Seni Rupa & Desain

Kenapa Ada Warna Merah, Oranye, dan Kuning di Logo Makanan?

logo makanan

Pernahkah terpikirkan olehmu kenapa warna merah, oranye, dan kuning sangat mendominasi di desain logo makanan? Apakah ada arti tersendiri? Yuk simak penjelasannya di sini! Logo makanan pada sebuah restoran banyak yang menggunakan warna merah, oranye, dan kuning. Hal ini bukan tanpa alasan lho, karena ada maknanya tersendiri yang ternyata berhubungan erat dengan alam bawah sadar pelanggan. Eits, ini bukan mistis kok, tetapi ada teori yang bisa menjelaskannya. Kami mulai dari yang paling dasar, yaitu psikologi warna. Yuk disimak!

Psikologi Warna

logo makanan 1

Warna (sumber: pexels.com)

Warna menjadi aspek yang sangat melekat dengan dunia desain, termasuk untuk pembuatan logo. Kamu pasti bertanya-tanya kenapa warna merah, oranye, dan kuning sangat mendominasi di logo makanan ataupun logo restoran. Sebelum lebih lanjut, kamu harus tahu dasar-dasarnya dulu. Ini dia arti warna berdasarkan psikologi warna:

  1. Merah, merupakan warna terkuat di antara warna lainnya, karena warna ini lebih cepat menarik perhatian alias agresif. Kalau dihubungkan dengan logo makanan, warna ini memiliki makna menarik, berani, nafsu, semangat, kebahagiaan yang menggebu, dan berapi-api.
  2. Oranye, merupakan warna tengah antara merah dan kuning. Warna ini melambangkan kehangatan, semangat, dan kuat.
  3. Kuning, warna kuning yang cerah sering dikaitkan dengan kebahagiaan. Makanya warna ini memiliki makna gembira, energik, penuh sukacita, dan santai. Makanya warna ini sering ditemukan untuk desain kemasan atau logo makanan anak-anak. 

Pemilihan Warna Sebagai Identitas Produk

Apakah warna dapat mempengaruhi mood kamu? Jawabannya adalah iya. Dari memengaruhi mood tersebut, kemudian warna membangun yang namanya citra atau identitas produk. Inilah yang menjadi alasan kenapa warna itu sangat penting di dalam dunia desain. Seperti pada logo makanan dan logo restoran, setiap pemilihan warna akan berdampak dengan mood dan kepercayaan konsumen.

logo makanan 2

Contoh desain kemasan makanan pedas (sumber: dribbble.com/ajmalaj)

Misalnya kamu menjual mie super pedas, tapi kamu malah menggunakan warna pink sebagai warna dominan. Maka pembeli jadi berpikir dua kali karena mereka ragu apakah kamu betul-betul menjual mie pedas atau tidak. Bisa jadi salah satu faktornya adalah karena warna pink identik dengan sesuatu yang manis dan lembut. Sedangkan yang identik dengan rasa pedas adalah warna merah. Sekarang coba balik ke diri sendiri. Menurut kamu warna apakah yang cocok untuk merepresentasikan rasa pedas? Apakah merah atau pink?

Merah, Oranye, dan Kuning Bikin Lapar Mata

Coba sebutkan nama-nama perusahaan makanan atau restoran yang menggunakan logo warna merah. Apakah logo restoran tersebut membuatmu merasa lapar?

logo makanan 3

Logo makanan warna merah (sumber: californiadingo.com)

Restoran populer seperti McDonald’s, KFC, Burger King, dan Pizza Hut menggunakan kombinasi antara warna merah, oranye, dan kuning untuk meningkatkan selera makan pelanggan. Selain itu, warna-warna tersebut dirasa mampu membuat orang jadi lapar mata hanya karena melihat warnanya. 

Kok bisa begitu yah? Bila diulik lagi, warna merah umumnya digunakan oleh restoran cepat saji dan makanan dengan cita rasa pedas yang membakar lidah. Warna oranye juga kerap digunakan karena dianggap mampu memberikan sugesti hangat. Bayangkan keju yang sedang meleleh, warna oranye adalah warna yang tepat untuk melambangkannya.

