Creativepreneur and Career

8 Trik Membuat Call to Action Paling Sempurna Tahun 2021

Membuat Call to Action memang gampang-gampang susah. Ada beberapa contoh Call to Action yang sering digunakan seperti :

‘Buy now!’ ‘Sign up!’ ‘Get more’, ‘Learn more’, atau ‘Subscribe’.

Well, mungkin dari contoh Call to Action di atas nggak ada satu pun yang bisa memberi hasil sesuai keinginan, GenKs. Kenapa, ya? Karena target audiens sekarang udah jauh lebih cerdas. Lalu gimana caranya membuat Call to Action (CTA) yang sempurna agar target kita bisa terpikat, meningkatkan peluang prospek dan tentunya meningkatkan angka penjualan? Ini tipsnya!

Tips #1: ‘Jual’ Uji Coba Gratis

Sumber Gambar : Nielpatel.com

‘Free Trial’ adalah salah satu CTA yang nggak mungkin gagal menarik perhatian audiens, guys. CTA seperti ini cocok banget kalau kamu menjual software. Jangan takut untuk nawarin uji coba gratis atau ebook gratis. Karena ada 8 cara untuk menggiring para penikmat barang-barang gratisan ini jadi pelanggan berbayar lewat email marketing, lho.

Tips #2: Tulis CTA yang Berorientasi pada Manfaat

Sumber Gambar : neilpatel.com

CTA yang kamu buat harus punya beberapa bentuk manfaat menarik bagi pelanggan. Kalau nggak, click-through rate-mu pasti akan anjlok, guys. Kok bisa gitu, ya?

Well, kita semua tahu, bahwa web didukung oleh konten. Nah, dulu, jauh sebelum Google menerapkan algoritma terbarunya, banyak orang mengabaikan kualitas artikel, blog, video, ebook gratis atau konten lainnya yang mereka posting. Tapi sekarang berbeda. Kini Google menganggap kualitas konten sangat penting dibanding lainnya.

Alasannya karena pengguna Google saat ini berupaya mati-matian mencari jawaban terbaik ketika mereka menggunakan mesin pencari Google. Dan kalau Google memberikan hasil yang nggak sesuai seperti harapan, pengguna akan lari ke mesin pencari lain.

So, pastikan di CTA, kamu menawarkan manfaat bagi para calon pembeli. Karena ketika orang nggak yakin dengan value yang diberikan tombol CTA kamu, mustahil mereka akan mengkliknya, guys.

Tips #3: Perhatikan Skill Customer Service-mu

Sumber Gambar : neilpatel.com

Nggak ada yang suka menunggu. Meski ada ungkapan, lebih baik menunggu 5 menit daripada terlambat 1 detik, tapi rasanya semua orang benci kalau mereka harus terjebak dalam antrian panjang di bank, bandara atau di mana pun.

Itulah sebabnya, kamu harus benar-benar memastikan kualitas customer service-mu kalau ingin mengembangkan bisnis online-mu, ya.

Tips #4: Bikin Audiens Penasaran

membuat call to action

Sumber Gambar : neilpatel.com

Angka penjualan akan meningkat tajam jika kamu bisa bikin audiens penasaran dengan Call-to-Action yang kamu buat, guys.

Jika kamu membuat CTA yang dapat menciptakan rasa ingin tahu, audiens akan lebih tertarik mengklik tombol CTA itu dan memberimu prospek. Dan semakin tinggi CTR atau click-through rate-mu, akan berbanding lurus dengan berapa banyak penjualan yang akan kamu hasilkan, lho.

Kata-kata persuasif seperti, ‘Kamu’, ‘Gratis’, ‘Bonus’, ‘Segera’, dan ‘Baru’, bisa membantu meyakinkan target untuk menekan tombol CTA.

Tips #5: Kuasai Formula Copywriting yang Kuat 

membuat call to action

Sumber Gambar : neilpatel.com

Ada tiga elemen yang kamu butuhkan untuk membuat copywriting yang sangat mempengaruhi apakah seseorang akan mengklik tombol CTA-mu atau enggak. Apa itu? Mengidentifikasi masalah, mengatasi masalah dan tawarkan solusi. Kuasai semua elemennya lihatlah bagaimana kekuatan copywriting akan berpengaruh dalam peningkatan CTR dan konversi CTA kamu, GenKs.

Tips #6: Manfaatkan Dorongan untuk Memiliki

membuat call to action

Sumber Gambar : neilpatel.com

Ingat-ingat, pernah nggak kamu merasa kehilangan kesempatan emas yang bisa mengubah hidup dan bisnismu? Itu karena manusia punya dorongan dalam DNA mereka untuk selalu memiliki, guys. Pelanggan idealmu nggak akan rela kalau harus melewatkan sesuatu yang sudah dimiliki orang lain.

Tips #7: Gunakan Strategi Cliffhanger

membuat call to action

Sumber Gambar : neilpatel.com

Cliffhanger, apa itu? Untuk kamu yang belum tahu, ini adalah strategi yang umum banget dipakai para penulis fiksi dan penulis skenario, guys. Cliffhanger sendiri sebenarnya hanya akhir yang menggantung alias belum terselesaikan di bagian dari serial drama atau buku yang bikin penonton atau pembaca ingin tahu dengan apa yang selanjutnya terjadi. Ini Sering banget kita temui di film dan buku.

Dan ternyata, strategi cliffhanger juga bisa kamu gunakan dalam dunia marketing, lho, GenKs.

Tips #8: Iming-Imingi Bonus Menarik

membuat call to action

Sumber Gambar : neilpatel.com

Tips terakhir untuk membuat Call to Action yang menarik adalah dengan mengiming-imingi bonus, guys. Karena semua orang itu sejatinya mendambakan hadiah. Well, meski mungkin sebenarnya nggak ada yang namanya makan siang gratis, tapi manusia nggak bakal bisa menolak daya pikat freebie, termasuk ebook gratis. Jadi, menawarkan bonus kepada mereka merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk menarik dan juga mempertahankan lebih banyak pelanggan.

Nah, gimana, GenKs, sudah siap membuat Call to Action yang menarik untuk mendatangkan pelanggan dan meningkatkan penjualan?

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

30+ Istilah Penting dalam Social Media Marketing untuk Diketahui Pebisnis

Creativepreneur and Career

Yuk Kenalan Sama Agio Dalam Dunia Investasi!

Creativepreneur and Career

Ini Dia 6 Teknik Content Marketing Paling Populer Tahun 2021

Creativepreneur and Career

Sebelum Memulai Bisnis Properti, Perhatikan Dulu Beberapa Hal Ini!