentuknya bisa diberi nama yang berbeda sesuai dengan daerah asalnya. Begitupun dengan tekstur, meski terbuat dari bahan yang sama namun bisa disajikan berbeda.

Beberapa jenis berikut mungkin sudah pernah kamu temui. Bagi yang belum mengetahui dan merasakannya, semoga informasi berikut bisa menambah khasanah pengetahuan seputar kuliner ya, GenK.

1. Bakwan

Bagi kamu yang tinggal di daerah Jakarta dan sekitarnya, pasti sudah sangat akrab dengan bakwan. Gorengan yang terbuat dari adonan campuran tepung, wortel, kol dan tauge ini menyajikan tekstur yang garing di luar dan lembut di dalam.

Gorengan Bakwan

Sumber: liputan6.com

Meski begitu, mereka yang tinggal di daerah Jawa Barat akan lebih mengenal bakwan dengan nama bala-bala. Bentuk dan rasanya sama persis, hanya namanya saja yang berbeda.

Selain terbuat dari campuran sayur, bakwan juga ada yang dibuat dari campuran jagung. Bakwan  jagung sangat enak dimakan dengan nasi uduk atau sayur bayam.

Apabila kamu pergi ke daerah Jawa Timur seperti Surabaya dan Malang, kamu tidak akan menemukan bakwan dari adonan tepung dan sayur. Di daerah tersebut, bakwan dikenal sebagai kawan baik bakso dan berkuah. Hayo, jangan salah sebut ya, GenK!

2. Tempe Goreng

Sebidang tempe dipotong-potong segi empat dan dilumuri dengan adonan tepung. Digoreng dalam minyak panas dan jadilah tempe.

Tempe Goreng

Sumber: sajiansedap.grid.id

Uniknya, tempe goreng disajikan dalam tekstur yang bermacam-macam. Beberapa dari kamu mungkin lebih menyukai tekstur tempe yang renyah seperti keripik. Namun sebagian orang menyukai tekstur tempe goreng yang lembek atau yang lebih dikenal dengan sebutan tempe mendoan.

Tepung yang digunakan pada tempe mendoan biasanya dicampurkan dengan sedikit daun bawang lalu digoreng setengah matang. Rasanya akan semakin nikmat dengan cocolan sambal kecap dan irisan cabe rawit.

3. Tahu Goreng

Saudara tempe yang satu ini juga menjadi pilihan favorit para pecinta gorengan.

Tahu Goreng

Sumber: fimela.com

Semarang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkenal dengan tahu gorengnya yang lebih dikenal dengan tahu pong. Tahu pong merupakan tahu goreng yang renyah dengan tahu yang cenderung kosong, sehingga ringan dan cocok dijadikan kudapan.

Sedangkan di daerah Sumedang, tahu digoreng tanpa tepung dan teksturnya lebih padat. Variasi tahu goreng juga semakin dilengkapi dengan keberadaan tahu isi. Sesuai namanya, tahu ini memiliki isi yang umumnya menggunakan wortel dan tauge yang diberi sedikit bumbu supaya lebih gurih. Kini ada pula tahu isi yang dicampur dengan cabe sehingga cocok bagi para pecinta pedas.

Sedangkan di beberapa daerah di Jawa Tengah, warga mengenal tahu bakso yakni tahu goreng yang diberi isian seperti adonan bakso. Sangat gurih dan pas dimakan dengan saus atau cabe rawit.

4. Combro dan Misro

Gorengan yang satu ini terbilang unik GenK, karena menggunakan singkong sebagai bahan utama. Singkong yang telah diparut, diberi isian oncom pedas dan digoreng sehingga menjadi combro yang menjadi singkatan dari oncom di jero (oncom di dalam). Sedangkan yang diberi isian gula merah dikenal sebagai misro, singkatan dari amis di jero (manis di dalam).

5. Pisang Goreng

Pisang merupakan salah satu buah yang cocok dijadikan gorengan. Teksturnya tergantung dari jenis pisang yang digunakan, seperti pisang raja, pisang kepok, atau pisang uli. Variasi pisang goreng juga berkembang dari segi adonan yang membungkusnya. Ada pisang molen dan piscok yang diinovasi dengan berbagai tambahan rasa seperti coklat atau keju.

6. Cireng

Cireng merupakan singkatan dari aci digoreng, yang berarti sagu digoreng. Adonan sagu yang digoreng menjadikan tekstur cireng kenyal dan memiliki rasa yang gurih. Kalau kamu melihat gorengan berwarna putih dengan bentuk yang sedikit aneh, itulah cireng, GenK.


Gorengan yang kita temui hampir setiap hari ternyata menyimpan sejarah panjang ya, GenK. Harganya yang terjangkau dan rasanya yang enak, membuat makanan ini bisa diterima oleh siapa saja. Meski begitu, ingat untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak ya. Karena jika terlalu banyak, dapat memicu kolesterol dan kanker (kantong kering) di tanggal tua. Jadi, buka puasa pakai gorengan apa sore ini, GenK!

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Kuliner

Cara Membuat Kimchi ala Rumahan, Mudah dan Praktis

Kuliner

Mengenal Apa Itu Kimchi? Makanan Khas Korea yang Mendunia

Kuliner

3 Manfaat Belajar Memasak, Melatih Fokus Sampai Tambah Kreatif

Kuliner

4 Rekomendasi Kursus Online Buat Belajar Masak

Kuliner

4 Tips Travelling Kaya Rasa untuk Para Pecinta Kuliner

Kuliner

Pentingnya Food Plating dalam Food Photography

Kuliner

Belajar Table Manner Yuk! - Part 2. Saat Makan

Kuliner

Belajar Table Manner Yuk! - Part 1. Sebelum Makan

Kuliner

Kenapa Orang Suka Makanan Pedas?

Kuliner

Sejarah Donat, dari Belanda Hingga ke Kemudi Kapal

Kuliner

Rahasia di Balik Suksesnya Restoran All You Can Eat

Kuliner

Mengenal Michelin Star, Standard Kuliner Terenak Sedunia

Kuliner

Asal Usul Bubble Tea: Dari Uji Coba, Jadi Mendunia

Kuliner

5 Resep Masakan Jepang Mudah untuk Anak Kos

Kuliner

Cara Membuat Latte Art Sederhana ala Home Barista

Kuliner

Menyicipi Minuman Taiwan yang Digoreng Saat Memprosesnya

Kuliner

Malas Antre Beli? Bikin Sendiri 5 Jajanan Kekinian Ini

Kuliner

Kenapa Orang Indonesia Gemar Makan Pakai Tangan?

Kuliner

Gak Cuma Kopi, Ketupat Juga Punya Filosofi!

Kuliner

4 Minuman Santan Segarkan Momen Keluarga

            Artikel Selanjutnya