Creativepreneur and Career

Mengenal Mark Up dan Mark Down untuk Harga Jual, Penting untuk yang Buka Usaha

Kamu mungkin pernah mendengar sejumlah istilah asing dalam dunia bisnis. Padahal, bisa aja kamu udah menerapkannya pada bisnismu selama ini. Nah, seperti salah satunya yaitu mark up dan mark down. Istilah ini berkaitan erat dengan harga jual. Makanya, bisa dibilang bahwa mark up dan mark down termasuk elemen penting dalam bisnis. Yuk, pahami lebih jelas tentang istilah ini.

Pengertian Mark Up

harga jual

Sumber Gambar : unsplash.com

Mark up adalah penambahan harga untuk biaya sebuah produk, sehingga dapat menghasilkan harga jual. Saat mark up diterapkan, maka margin akan naik. Margin adalah keuntungan penjualan sebuah produk. Mark up adalah cara untuk menetapkan harga yang paling sering dipakai pengusaha. Rumusnya adalah “harga jual = harga beli produk + mark up”.

Jadi, misalnya, kamu bakal menjual sepatu dengan modal Rp 2.000.000. Biar dapat untung, maka kamu perlu melakukan mark up saat akan menjualnya.

Rumusnya jadi seperti ini, harga jual = Rp 2.000.000 + Rp 500.000 (mark up) = Rp 2.500.000.

Pengertian Mark Down

harga jual

Sumber Gambar : unsplash.com

Nah, kebalikan dari mark up, mark down adalah pengurangan harga jual. Jadi, mark down biasanya dilakukan di event tertentu aja, misalnya ada diskon besar-besaran atau cuci gudang. Meskipun demikian, biasanya mark down nggak akan bikin perusahaan rugi. Sebab, pengurangan harga biasanya nggak terlalu besar, dan juga nggak sampai di bawah harga beli produknya.

Tips Penting Saat Akan Melakukan Mark Up dan Mark Down

Sebelum melakukan mark up dan mark down, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu:

Memperhatikan Target Penjualan

harga jual

Sumber Gambar : unsplash.com

Dalam menentukan harga jual, kamu harus mempertimbangkan target penjualan terlebih dahulu, baru bisa memutuskan nominal mark up. Target penjualan ini menjadi acuan buat kamu dalam memastikan seberapa banyak mark up yang dibutuhkan. Sama hanya dengan mark down, untuk menentukan berapa besar nominalnya, kamu perlu menyesuaikannya dengan target penjualan. Jadi, meskipun harga jual dikurangi, perusahaan tetap nggak akan rugi.

Baca Juga :   Pekerjaan-Pekerjaan Tahun 2021 yang Paling Banyak Dicari, Siapkan Dirimu!

Menghitung Biaya Operasional

Sumber Gambar : images.unsplash.com

Kamu perlu menghitung biaya operasional terlebih dahulu, sebelum kamu melakukan mark up. Kemudian, baru tambahkan biaya operasional dan harga beli barang. Dari sini, setelah kamu selesai menghitung biayanya, baru kamu bisa menentukan seberapa besar nominal mark up yang mau kamu kenakan.

Memperhatikan Harga Kompetitor

Sumber Gambar : unsplash.com

Setiap bisnis pasti memiliki pesaing, dan termasuk bisnismu juga. Nah, kuncinya, kamu perlu sering-sering cek harga produk yang sama, yang ditawarkan oleh kompetitor kamu. Ingat-ingat aja untuk nggak menetapkan harga barang yang kelewat mahal. Terutama, kalau dibandingkan dengan harga jual dari kompetitor. Soalnya, kalau barangmu kemahalan, maka konsumen pasti bakal beralih ke kompetitor kamu, dan memilih belanja di sana.

Kesimpulan

Jadi, itu tadi penjelasan tentang mark up dan mark down, serta kaitannya dengan harga jual barang. Sebelum melakukan mark up atau mark down, jangan lupa memperhatikan hal-hal yang udah disebutkan tadi, ya. Biar strategimu semakin tepat sasaran sehingga kamu bisa untung dan nggak rugi.

Sebab, dengan menentukan harga jual yang tepat, ini bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan kamu. Ingat juga bahwa nggak ada salahnya, dan bahkan kamu perlu, melakukan mark down atau pengurangan harga jual pada kondisi tertentu. Asalkan kamu sudah memperhitungkan semua biaya yang diperlukan dalam proses pembelian dan produksi barangmu. Dengan menggunakan strategi yang tepat, maka kamu bisa meningkatkan penjualanmu.

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Mengenal Marketing Mix dan Bagaimana Penerapannya dalam Strategi Pemasaran

Creativepreneur and Career

Udah Ngerti Soal GNP dan GDP? Ini Dia Penjelasannya

Creativepreneur and Career

Yuk Mengenal Lebih Dalam Tentang, Apa Itu Reciprocity Marketing?

Creativepreneur and Career

Ini Dia Ide Bisnis untuk Anak Muda di Bidang Jasa Paling Recommended Tahun 2021!