Creativepreneur and Career

Memahami Manajemen Risiko Agar Bisnismu Berjalan Lebih Lancar

Setiap bisnis pasti memiliki risiko usaha. Ini termasuk bisnis kamu juga. Makanya, kamu perlu mengelola risiko tersebut dengan baik. Di sinilah pentingnya memahami manajemen risiko. Ini adalah cara untuk mengelola risiko sehingga bisa mengurangi dampak kerugian pada bisnis kamu. Untuk itu, mari kita simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Mengidentifikasi Risiko

Manajemen Resiko

Mengidentifikasi Resiko (Sumber: pexels.com)

Pertama-tama, kamu perlu melakukan identifikasi. Bikin daftar risiko yang bisa merugikan bisnismu dan bakal kamu hadapi. Misalnya, kalau kamu punya perusahaan sepatu, contoh risikonya yaitu:

  • Bahan baku nggak selalu tersedia
  • Kenaikan harga bahan baku
  • Selera konsumen selalu berubah

Di tahap ini, pahami kalau setiap pelaku bisnis bisa punya risiko yang sama dengan perusahaan lain. Akan tetapi, bisa juga risiko tersebut berbeda. Jadi, misalnya, perusahaan sepatu memiliki risiko berbeda dengan bisnis kuliner bakso.

Menganalisis dan Mengurutkan Risiko

Risk Management

Menganalisis Resiko (Sumber : Pexels.com)

Selanjutnya, untuk langkah manajemen risiko yang harus dilakukan adalah analisa dan pengurutan risiko. Jadi, urutkan risiko yang sudah kamu buat daftarnya, dari yang paling penting sampai yang nggak begitu penting. Risiko paling penting adalah yang paling berbahaya dan bisa bikin kerugian paling besar. Misalnya, kalau kamu punya perusahaan sepatu. Contoh risiko yang paling perlu diperhatikan adalah perubahan selera konsumen. Selanjutnya, baru kesulitan bahan baku, dan seterusnya.

Sekali lagi, risiko yang penting bagi suatu bisnis belum tentu sepenting itu untuk yang lainnya. Misalnya, selera konsumen sangat penting bagi perusahaan sepatu. Soalnya, hal tersebut pasti berubah mengikuti tren fashion. Sementara, bisnis kuliner bakso nggak terlalu bermasalah dengan selera konsumen. Justru, bakso harus menggunakan racikan resep dan rasa yang sama agar konsumen tetap suka.

Menentukan Langkah Mengatasi Risiko

Resiko

Mengatasi Risiko (Sumber : Pexels.com)

Sampai di sini, kamu sudah tahu risiko mana yang menjadi prioritas dan yang bukan. Jadi, berikutnya adalah menentukan langkah untuk mengatasinya. Kamu bisa melakukan sejumlah tips berikut ini:

  • Jika risiko sering terjadi dengan dampak besar, sebaiknya kamu hindari melanjutkan bisnismu. Sebab, kamu berpotensi rugi sangat besar.
  • Jika risiko jarang terjadi. Namun begitu terjadi dampaknya besar. Kamu bisa mengasuransikan saja. Contohnya, terjadi pencurian.
  • Jika risiko sering terjadi tapi dampaknya kecil, buat langkah pencegahan. Contohnya, hujan yang turun di tengah berlangsungnya jam operasional.
  • Jika risiko jarang terjadi dan dampaknya pun kecil, kamu bisa menghadapinya saja. Misalnya, kehabisan plastik untuk pembungkus.
Baca Juga :   Membuat SMART Goals, Cara Anti Gagal untuk Meraih Mimpimu

Melakukan Action

Manajemen Risiko

Action (Sumber : Pexels.com)

Kamu sudah membuat daftar risiko usaha sampai rencana untuk mengatasinya. Jangan sampai semuanya jadi percuma, karena nggak dilaksanakan. Tanpa action, tetap bisa terjadi potensi kerugian pada bisnis kamu. Jadi, lakukan semua rencana yang udah kamu buat, ya.

Membuat Evaluasi

Manajemen Risiko

Evalusi (Sumber : Pexels.com)

Kalau kamu sudah melaksanakan berbagai upaya. Di mana, kamu udah berusaha untuk mengelola, sekaligus mengurangi risiko usaha. Maka, sekarang waktunya evaluasi. Supaya kamu bisa melihat, apakah upaya kamu sudah efektif untuk mengatasi risiko, atau belum. Lihat potensi kerugiannya, bisakah dikurangi, atau masih tetap sama, atau malah makin besar?

Apabila risiko berkurang, berarti langkahmu sudah tepat. Apabila risiko masih sama, mungkin kamu perlu mengubah cara mengelola risikonya. Lalu, apabila risiko malah bertambah, berarti tindakanmu kurang tepat, atau muncul tantangan baru yang berpotensi membuat kerugian lebih besar. Nah, selanjutnya kamu perlu kembali lagi ke langkah pertama. Seperti inilah siklusnya.

Kesimpulannya, manajemen risiko perlu dilakukan secara rutin. Kamu perlu terus membuat daftar risiko baru, dan melakukan langkah untuk mengatasinya. Sebab, ada banyak faktor yang membuat risiko berubah, bahkan mungkin makin banyak risikonya Mulai dari perubahan lingkungan sampai selera konsumen. Hal yang perlu diingat yaitu risiko bisnis nggak bisa dihilangkan. Kita cuma bisa mengurangi dan memperkecil risikonya. Semoga bermanfaat.

 

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Tips Memanfaatkan Podcast Untuk Bisnis Agar Makin Cuan Tahun 2022

Creativepreneur and Career

Lighting Designer, Profesi Menjanjikan yang Jarang Diperhatikan

Creativepreneur and Career

Cara Cerdas Buat Menjawab "Kenapa Kamu Ingin Pekerjaan Ini" Saat Interview

Creativepreneur and Career

Kulik-Kulik tentang Crowdfunding: Pengertian, Kelebihan dan Kiat Menjalankannya