Kemudian ada warna kuning. Selain untuk melambangkan keju, kuning juga dapat digunakan untuk merepresentasikan kuning telur, mustard, lemon, dan bahan makanan lain yang pastinya menggiurkan.

Ini berarti dari melihat warna merah, oranye, dan kuning saja bisa bikin kamu lapar mata. Karena sugesti yang diberikan oleh warna tersebut benar-benar mampu memengaruhi otakmu untuk terus makan. Penjelasan lebih lengkapnya tentang lapar mata dari foto makanan bisa kamu baca di artikel yang pernah kami tulis sebelumnya.

Meningkatkan Detak Jantung

Tahukah kamu bahwa warna merah dapat meningkatkan detak jantungmu? Mungkin hal ini benar adanya, karena merah menjadi alasan mengapa selera makanmu jadi tinggi. Wah, kalau gini sih sesuai dengan makna warna merah yang sudah kami sebutkan di awal artikel yah. Maknanya yaitu nafsu dan berapi-api.

Akan tetapi detak jantung dan nafsu makan tidak selalu terkait, lho. Barangkali karena warna merah sudah identik dengan restoran cepat saji. Makanya, setiap kamu melihat warna merah akan langsung teringat ayam tepung yang disajikan dengan nasi hangat. Duh, jadi ngiler!

Logo Makanan Jadi Mudah Dikenal

logo makanan 4

Warna merah mendominasi di sebuah restoran cepat saji (sumber: pexels.com)

Seperti yang dikutip dari artikel yang ditulis dalam Business Insider, Here’s why all fast-food signs are red (30/10/2015), sebanyak 62% sampai 90% orang mengambil keputusan yang cepat terhadap suatu produk berdasarkan warnanya saja. Data tersebut membuktikan bahwa pemilihan warna pada logo makanan dapat menjadi faktor paling penting dalam memilih dan membeli suatu produk. 

Selain pengambilan keputusan, warna merah, oranye, dan kuning pada logo makanan bisa bikin brand kamu mudah dikenal masyarakat luas, lho. Alasannya karena bisa jadi seorang pelanggan menyimpan kenangan baik dengan logo makanan berwarna merah di alam bawah sadar mereka. 

Ketika melihat logo brand-mu, mereka akan langsung teringat dengan makanan sebelumnya. Karena sudah terbangun citra yang baik, berarti secara sadar atau tidak sadar mereka juga percaya dengan kualitas brand-mu.

Warna Lain yang Digunakan untuk Logo Makanan

Gak cuma warna merah, oranye, dan kuning saja loh. Ada warna lain yang juga kerap digunakan dalam pembuatan logo makanan dan logo restoran. Berikut adalah jenis warna lainnya:

  1. Hijau, memiliki makna ramah lingkungan, sehat seperti sayur-mayur, akan tetapi warna hijau kurang menggugah selera. 
  2. Biru dan ungu, keduanya merupakan warna dingin yang bisa merangsang nafsu makan.
  3. Putih, memiliki konotasi bersih, murni, dan steril.
  4. Hitam, merupakan warna yang elegan dan “mahal”.
  5. Coklat, mampu menggugah selera, sehat, alami, dan ramah lingkungan.


Itu dia alasannya kenapa logo makanan didominasi dengan warna merah, oranye, dan kuning. Ternyata ketiga warna tersebut dirasa cocok digunakan sebagai brand identity sebuah restoran. Untuk lebih jelasnya lagi, kamu bisa membaca tentang psikologi warna di artikel kami sebelumnya. 

Kalau sudah tahu tentang rahasia di balik logo makanan, waktunya kamu untuk menguji pengetahuanmu dengan mengikuti kompetisi #KulinerKreativv food blogging and food photography yang kami adakan. Hadiahnya jutaan rupiah lohKuylah!

Polling

About author

Related posts
Seni Rupa & Desain

Daftar Aplikasi Ilustrasi Gratis Di Laptop, Cocok Buat Belajar!

Seni Rupa & Desain

Problematika Interpretasi Seni Rupa para Apresiator Muda

Seni Rupa & Desain

Cara Desain Poster di Canva untuk Bikin Konten Keren dan Menarik

Seni Rupa & Desain

Tips Mendesain Karakter, Yuk Dicoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *