GenK LIFE

Mengenal “Duck Syndrome”, Kamu yang Ambisius Sering Mengalaminya

Kamu mungkin punya teman yang kelihatan sukses banget hidupnya. Banyak orang suka sama dia. Dia lulus dari universitas top, kerjanya di perusahaan yang bonafide. Bahkan dia tetap bisa have fun sekaligus memposting kehidupan sehari-harinya yang bahagia di sosmed. Tapi kita nggak tahu, bisa jadi sebenarnya dia mengalami duck syndrome di balik kebahagiaan tersebut. Yuk, kita simak ulasan lebih lengkapnya.

Pengertian Duck Syndrome

Sumber Gambar : hellosehat.com

https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2020/06/duck_paddle_photo_2.jpg

Jadi, istilah duck syndrome berasal dari analogi tentang bebek yang lagi berenang. Ketika si bebek berenang, kita cuma melihat tubuh bagian atasnya, kelihatan dia melaju dengan pelan dan tenang. Nggak banyak yang tahu kalau di bawah air, kaki si bebek terus bergerak tiada henti, dengan susah payah dan nggak menentu.

Nah, seringkali, sindrom ini dialami remaja yang masih sekolah atau kuliah, juga young adult atau dewasa muda yang masih baru menekuni karir di bidang pekerjaannya.

Penyebab Duck Syndrome

duck syndrome

Sumber Gambar : medicalnewstoday.com

Bisa jadi masa-masa sekolah adalah saat duck syndrome muncul. Bisa kamu bayangin kan, kalau kamu termasuk murid unggulan di sekolah. Udah biasa banget dipuji guru dan juga teman-teman. Karena sukses, kamu jadi optimis dan punya ambisi makin tinggi, buat meraih prestasi yang semakin besar juga, ketika kamu kuliah nanti.

Jadinya, muncul beban yang bikin kamu berusaha keras, buat mempertahankan image kamu yang seorang murid teladan. Tapi ternyata, masa-masa kuliah nggak semudah itu. Nggak kebayang kalau sistem pendidikannya udah beda, materi pelajaran juga makin kompleks. Udah gitu, kamu masih dituntut buat membangun hubungan pertemanan seluas mungkin buat masa depanmu. Kamu pun jadi kewalahan.

Seperti halnya orang dewasa muda yang lagi memulai karier. Kamu dituntut buat selalu produktif, serta memberikan kontribusi kamu ke perusahaan. Akhirnya, perasaan dikesampingkan. Hal yang dipikirkan cuma pekerjaan. Kadang, bahkan kamu lupa kalau dirimu juga punya batasan kemampuan.

Nggak ada yang mau membahas sulitnya tugas yang dikerjakan. Nggak ada juga yang mengaku kalau dia habis dimarahi bos karena alasan yang bikin malu. Jadi, duck syndrome bikin orang-orang berlaku seakan mereka nggak pernah gagal. 

Di samping itu, ada juga faktor luar seperti orang-orang terdekat, yang suka membanggakan prestasi mereka. Udah gitu, ada pula orang tua yang suka mengawasi semua yang dilakukan anak. Secara nggak langsung, ini menumbuhkan rasa takut gagal di dalam diri.

Cara Mengatasi Duck Syndrome

duck syndrome

Sumber Gambar : news18.com

Di dunia psikologi, sebenarnya nggak ada diagnosis resmi untuk duck syndrome. Tapi, sindrom ini merupakan masalah yang tetap perlu diatasi. Soalnya, kalau dibiarkan, maka perilaku sindrom tesebut bisa menyebabkan seseorang punya kebiasaan nggak sehat, yaitu terus-menerus memaksa tubuh bekerja melebihi kemampuan.

Di samping itu, sindrom ini juga bisa bikin seseorang mengalami gangguan kecemasan serta depresi. Apalagi ketika mengalami kegagalan, bisa jadi mereka bakal merasa kalau dunia sudah berakhir. 

Adapun cara mengatasinya yaitu dengan melalui psikoterapi atau terapi bicara. Di sesi terapi, kamu bisa curhat semuanya, apa yang kamu rasakan, dan ceritakan kekhawatiranmu. Nanti, kamu akan dibantu terapis atau psikolog buat mencari solusi bersama.

Begitulah sekilas tentang duck syndrome. Boleh banget kamu mengejar sukses. Akan tetapi, ingatlah kalau hidup nggak sempurna. Kegagalan selalu ada, tapi, jadikanlah hal tersebut pembelajaran agar kamu menjadi lebih baik lagi. 

About author

Related posts
GenK LIFE

Kenalan Dengan Claudia Emmanuela Santoso, Penyanyi Yang Membawakan Hymne Special Olympic 2022

GenK LIFE

Sering Dikira Sama, Kenali Perbedaan Asam Lambung dan GERD

GenK LIFE

Penting, Kenali Macam-Macam Istilah dalam Aplikasi Beasiswa

GenK LIFE

Cara Merespon Kritik dalam Kehidupan Bisnis dan Pribadi dengan Positif